
"Untuk tanggal pernikahan kami, Insha Allah secepatnya sehingga kami bisa segera halal, sebelum menentukan hari pernikahan, Ayah dan Mama harus bertemu Mama Reni dan Kak Sean dulu selaku keluarga dan wali bagi Dikta," jelas Adam yang membuat Ayah Haris mengangguk.
"Lebih cepat lebih baik, Ayah sudah gak sabar pengen punya menantu kayak Dikta," Ayah Haris tersenyum dalam.
Dikta tertunduk sejenak menerima pujian tersebut, Adam kemudian mengajak Dikta untuk berdiri karena sebenarnya mereka ingin menemui Ustad Zaky untuk mempertanyakan amalan-amalan apa sajakah yang harus mereka persiapkan sebelum melakukan pernikahan.
"Kalian sudah ingin pamit? Makan malam nanti kalian kesini yah, Mama ada perlu dengan Dikta," ujar Mama Nazwa ikut berdiri bersama Ayah Haris.
Adam dan Dikta mengangguk, mereka berdua kemudian segera mengalami Mama Nazwa dan Ayah Haris, namun disaat Dikta menyalami Mama Nazwa, Mama Nazwa langsung memeluknya begitu dalam.
"Kamu mewarisi wajah ibumu, sama persis sikap dan perangainya, aku sampai teringat kepada Almarhumah Anjani," ujar Mama Nazwa dengan mata berkaca.
"Mama Nazwa kenal dengan ibu Dikta?" tanya Dikta pada Mama Nazwa.
Mama Nazwa mengangguk. "Datanglah makan malam disini bersama Adam, akan Mama ceritakan semuanya."
Sebenarnya Dikta ingin mendengarkan cerita tersebut sekarang namun Adam sudah memanggil yang membuat Dikta segera menyusulnya.
Adam dan Dikta berjalan keluar dari rumah diantar Ayah Haris dan Mama Mazda sampai mereka masuk kedalam mobil.
Pittt!
Suara klakson yang dibunyikan Adam menjadi pertanda bahwa mobil Adam akan segera pergi dari sana.
"Assalamualaikum," teriak Adam mendongakkan kepalanya keluar dari jendela mobil.
__ADS_1
Ayah Haris dan Mama Nazwa melambaikan tangannya. "Waalaikumsalam."
"Kita langsung ke rumah Ustad Zaky, Mas?" tanya Dikta menatap Adam yang sedang menyetir.
"Iya," jawab Adam menjalankan mobilnya yang membuat Dikta memperbaiki posisinya agak membungkuk kedepan.
"Kamu duduknya agak munduran gih," Adam menatap sekilas Dikta.
"Kenapa?"
"Vibes bidadari surganya kelewatan," jawab Adam tersenyum manis yang membuat pipi Dikta memerah karena malu.
"Apaansih?" Dikta membuang muka. "Mas Adam udah gila nih."
"Gila? Iya sih kan aku tergila-gila sama kamu," jawab Adam yang membuat Dikta semakin malu.
"Ta? Ambilin ponsel aku dong di dashboard," pinta Adam yang membuat Dikta segera mengambil ponsel tersebut dan menyodorkannya ke Adam. "Cari kontak penjaga surga."
"Buat apa?"
"Mau ngabarin kalau bidadari surganya hilang satu, eh malah ketemu sama aku," jawab Adam yang membuat Dikta kembali memerah karena malu.
Tak lama kemudian mobil Adam kini berbelok masuk ke halaman rumah Ustad Zaky yang membuat Adam segera memarkirkan mobilnya.
"Assalamualaikum," teriak Adam saat ia baru keluar dari mobilnya dan membuat Ustad Zaky yang kebetulan berada di teras rumah.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam," Tidak seperti biasanya kali ini Ustad Zaky ditemani oleh seorang wanita berhijab yang terlihat tersenyum kepada mereka.
"Wah saya kedatangan tamu lagi, bosan juga saya sama kalian yah," canda Ustad Zaky menelungkupkan tangan kepada Dikta. "Ayo masuk,"
Ustad Zaky membawa Adam dan Dikta masuk kedalam rumahnya bersama dengan wanita yang bersama Ustad Zaky tadi.
"Oh iya, kenalkan ini Tanti, istri saya, dia baru pulang dari rumah mertua saya jadi baru keliatan sekarang," jelas Ustad Zaky membaca tatapan penuh pertanyaan Adam dan Dikta.
"Assalamualaikum," Tanti menelungkupkan tangan memberi salam kepada Adam dan Dikta.
"Istri Ustad Zaky, cantik, parasnya sejuk sama seperti suaminya," puji Adam.
"Oh jelas! Istri saya itu udah paling terbaik, goyangannya mantap, mainan nya mantap jiwa beuh, ugh Astagfirullah pokoknya," jawab Ustad Zaky mencoba mencairkan suasana. "Jangan salah paham dulu, Goyangan nada tajwid dalam senandung ayat-ayat Al-Quran yang dia lantumkan, bahkan mainan nya adalah tasbih yang tidak pernah lepas dari sepertiga malamnya, kami menikah muda tapi insha Allah istri saya adalah bidadari surga saya."
Adam dan Dikta takjub akan sikap kedewasaan Ustad Zaky yang notabene usianya masih dibawah Adam dan Dikta.
"Lantas ada apa kian calon pengantin ini kemari?"
"Begini Ustad, saya ingin menanyakan amalan-amalan bagi calon pengantin, mungkin Ustad berkenan memberikan pencerahan," jawab Adam.
Ustad Zaky mengusap dagunya kemudian meminta Tanti istrinya membuat minuman sebelum menjawab pertanyaan itu.
•
•
__ADS_1
•
TBC