
Adam dan Dikta meletakkan cangkir teh tersebut secara bersamaan sebelum kembali mendengar apa saja amalan-amalan yang akan diberikan oleh Ustad Zaky padanya.
"Bisa dilanjutkan Ustad?" pinta Adam yang membuat Ustad Zaky menatapnya dalam.
"Kau tidak membayarku untuk ini dan dari tadi kau memintaku menjelaskan," Ustad Zaky tersenyum yang membuat Adam menggaruk tengkuknya. "Aku hanya bercanda."
Adam menghembuskan napas panjang kemudian menegakkan badannya kembali mendengarkan penjelasan Ustad Zaky.
"Amalan berikutnya adalah, Selalu bersedekah, jangan lupakan sedekah dalam setiap langkah dan tujuanmu, Rasulullah bersabda 'Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah' maka dari itu perbanyaklah sedekah sebelum hari pernikahan kalian," jelas Ustad Zaky yang mendapat raut wajah keseriusan dari Adam dan Dikta.
"Dan yang terakhir adalah, Mempelajari ilmu agama sangat penting, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Qayyim Rahimahullah :Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun akan mendapatkan kesulitan dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan' jadi perbanyaklah beramal."
Adam mengangguk penuturan dan penjelasan Ustad Zaky sangat sampai kepadanya, selanjutnya Ustad Zaky kembali meminum tehnya dan menatap Adam. "Apa hal yang membuatmu jatuh cinta dengan calonmu itu?"
Adam tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu, pipinya memerah kemudian menatap Dikta sekilas. "Karena sikapnya, dan juga perangainya, saya juga pernah memiliki seorang adik perempuan yang sudah meninggal sama persis dengan Dikta."
__ADS_1
Mendengar pernyataan itu Ustad Zaky mendelik. "Jangan! Itu Zihar."
"Zihar?" tanya Adam bingung begitupun dengan Dikta.
"Jika kau jatuh cinta karena sikap dan perangainya silakan tapi jangan sampai karena kau merasa dan menyamakannya dengan adikmu, meski dia masih hidup atau meninggal, karena itu namanya Zihar dan dilarang oleh islam."
"Karena sesungguhnya, islam melarang seorang muslim menyamakan istrinya seperti ibu atau saudari kandungnya," lanjut Ustad Zaky. "Itulah yang disebut Zihar."
Adam tertegun ini baru pertama kalinya dia mendengar istilah ZIHAR yang ternyata memiliki makna tersendiri.
"Zihar itu ialah. Ungkapan yang menjerumuskan kepada persoalan zihar seperti ucapan seorang suami kepada istrinya 'Bagiku engkau seperti punggung ibuku atau engkau haram bagiku sebagaimana haramnya saudara perempuanku' ataupun kalimat lain yang Bahkan ucapan-ucapan kotor lain yang dibenci syariat karena di dalamnya mengandung penganiayaan terhadap perempuan, jadi sebelum kau menjadi suami ingatlah ini baik-baik Adam, jangan sekali-kali kau mengucapkan kalimat-kalimat yang melukai hati istrimu ataupun yang bertentangan dengan agama dalam pernikahan, karena secuil apapun kesalahan, tentunya itu memiliki hukum tersendiri dalam agama," jelas Ustad Zaky kembali.
"M-maaf Ustad, saya tidak akan mengzihar Dikta nanti ketika kami menikah," Adam menunduk.
"Tidak mengapa, anggap saja ini pelajaran sebelum kau menikah, dan tidak sampai salah melangkah," jawab Ustad Zaky. "Karena sesungguhnya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, :'Orang-orang yang menzihar istrinya diantara kamu (seperti menganggap istrinya seperti ibunya), padahal istri mereka itu bukan ibu mereka, dan sesungguhnya mereka itu benar-benar mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta dan sesungguhnya Allah maha pemaaf lagi maha pengampun' jadi sebagai suami kelak jagalah lisanmu dengan baik."
__ADS_1
"Allah juga berfirman, 'Orang-orang yang menzihar istri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka wajib atasnya memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami-istri itu berhubungan atau bercinta. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barang siapa tidak mendapatkan budak maka wajib atasnya berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya berhubungan suami istri. Barang siapa tidak kuasa maka wajib atasnya memberi makan 60 orang miskin demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan rasulnya dan itulah hukum-hukum Allah dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang pedih' betapanya ungkapan Zihar ini jika terjadi, maka dari itu perhatikan detail ini dalam membangun pernikahan mu diatas Syariat agama,"
Mendengar itu Adam mengangguk ia benar-benar mendapat pelajaran berharga hari ini untuk membawanya menjadi suami yang baik kelak.
•
•
•
TBC
Isi Novelnya Agama mulu?
Maka ketahuilah Ali Bin Abi Thalib berkata "Semua penulis akan meninggal hanya karyanya yang abadi sepanjang masa, maka menulislah untuk membahagiakanmu di akhirat kelak."
__ADS_1
Maka biarkanlah Author berkarya sambil mendapat pahala.