Selepas Kata Talak

Selepas Kata Talak
BAB 79. Dalam Sepertiga Malam


__ADS_3

"Mas, Ga sabar nungguin akad nikah Kak Sean dan Aurel besok," ujar Adam melepas kancing kemejanya saat acara pengajian hari terakhir Robby selesai. "Dek, kita pindah ke rumah Mas, kapan?"


"Aku juga gak sabar, mungkin kita pindah lusa soalnya besok pagi harus ke rumah Kak Sean buat persiapan akad nikahnya jadi besok malam masih nginap disini, Mas?" jawab Dikta menyusui Akta.


Adam tersenyum, ia kemudian memakai kaos singletnya dan duduk diranjang samping Dikta. "Anak ayah masih bangun aja, tidur yuk, Ayah dan Bunda mau romantisan."


Dikta terkekeh kemudian menyandarkan kepalanya di pundak Adam. "Dek? Kamu tahu gak? Kehadiran kamu dalam hidup Mas benar-benar anugerah banget buat Mas."


"Aku juga beruntung punya suami kayak Mas," jawab Dikta menatap Adam sehingga kini mereka saling bertatapan. "Mas? Aku mau ngomong."


"Apa? Ngomong aja," jawab Adam menidurkan badannya di ranjang.


"Mama Reni boleh ikut kita gak? Aku takut kalau ninggalin Mama Reni sendirian," Dikta menatap Adam dan meletakkan Akta di samping Adam.


Adam memeluk Akta dan mengecup puncak kepalanya. "Kenapa kamu harus izin sama Mas? Kalau kamu mau ayo, apapun untuk kamu Mas mau, lagipula Mas juga khawatir ninggalin Mama Reni sendirian, setidaknya kita berbakti pada Mama."


Dikta tersenyum. "Makasih, Mas."


Dikta berdiri hendak keluar dari kamar sebelum Adam menarik tangannya sehingga membuat Dikta terjatuh menindih Adam. "Mau kemana dek?"


"Mau keluar," jawab Dikta yang membuat Adam membalikkan posisi sehingga kini Adam yang menindih Dikta. "Mau ngapain Mas?"

__ADS_1


"Kamu gak mau gitu ngelayanin Mas suami?" bisik Adam tersenyum penuh makna.


Dikta langsung mendorong wajah Adam menjauh darinya. "Gak malu apa? Tuh dilihat sama Akta."


Adam bangkit ia kemudian menggendong Akta dan mencium pipinya. "Ayah pinjam sebentar Bundamu yah nak, nanti Ayah kasih hadiah adek buat nemenin kamu."


Akta tertawa kecil ala bayi yang membuat Adam menganggap itu adalah sinyal persetujuan dari anaknya.


Adam meletakkan Akta di box bayi kemudian kembali ke ranjang menarlaik Dikta ke pelukannya dan menciumi pipinya.



"Udah jam segini," Sean berjalan keluar dari dalam kamar menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


"Kak? Sepertiga malam juga?" tanya Adam yang baru saja mengambil Wudhu.


"Iya," jawab Sean.


"Yaudah aku ke kamar duluan yah. Dikta udah nungguin," Adam berjalan meninggalkan Sean.


Sean kemudian masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu. Setelahnya dia kembali ke kamar nya dan memakai pakaian koko-nya dan menggelar sajadah.

__ADS_1


Dan memulai sholat di sepertiga malamnya.


Sementara itu di rumah Aurel, Aurel yang sudah melakukan sholat tahajjud mengucap salam dan mulai berdoa.


"Ya Allah, aku memang bukanlah orang yang baik, bahkan aku jauh dari kata baik, aku tahu dikau melarang kami untuk menjalin hubungan diluar pernikahan maka aku mohon lancarkanlah pernikahan ku besok dan bila memang kak Sean adalah jodoh pertama dan terakhir, izinkanlah aku berbakti padanya dari dia membuka mata sampai menutup mata dan bawalah kami berdua bersama ke surgamu," Doa Aurel.


Sean yang juga sudah menyelesaikan sholat tahajjudnya mulai berdoa sendiri. "Aku tidak pernah tahu kalau dia jodohku, tapi aku pernah berjanji. Kalau dia yang ditakdirkan engkau kepadaku, izinkanlah aku bertemu dengannya dua kali, sekali di dunia dan sekali lagi di surga."


Sean dan Aurel mengakhiri doa mereka dengan surah Al-fatihah dan mengucap aamiin di tempat yang berbeda.





TBC


Assalamualaikum


Jangan lupa like

__ADS_1


__ADS_2