
"Assalamualaikum," Suara Adam bergema di dalam rumah Mama Reni saat Sean membukakan pintu untuknya.
Hari ini Adam tidak mengikuti pengajian kematian Robby karena operasi mendadak yang dia lakukan sampai jam dua belas malam.
"Baru pulang kamu?" tanya Sean memakai seragam lengkapnya.
"Iya kak, kakak mau ambil shift malam lagi?" tanya Adam balik yang membuat Sean mengangguk.
"Iya, besok pagi baru pulang, ini kuncinya pintunya jangan lupa ditutup yah, kakak berangkat dulu, Assalamualaikum," jawab Sean berjalan keluar disambut balasan salam dari Adam.
Adam masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya, dia melepas sepatunya kemudian berjalan masuk kedalam kamar, disana dia melihat Dikta masih terjaga karena menunggu kepulangannya.
"Assalamualaikum, kamu belum tidur sayang?" tanya Adam menaruh tasnya dan duduk di ranjang.
"Waalaikumsalam," Dikta tersenyum kemudian langsung memeluk suaminya itu dan mencium pipinya. "Belum ngantuk, aku nungguin Mas Adam."
Adam tersenyum dia tahu Dikta berbohong, yang membuat Adam segera menarik Dikta ke pangkuannya.
"Mas besok aku mau nemuin sahabat aku, Gevanya dan Anjani bareng Aurel, Mas izinin gak?"
Adam mengangguk setuju. "Pergi aja sayang, besok Mas libur jadi bisa jagain Akta."
"Udah makan belum?" tanya Adam pada Dikta.
__ADS_1
Dikta mengangguk kemudian yang membuat Adam memijat pelan bahu Dikta. "Capek gak? Pasti capek seharian ngurusin Akta."
"Harusnya aku yang nanya gini kan Mas Adam yang kerja, sana Mas Adam bersih-bersih dulu, udah sholat kan?" tanya Dikta balik.
Adam mengangguk kemudian berdiri, ia melepas kemeja dan celananya lalu mengambil handuk untuk membersihkan diri di kamar mandi.
Disaat Adam pergi, suara ponsel Adam berdering, Dikta yang melihat itu segera mengambilnya dan ternyata yang menelepon adalah Bianca.
Dikta mengangkatnya kemudian berbicara. "Suami aku udah sampai rumah mau nitip salam? Gaada yah oke, Assalamualaikum."
Dikta langsung mematikan telepon tersebut tanpa sempat Bianca berbicara, Dikta mengecek riwayat panggilan Adam dimana setiap telepon dari Bianca dia tidak jawab yang berarti Adam sangat menjaga jarak dengan wanita lain selain istrinya.
Dikta yang sudah lelah merebahkan dirinya di ranjang sembari memeluk Akta kemudian membuat Adam yang baru saja sampai di kamar setelah bersih-bersih menghangat melihat pemandangan ini.
Adam mengetahui bahwa Dikta dan Bianca kini ada konflik karena Adam mendapat kabar ini dari teman dokternya yang merupakan pria yang selalu bersama Bianca.
Setelahnya Adam memakai kaos singletnya dan tidur diranjang dengan posisi Akta ditengah, kini Adam dan Dikta tertidur dengan memeluk Akta.
•
"Argh!"
Adam terbangun dari tidurnya setelah sholat subuh tadi pagi, ia langsung tidur lagi berbeda dengan Dikta yang sudah rapih karena hari ini dia akan pergi bersama Aurel kerumah sahabat mereka.
__ADS_1
"Mas kenapa?" tanya Dikta yang melihat Adam memegangi lehernya.
Adam melirik Dikta. "Kayaknya salah bantal."
Dikta hanya ber-oh-ria kemudian mengambil bantal bekas Adam dan memukulkannya ke leher Adam.
"Ah!" keluh Adam tersentak.
"Gimana masih sakit gak?" tanya Dikta yang membuat Adam cemberut. "Jangan gitu ih nanti gantengnya hilang, sini deh aku bisikin."
Adam mendekat kepada Dikta. "Apa?"
"Masa haid aku udah habis," bisik Dikta yang membuat Adam tersenyum.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
__ADS_1
Jangan lupa like