Semua Demi Ibu

Semua Demi Ibu
Tak Direncana


__ADS_3

Malam itu Sani pun berangkat menuju Rumah Ayu.


Tanpa memberitahu sebelumnya, Sani sengaja ingin sedikit memberi kejutan kepada kekasihnya itu.


Pak Galih, Bu Indri dan Ayu malam itu duduk di teras rumah, mereka sedang mengobrol santai disana.


Hanya Nissa yang tak terlihat, karena semakin hari, kebencian Nissa kepada Ayu semakin kuat dan membesar.


"Gimana, sekolah kamu lancar-lancar saja kan Nak?"


Bu Indri mencoba menunjukkan perhatiannya kepada Ayu, setelah kemarin mereka sempat bersitegang.


"Iya Bu, semua lancar, tidak ada kesulitan yang berat, semua bisa diatasi dengan santai." Jawab Ayu sembari tersenyum.


"Hubunganmu dengan Sani lancar juga kan?"


Pak Galih sedikit menggoda anak sulungnya itu.


"Iiiih....Ayah apaan sih..." Ayu merasa malu dengan pertanyaan Ayahnya itu.


"Haaahaaa..." Pak Galih pun tertawa melihat reaksi anaknya itu.


Tiba-tiba ada motor yang berbelok menuju halaman rumah mereka.


"Itu bukannya Sani?" Pak Galih masih belum jelas karena silau dengan lampu motor itu.


"Sepertinya iya.." Bu Indri menimpali.


"Ada apa ya, kok nggak ngasih kabar dulu kalau mau kesini." Ayu yang saat itu belum mengerti tujuan kedatangan Sani.


Sani pun segera turun dari motornya dan mendekati mereka.


"Selamat malam Om..Eh Yah, Bu.." Sani merasa malu karena masih canggung memanggil mereka dengan panggilan Ayah dan Ibu.


Sedangkan Pak Galih dan Bu Indri tersenyum melihat kecanggungan Sani, mereka pun berdiri untuk menyambut pacar anaknya itu.


"Selamat malam juga Nak, mari masuk." Pak Galih mempersilahkan Sani masuk, lalu mempersilahkan duduk.


"Ada apa San? kok kelihatan mendadak, sampai Ayu pun tidak kamu kasih tau kalau mau kesini..."


Tanpa menanyakan kabar, pak Galih langsung menanyakan tujuan kedatangan Sani.


"Ehh....begini Om, Eh Yah.."


Mendengar kekeliruan Sani, pak Galih, bu Indri dan Ayu langsung tersenyum.


"Besok sore Sani mau berangkat bertanding, jadi tujuan Sani kesini untuk meminta Ijin dan Do'anya, supaya Sani diberi kelancaran dalam pertandingan nanti."


"Ooohhh....begitu, aku kira ada apa, kok mendadak sekali.."


Pak Galih dan Bu Indri terlihat lega setelah tau tujuan Sani yang sebenarnya.


"Kalau Ayah dan Ibu sih pasti mengijinkan, dan juga pasti mendo'akan, kita hanya punya ijin dan do'a untuk kamu, semoga kamu mendapatkan Hasil yang maksimal."


"Iya, terima kasih banyak Om, Eh Yah, Bu..terima kasih."


Sekali lagi Sani keliru memanggil mereka.


"Hanya itu kan tujuannya kesini?" Ayu tiba-tiba bertanya kepada Sani.


Sani, pak Galih dan Bu Indri langsung memandang Ayu secara bersamaan.


"Maksudnya?" Sani bingung dengan maksud dari pertanyaan Ayu.


"Yaaaa ...kalau cuma itu saja, berarti sudah cukup, kalau sudah cukuuup....Emm...kita bisa jalan-jalan keluar." Ucap Ayu sambil cengengesan.

__ADS_1


"Astagaaaa...." Sani kaget dengan kalimat Ayu.


Pak Galih dan Bu Indri pun tertawa mendengar kata-kata anaknya.


"Ya sudah, mumpung masih sore, kalau mau keluar, berangkat sekarang saja." Pak Galih memberikan ijin kepada Ayu dan Sani.


"OK, aku ganti pakaian dulu ya." tanpa menunggu persetujuan dari Sani, Ayu langsung berlari menuju kamar untuk ganti baju.


Sani pun merasa malu kepada pak Galih dan bu Indri, tapi ia pikir, buka dia yang mengajak, jadi tidak perlu malu dengan orang tua Ayu.


Setelah menunggu beberapa saat, Ayu pun keluar dari kamarnya, Sani sedikit kaget, Ayu bahkan terlihat sangat cantik meskipun tanpa make up.


"Yuukk...!" Ajak Ayu sambil tersenyum.


Lalu Sani pun bangkit.


