Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 87. Anaknya Babah Adam


__ADS_3

Dikta tampak berdiri didepan pintu toilet setelah sholat subuh hatinya belum tenang apakah dia hamil atau tidak pasalnya dia sendiri juga ragu.


"Bismilah," Adam tersenyum kepada Dikta sembari menggendong Akta.


Dikta ikut mengucap bismilah kemudian masuk ke dalam toilet membawa testpack dari Anjani kemarin sementara itu Adam menunggu diluar sembari menggendong Akta.


Adam mengambil cuti dirumah karena dia khawatir akan kondisi Dikta dan untuk menjaga Akta.


Mama Reni? Mama Reni menolak ikut dengan Dikta dan Adam dan memilih tetap di rumah nya sehingga Dikta dan Adam hanya mengunjungi Mama Reni tiga hari sekali.


"Hah?" Dikta tersentak menatap hasil test-nya. "Beneran?"


Dikta keluar dari toilet dan b Adam yang masih setia menunggunya diluar, Adam yang melihat keluarnya Dikta langsung berharap banyak.


"Bagaimana?"


Dikta tidak menjawab dia memilih menyerahkan testpack kepada Adam, Adam mengambil testpack tersebut.


Desir hening di antara mereka berdua menjadi backsound saat Adam menerima testpack tersebut, guratan diwajahnya yang awalnya tampak biasa-biasa saja perlahan mengerut dengan kening mengernyit.


Bukan, Adam tidak sedang berekspresi kecewa, dia tampak tersenyum lebar, pasalnya testpack itu menunjukkan dua garis merah yang membuat hati Adam berbinar dengan perut berisi kupu-kupu~


"Kamu hamil?" Adam menatap Dikta untuk sepersekian detik kemudian kembali menatap testpack yang dia pegang secara bergantian yang membuat Dikta mengangguk. "Serius?"


Dikta kembali mengangguk, Adam hening seketika, dia tidak mengajukan beberapa kata yang ingin sampaikan karena semua itu tercekal begitu saja di tenggorokannya.


"Makasih," Adam langsung memeluk Dikta yang membuat Akta terjepit diantara keduanya.


Karena terjepit akhirnya Akta yang awalnya biasa saja, perlahan memajukan bibirnya beberapa senti dengan mulut terbuka beberapa saat hening, akhirnya suara tangisan Akta menggema diantara kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Astagfirullah,"


"Kamu kejepit yah nak," Adam langsung mengangkat Akta tinggi kemudian menggesekkan hidungnya dengan hidung Akta. "Akta bakal punya adek nih."


Akta yang tadi menangis perlahan terdiam dengan bibir yang masih maju beberapa senti, Adam mencoba menenangkan anak yang berhasil membuat Akta tenang.


"Nah Abang Akta bakal punya adek," Adam menggendong Akta dengan posisi menaruh kepala Akta di bahunya.


"Babah!"


"Hah?" Adam dan Dikta saling menatap atas kata yang terucap oleh Akta membuat kedua orang tuanya mengangkat bahu.


"Babah? Hm Babah Adam? Selain Ayah kan bisa di panggil Babah," Dikta memberikan saran.


Adam berpikir sejenak, nama tersebut cukup bagus. "Oke? Berarti Babah dan Bunda yah."


"Babah, Akta anaknya Babah Adam yah, hore Akta bakal punya adek," Adam menggendong Akta menyusul Dikta ke kamar.


Sementara itu di tempat Aurel, kini Sean tengah berada di ruang tamu dengan wajah lemas.


"Kebanyakan makan kolak, kan gula darahnya naik," Aurel protes sembari memijit kening Sean.


"Gimana gak naik. Kalau gak cuma kolak yang manis, istri kakak juga manis," jawab Sean yang masih sempat-sempatnya menggoda Aurel.


"Gausah gombal, udah istirahat dulu," Aurel berdiri hendak berjalan ke dapur sebelum Sean menarik tangannya kemudian mencium pipi Aurel.


Sean memeluk erat Aurel, Aurel yang merasa aneh sudah menebak pasti bakal ada yang aneh dari suaminya.


"Kak Sean mau apa? Bilang aja ga usah gini," Aurel menaikkan kedua bola matanya menatap wajah Sean yang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Sean cengengesan kemudian menggaruk tengkuknya. "Pengen ketoprak."


"Yasudah lepas aku beliin,"


"Maunya kamu yang buat,"


Aurel terdiam, dia membatin penuh tekanan. "Yassalam, suami ku sayang."





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Halo semua Author mau curhat boleh, jadi Author sudah ujian kelulusan dan Alhamdulillah sudah lulus tetapi Author tidak melanjutkan kuliah karena memang belum ada niat kesana.


Semalam author sempet down karena NovelToon pasalnya Author selama ini cari makan dan jajan dibayar sama NovelToon dari novel ini.


Tapi semalam Level Novel ini Anjlok yang dimana pendapatan Author perhari bisa 150rb sekrang gak hampir setengahnya, jadi buat pembaca mohon bantuannya setiap baca jangan lupa tinggalkan like dan komentar agar Level Novel ini bisa naik lagi.


Kalau masih terus down yah terpaksa author bakall menamatkan.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2