
"Rel! Aku cinta sama kamu," Sean menangis perlahan di depan rumah Aurel.
Bukan dirinya ingin menjatuhkan harga dirinya sendiri namun dia ingin Aurel tahu bahwa hanya Aurel yang ada dihatinya.
Mengenai hubungan, mereka berdua memang tidak pacaran atau sebagainya tapi bukankah Allah melarang kita pacaran tapi tidak untuk saling mencintai?
Memang banyak perempuan lain selain Aurel, dan banyak yang lebih terbaik tapi Aurel berbeda dan bagi Sean jika dia tidak bisa jadi yang terbaik tapi setidaknya dia tampil berbeda dan Aurel begitu.
Sean ingat ungkapan Aurel. "Pria yang baik adalah pria yang tidak akan main-main dengan cinta karena cinta menuntut tanggung jawab" Jadi bagaimana alasan Sean untuk mencari pengganti sedangkan dia bisa memperjuangkan kembali cintanya.
Mereka hanya retak bukan pecah.
"Rel!" Sean terus memukul tembok rumah Aurel sampai tak sadar bahwa tangan Sean sudah mengeluarkan banyak darah.
Aurel yang berada didalam rumah sudah tidak tahan lagi, dia mengenal betul bagaimana Sean, dia adalah pria yang bertanggung jawab.
"Maafin aku Rel," Suara Sean melemah dia meringkuk bagai seorang anak kecil dengan menyandarkan kepalanya ditembok.
Aliran darah dari tangannya sejalan dengan air matanya yang jatuhnya, seseorang pernah berkata, jika seorang pria menangis berarti dia benar-benar tulus dalam hatinya.
"Kak?"
Aurel memanggil Sean membuat Sean membuka matanya dan melihat Aurel membawa kotak obat.
"Kakak ngapain sih? Kalau mau lukain diri sendiri jangan disini!" kesal Aurel mengambil tangan Sean. "Maaf yah kak, aku sentuh kakak."
Aurel mulai membersihkan luka Sean yang membuat Sean tersenyum. "Soalnya ditempat lain gaada kamu."
"Jadi kakak cuma mau terluka karena aku?" tanya Aurel mengangkat kepalanya.
"Dan apakah itu belum cukup bukti bahwa kakak itu cinta sama kamu?" tanya Sean balik yang membuat Aurel memalu.
__ADS_1
Aurel sedikit menekan luka Sean yang membuat Sean meringis setelahnya Aurel membungkus tangan Sean dengan perban.
"Maafin kakak yah, kakak salah, kakak bisa jelasin semuanya," ujar Sean menatap Aurel dalam.
"Gausah dijelasin, Dikta udah cerita tapi aku kesel aja kenapa kakak mau disuruh beli obat begitu, dan satu lagi kakak tahu kan pil itu mirip dengan vitamin kakak. Yah jelas ke tukar."
"Kakak khilaf-" Aurel menahan Sean sehingga Sean tidak sempat menyelesaikan ucapannya.
"Khilafnya kakak kejauhan? Kenapa mau protes?" timpal Aurel membereskan kotak obatnya.
Sean menunduk dan memukul kepalanya sendiri berulang kali.
"Maaf!"
Aurel tidak menjawab.
"Maaf! Kakak bodoh!"
"Aku juga minta maaf, harusnya aku gak segitunya mungkin aku cuma kaget, dan gak sempet dengerin penjelasan kakak," lanjut Aurel.
Sean tersenyum, ia merogoh kantung jaketnya kemudian mengeluarkan sebuah cincin dengan kepala berlian putih itu.
"Kakak mau kamu jadi pelengkap ibadah kakak, pendamping hidup kakak, makmum dalam sepertiga malam kakak dan bidadari surga kakak," ujar Sean menyodorkan cincin tersebut. "Kakak tahu pernikahan kita butuh banyak pengurusan karena profesi kakak juga, tapi kakak akan menyelesaikan semuanya dan kita bisa menikah secara agama dulu sebelum meresmikannya secara negara."
"Rel? Ana Uhibukka Fillah, kakak cinta kamu karena Allah dan taqwamu, kisah cinta kita memang tidak seindah Rasulullah dan Khadijah, tapi kakak pastikan kakak akan menjadi suami idaman seperti Rasulullah dan kamu akan menjadi Syahidah Khadijah bagi kakak seperti Rasulullah, Khadijah merupakan cinta pertamanya dan kamu juga cinta pertamanya kakak." lanjut Sean.
Aurel terdiam.
•
•
__ADS_1
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
Suka baca cerita yang bikin naik darah dan menguras air mata? Yuk, merapat di novel nazwa talita. Jangan lupa sedia tisu yang banyak, karena setiap part-nya bakalan bikin hati nyut-nyutan bacanya!
"Memaafkan itu mudah. Melupakan rasa sakit yang kau berikan itu yang susah."
"Hatiku sakit saat melihatmu."
"Ren ...."
Bima menatap perempuan cantik di depannya dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Aku rela melakukan apapun asal kamu bisa memaafkan aku. Aku bahkan bersedia berlutut di kakimu, merendahkan diriku di hadapanmu seandainya itu bisa membuatmu memaafkan semua kesalahan yang pernah aku perbuat."
"Meskipun kau bersimpuh di hadapanku dan ribuan kali meminta maaf padaku, tetap saja, itu tidak akan bisa mengembalikan nyawa ibuku juga anakku."
"Renata ...."
"Apa menurutmu, kata maafmu itu bisa membuatku kembali berjalan?"
Penasaran??
Yuk, kepoin perjuangan Abimanyu mendapatkan kembali cinta Renata?
__ADS_1