
Dikta terdiam tidak menjawab, ia bimbang bagaimana dia harus menjawab pinangan dan lamaran Adam yang mendadak begini.
"A-aku seorang Janda, apakah Mas Adam mau menikahi seorang Janda sedangkan banyak anak gadis diluaran sana?" tanya Dikta balik dengan raut wajah bimbang.
"Kenapa kalau kau Janda? Apakah itu masalah? Aku mencintaimu apa adanya, Dikta," jawab Adam menegakkan badannya dan menatap Dikta dalam.
"T-tapi stigma masyarakat-"
"Hilangkan stigma dan pemikiran negatif itu Dikta," Ustad Zaky memotong ucapan Dikta. "Allah tidak pernah menganjurkan seorang wanita menjadi janda, tapi ada banyak kebaikan menikahi seorang janda."
Ustad Zaky menatap Adam dan menepuk bahunya. "Beruntunglah engkau jika bisa menikahi Dikta, selain akhlak dan paras dia juga merupakan seorang wanita yang dirindukan surga."
"Apa saja kebaikan-nya Ustad?" tanya Adam yang membuat Ustad Zaky tersenyum.
__ADS_1
"Yang pertama adalah meneladani Rasulullah SAW, menikahi janda merupakan teladan Rasulullah SAW. Dalam riwayatnya, beliau memutuskan untuk menikahi seorang janda. Apabila pilihan ini dinilai sebagai tindakan yang baik, maka InsyaAllah menikahi seorang janda merupakan suatu tindakan kebaikan," jelas Ustad Zaky. "Yang kedua ada, menikahi janda adalah anugrah, pilihan menikahi seorang janda disebur, sebagai berkah dan juga membawa anugrah dalam hidup. Apalagi jika niat tersebut ingin melindungi dari fitnah maupun hal buruk yang mungkin bisa terjadi."
“Maka ketahuilah Adam, dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan, Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan salat di malam hari," Ustad Zaky berjalan ke arah Dikta. "Ketiga, bukankah seorang Janda, jauh lebih berpengalaman?"
Adam menundukkan muka sedangkan Dikta memerah seketika pipinya mendengar penuturan Ustad Zaky.
"Kau pikir berpengalaman dalam bentuk apa?" Ustad Zaky tersenyum kecil disambut cengiran dari Adam dan Sean. "Janda disebut lebih berpengalaman dalam berumah tangga. Karena sudah pernah menikah, seorang janda biasanya akan lebih berhati-hati saat menjalani pernikahan selanjutnya, termasuk dalam menanggapi masalah rumah tangga."
"Yang terakhir adalah, Sumber rejeki, ini juga untukmu Sean, menikahi seorang janda atau gadis perawan, dengan niat baik serta ingin mengangkat derajatnya, termasuk perilaku yang terpuji. Bahkan, dengan menikahi perempuan merupakan sumber ladang rejeki, karena telah dijelaskan dalam hadist, bahwa Nikahilah wanita, karena akan mendatangkan harta bagi kalian."
"Jadi apalagi yang kau tunggu? Terimalah dia, jika dia imam yang baik untukmu," Ustad Zaky menatap Dikta dan tersenyum kepadanya.
Adam kembali berlutut dihadapan Dikta dan menyodorkan kotak cincin tersebut kepada Dikta. "Maukah kau menjadi istriku?o
__ADS_1
Dikta menarik napas panjang dan sejenak menganggukkan kepalanya. "Aku mau."
Adam tersenyum, ia berdiri kemudian memakaikan cincin tersebut ke jemari Dikta, sekilas Adam meneteskan air mata penantian selama lima tahun tertunda kini terbayar lunas, jika saja mereka sudah sah, Adam ingin sekali mendekap erat tubuh Dikta dan mengatakan bahwa dia adalah pria paling beruntung di dunia.
Adam beralih mengambil Akta kedalam gendongannya, dan mencium pipi anak tersebut, walaupun dia bukan ayah biologisnya dia sudah berikrar dan berbicara lewat hati ke hati dengan Allah dalam sepertiga malamnya bahwa dia akan memperlakukan anak tersebut seperti anaknya sendiri.
•
•
•
TBC
__ADS_1
Setelah dipikir AKTA itu kayak singkatan Adam dan Dikta gak sih wkwkwkw.