Semua Demi Ibu

Semua Demi Ibu
Nissa


__ADS_3

Malam itu Nissa merasa gelisah, pikirannya tidak tenang.


Setelah ia melihat hubungan Ayu dan Sani yang semakin melekat, ia merasa sangat iri dengan kakaknya.


"Kak Ayu sangat cantik, dan jika aku memang kembar, seharusnya aku juga cantik, tapi kenapa...kenapa tidak seberuntung kak Ayu.."


Dia merasa tidak mendapatkan keberuntungan seperti yang didapatkan kakaknya.


"Kak Ayu mendapatkan mas Sani, Lelaki yang Ganteng, Baik, Jenius, Bertanggungjawab dan Semangat berjuang, sedangkan aku, bahkan mendekati 1 lelaki saja tidak berhasil"


Dia seakan menyesali nasibnya yang berbeda dengan kakaknya.


Dia menilai segalanya hanya dari luarnya saja, dan tidak berusaha menyelami keadaan yang sesungguhnya terjadi.


Ayu adalah wanita yang lembut, semangat belajar dan ramah kepada siapapun.


Berbeda dengan dirinya yang sedikit keras, Manja dan Arogan.


Dia selalu ingin terlihat paling hebat diantara teman-temannya.


Dia juga selalu bersikap sombong apabila berteman dengan Gadis yang ia rasa masih kalah cantik darinya.


Tapi dia tidak menyadari hal itu, dia hanya melihat jika Ayu hanya beruntung saja mendapatkan hati Sani.


"Andai saja aku yang lebih dulu kenal dengan Sani, pasti dia juga jatuh hati padamu, aku mungkin tak sepandai kak Ayu, tapi aku lebih menarik, karena aku lebih mengerti cara merias diriku dibanding kak Ayu yang terkesan kuno dan kampungan"


Pikiran yang sombong dan Arogan Nissa sangatlah besar, hanya saja dia pandai menyembunyikannya dari orang tua dan saudaranya.


"Aku sudah menghasut ibu supaya tidak mengijinkan kak Ayu pergi dengan mas Sani, tapi kenapa Ayah malah membelanya, ini benar-benar menyebalkan..!!"


"Padahal aku sudah katakan kepada Ibu, bahwa pengunjung di pantai itu selalu melalukan hubungan terlarang, karena disana ada Hotel yang tarifnya murah, itulah sebabnya, pantai yang tak begitu indah itu selalu Ramai, karena tujuan mereka bukanlah ke Pantai, tapi hanya karena ingin melepas dan mengumbar nafsunya di Hotel itu"


"Aku harus katakan ke Ibu, supaya mau menyelidiki kak Ayu, apakah disana hanya berwisata, atau.....sudah melakukan hubungan badan dengan Sani..aku harus katakan itu"


Nissa pun mulai mengatur siasatnya untuk mengadu Ibu dengan kakaknya.


Semenjak kedatangan Sani ke rumah mereka, Nissa langsung jatuh Hati kepada Sani.


Pria itu begitu mempesona di matanya.

__ADS_1


Postur tinggi, badan yang tegap, wajah yang tampan, perilaku yang sopan, semua ada di Sani.


Sejak saat itulah, dia memendam rasa iri dengki kepada saudaranya sendiri, pikirannya sudah dipenuhi oleh ambisi untuk memiliki Sani.


"Aku tidak tau apakah Sani akan mau denganku atau tidak, tapi sekarang, aku harus mengatur rencana agar kak Ayu berpisah dengan Sani, bagaimanapun caranya..!!"


Nissa benar-benar sudah dibutakan oleh ambisinya mendapatkan Sani, dia sudah tidak peduli lagi dengan kakaknya.


Dia bahkan tidak pernah berfikir, bahwa tidak mungkin Sani akan tertarik padanya.


Sekalipun putus dari Ayu, tidak mungkin Sani akan berpindah ke Hari Nissa, sangat tidak mungkin.


Selama ini, Nissa telah banyak merenggut banyak hal dari Ayu.


Dia tidak pernah membantu Ibunya, karena merasa cukup Ayu saja yang membantu.


Jika dia menangis saat bersama Ayu, maka Ayu lah yang akan disalahkan.


Jika nilainya buruk, maka Ayu lah yang ditegur, karena tidak membantu adiknya belajar.


