Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 55. Antara Syariat dan Cinta


__ADS_3

"Udah sholat jumat-nya?" tanya Aurel pada Sean yang baru saja naik ke mobil.


Sean melepas peci yang ada di kepala nya kemudian merapihkan rambutnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Aurel.


"Udah, langsung ke kampus kamu kan? Masih belum telat," jawab Sean pada Aurel.


"Belum kok Mas, eh Kak," jawab Aurel.


Sean siang ini mengantar Aurel ke kampusnya setelah Dikta pulang sehingga Akta bisa di jaga oleh ibunya sembari Aurel menyelesaikan kelas di kampus.


"Kita jalan sekarang yah," Sean menyalakan mesin mobil.


Aurel mengangguk dan membuat Sean menjalankan mobilnya meninggalkan area masjid menuju kampus Aurel yang tidak jauh dari sana.


"Hari ini kamu pakai hijab yang aku kasih waktu itu yah?" tanya Sean membuka obrolan.


"Iya, kenapa emang?" tanya Aurel balik menutup ponselnya yang sedari tadi dia mainkan.


"Gapapa, kamu keliatan cantik aja pakai itu, tetap istiqomah yah sampai aku halalin kamu," jawab Sean melirik Aurel melalui spion depan.


"Halalin? Emang aku haram?" gurau Aurel yang membuat Sean tertawa kecil. "Kapan nih halalinnya?"


"Insha Allah secepatnya," jawab Sean tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil yang dibawa Sean kini terparkir dihalaman kampus Aurel, Aurel memasukkan ponselnya kedalam tas kemudian keluar dari mobil disusul oleh Sean.


"Yang semangat yah kuliahnya, jangan bandel, biar calon istri kakak sarjana," Sean tersenyum kepada Aurel. "Cewek itu selain imamnya yang selalu dipertanyakan tapi stratanya dalam pendidikan juga harus diperhatikan, biar dunia dan akhirat bisa sejalan."


Aurel mengangguk atas pernyataan Sean kepadanya, disaat Aurel ingin beranjak masuk ke dalam kampusnya, ia berhenti sejenak setelah mendengarkan sebuah kalimat yang menusuk hatinya.


"Aurel mualaf kan? Dia semenjak sering di antar jemput Om-Om itu jadi menggadaikan agamanya, katanya sih mereka pacaran,"


"Penampilan sok alim tapi di antar terus sama Om-Om jadi penggoda yah setelah mualaf,"


Aurel yang kesal hendak mendatangi orang yang berkata itu, namun Sean segera menahan tangan Aurel dan menggelengkan kepalanya agar tidak membuat keributan dan menganggap itu hanya angin lewat.


"Gak bisa kak, kita sudah terlalu banyak diam, mereka pikir aku yang terlalu mengambil langkah besar tapi menurutku pemikiran mereka yang terlalu sempit," Aurel melepaskan tangannya dan berjalan ke arah kedua orang tersebut.


Sean terdiam, ia tidak bisa menghalangi Aurel lagi, Aurel kini sudah tiba dihadapan kedua orang tersebut dan menatap mereka datar.


Kedua orang tersebut terdiam. "Kalian bilang aku menggadaikan agamaku demi cinta? Bukankah cinta yang benar ditanam oleh akal dan syariat? Aku sudah memikirkan ini dengan akal sehingga aku melakukan ini karena Allah, aku berpindah keyakinan memang karena cinta, cintaku kepada Allah yang takkan melebihi cintaku kepada umatnya."


"Coba pikirkan baik-baik? Kalian selalu menilai privilage orang lain sampai kalian lupa apa privilage Allah buat kalian, kalau kalian terus menilai orang lain sampai kapanpun tidak akan pernah berakhir," Aurel menempar mereka dengan kalimatnya. "Atau aku lupa pada dasarnya manusia lebih suka menilai?"


"Aku yang tahu tentang diriku, jadi kalian hanya bisa menilaiku, aku bukan orang alim tapi aku ingat sebuah kalimat Hablum Minallah Hablum Minannas, yang mengetahui hubungan dengan Allah adalah aku sendiri dan hubunganku dengan antar manusia adalah aku juga sendiri," Aurel mengakhiri kalimatnya. "Assalamualaikum."


Aurel kembali berjalan ke arah Sean yang berdiri kemudian mengajaknya masuk ke dalam mobil, Sean menurut dan ikut masuk.

__ADS_1


"Gajadi kelas?"


"Gajadi, mau ngejagain Akta aja," jawab Aurel yang membuat Sean menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan area tersebut.


"Kenapa kamu melakukan itu?"


"Karena Kak Sean mencintai Allah," jawab Aurel menatap Sean.


Sean mengangkat alisnya yang membuat Aurel menghela napas panjang.


"Seseorang berkata, jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Jika mereka bisa meninggalkan Allah, maka mereka juga akan meninggalkanmu, aku mencintai Kak Sean karena Allah," jelas Aurel.


"Kenapa kau begitu yakin?"


"Lelaki yang baik tidak akan bermain-main dengan cinta, sebab dia tahu kata cinta menuntut tanggung jawab," jelas Aurel sekali lagi.


Sean benar-benar tertampar oleh kalimat Aurel, ia tidak menyangka Aurel bisa bersikap sedewasa ini.


"Aku akan memohon pada Allah SWT untuk berjumpa denganmu dua kali, sekali di dunia ini dan sekali lagi di surga," jawab Sean.



__ADS_1



TBC


__ADS_2