Dia bebas keluar malam dengan alasan belajar di rumah teman, sedangkan Ayu sangat dibatasi oleh ibunya.


"Saniii...andai saja kau jadi milikku, akan ku berikan semua yang kumiliki ini untukmu, semuanya...bahkan diri ini, akan ku serahkan sepenuhnya untukmu...ahhh"


Dia terlentang di kamarnya, membayangkan Sani sedang merengkuh Cinta dan Kasih Sayang darinya.


Kedua tangan Nissa telah melakukan hal yang menjijikkan atas tubuhnya sendiri.


Dengan membayangkan Sani, dan menjadikan Fantasi dalam pikirannya, Nissa tiba-tiba melenguh panjang, dan mengejang setelah menuntaskan nafsunya menggunakan tangannya sendiri.


"Ohhh ...Sani, hanya dengan membayangkanmu saja rasanya sungguh nikmat, apalagi jika benar-benar bisa menyentuhmu, Aku berharap itu bisa benar-benar terjadi..."


Dia berbicara ngelantur bak wanita nakal.


"Aku tidak peduli dengan Ayah atau Ibu, aku juga tidak peduli dengan nasib kak Ayu nanti, aku hanya menginginkan dirimu..ohh mas Sani..."


Nissa telah melewati batasnya, dia telah dibutakan Nafsunya, dan bahkan akal sehatnya telah diselimuti oleh Ambisi yang menggebu-gebu untuk meraih Hari Sani.


"Deg..!"

__ADS_1


Tiba-tiba Nissa kaget karena teringat sesuatu.


"Bagaimana jika kemarin mereka benar-benar telah melakukan hubungan suami istri? bagaimana jika kak Ayu benar-benar akan Hamil? Ayah dan Ibu pasti akan menikahkan mereka, dan aku tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Sani..!!"


"Tidak, ini tidak boleh terjadi, tidak boleh, aku harus melakukan apapun untuk mencegah kehamilan kak Ayu jika memang mereka benar-benar telah melakukan hubungan terlarang itu..!!"


Nissa benar-benar seperti orang Gila, dia berbicara tak karuan, berprasangka buruk terhadap saudara kandungnya sendiri.


Meskipun apa yang ia sangka itu memang benar adanya, tapi tak seharusnya dia memendam rasa Iri dan dengki seperti itu.


"Besok aku harus benar-benar meyakinkan Ibu, aku harus memintanya untuk bertanya kepada kak Ayu, apakah mereka benar-benar sudah melakukan hubungan terlarang."


Niat buruk Nissa benar-benar sudah kuat, tekadnya untuk menghasut ibunya sudah bulat.


Lalu ia pun bangkit dari ranjangnya, kemudian berjalan menuju lemarinya.


Dia memandangi tubuhnya melalui kaca itu, mulai dari wajah hingga kaki, kemudian berputar.


Lalu dia mengelus pipinya sendiri sambil berbicara pelan.


"Aku juga cantik, sama seperti kak Ayu, aku juga terlihat lebih seksi dibanding dia, bagian ini malah lebih besar dibanding milik kak Ayu." Ia menyentuh dadanya.


Dan tiba-tiba gairahnya memanas kembali, ia pun segera kembali ke ranjangnya,, merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang.


"Ohhh....mas Sani...sentuhlah aku sesukamu, milikilah aku sepuasmu, gapailah semua yang kau mau, bahkan hingga kau lemas..."


"Assshhh ...."


Dia pun mengulangi perbuatan menjijikkan itu, dan selalu membayangkan wajah tampan Sani yang sedang Mengaguminya.


Seakan-akan sudah memiliki Sani, dia berulang kali menyebut nama Sani.


Dan saat berada di puncaknya, dia kembali melenguh panjang dan mengejang beberapa kali.


"Ohhh....Sani...nikmat sekali, kamu nikmat sekali maassss"


Setelah menyelesaikan ritual bejat itu, dia merasa lelah dan lemas, kemudian perlahan mulai menuju alam mimpi.


Kegilaannya terhadap Sani, telah menjerumuskannya ke dalam jurang kesalahan yang sangat dalam.

__ADS_1


Hingga menaruh rasa isi dan dengki, serta dibalut dengan sedikit kebencian terhadap saudaranya sendiri.


__ADS_2