"Yah, Bu, Ayu mau Sani ajak keluar dulu ya."


Sani pamitan kepada orang tua Ayu.


"Iyaa, hati-hati ya kalian, jangan pulang terlalu malem."


Bu Indri berpesan kepada Sani dan Ayu.


"Jangan terlalu larut Yu, Sani harus istirahat yang cukup, lagipula, kamu yang mengajak keluar, bukan Sani, jadi seharusnya Sani tidak perlu meminta ijin kepada Ayah dan Ibu."


Pak Galih pun menasehati Ayu dan seakan membela Sani.


"Iyaaa iyaaa...." Ayu pun menjawab sambil melangkah keluar dan diikuti Sani di belakangnya.


Mereka pun segera berlalu dengan motor Sani.


Dari samping rumah, ada sepasang mata yang menatap mereka, tatapan yang penuh kebencian.


Nissa sudah seperti orang yang tidak berakal, bagaimana mungkin, lelaki yang sedang dimabuk Asmara dengan Kakaknya, akan dia goda dan berusaha merebutnya.


Namun ambisi dan hasratnya seperti sudah tidak terkendali lagi, dia sangat terobsesi dengan Sani.


"Mau kemana sih, tiba-tiba ngajak keluar aja?" Sani saat itu masih belum tau tujuan Ayu.


"Ke kafe dekat pantai, yang biasanya." Jawab Ayu singkat.


"Astagaaa....emang kenapa harus kesana Sayang?"


Sani berusaha protes..


"Mau nggak? Kalau nggak mau, ya udah kita pulang lagi..!" Ayu menjawab dengan tegas namun bernada Rendah.


"Haduuuuhhhh.....Ibu negara sekarang jadi Sadiiissss....bisa kurus nih badan.." Sani sedikit mengejek Ayu.


"Ckckckck...nggak gitu juga, emang kenapa sih nggak mau?"


Belum sempat Sani menjawab, Ayu mendekatkan wajahnya ke helm Sani.


"Kamu nggak mau peluk aku? kamu nggak ingin cium aku?"


"Hehe....ya mau sih, rejeki kok di tolak...ckckckck" Sani terkekeh.


"Ya udah kalau gitu jangan banyak protes, jadi cowo bawel banget sih..!!"


Ayu berbicara dengan nada sedikit sewot.


"Haaahaa....kenapa sih galak banget, kek abis makan cabe seladang aja...ckckckck"


"Diem kenapa..!!!" Ayu sedikit meninggi.

__ADS_1


Sani pun langsung terdiam, namun ia menahan senyumnya.


Mereka pun menikmati perjalanan melewati hingar bingar suasana malam di jalan perkotaan.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di tempat tujuan.


Sani dan Ayu langsung memesan minuman dan makanan Ringan.


Kemudian mereka pun menuju tempat duduk yang sebelumnya pernah mereka tempati.


"Sejak pertama, kedua, dan sekarang ketiga, tempat duduk kita nggak pernah pindah dari kursi ini ya..ckckckck" Ayu merasa lucu karena berkali-kali ke tempat itu, namu berada di tempat duduk yang sama.


"Iya...kok bisa gitu ya..." Sani pun keheranan.


Setelah minuman dan camilan yang mereka pesan sudah datang, mereka pun segera menikmati itu.


Lalu Ayu mengajak Sani berjalan-jalan di pantai itu.


Sani yang sudah paham dengan tujuan Ayu pun segera menuruti keinginan Pacarnya itu.


Setelah berjalan beberapa menit, Ayu dan Sani menemukan tempat duduk yang menghadap ke Laut, lantas Ayu menyuruh Sani untuk duduk, tanpa di duga, Ayu justru duduk di pangkuan Sani.


"Heyy....apa-apaan ini...???" Sani sangat kaget melihat kelakuan kekasihnya itu.


"Bisa nggak, kamu diem, nggak banyak protes dan nggak cerewet..!!! Makin lama makin bawel aja..nurut aja kenapa.." Ayu sedikit jengkel dengan kekagetan Sani.


"Ya nggak gitu, kalau sampai ada yang melihat kak malu sayang.."


Sani mencoba mengingatkan Ayu, kemudian Ayu mendekatkan wajahnya ke wajah Sani.


"Hei, kamu ingat beberapa waktu lalu, kamu menyentuh tubuhku di sekitar sini, kenapa sedikitpun kamu tidak takut dilihat orang?"


"Ya deh iyaaaa...heeeh dasar betina..!!"


Mendengar kalimat Sani, Ayu langsung melotot, dan Sani pun menahan senyumnya.


Dan tiba-tiba..


"Cuppp..." Ayu menempelkan bibirnya ke bibir Sani.


Awalnya Sani kaget, namun akhirnya mereka sama-sam menikmati moment itu.


Saling berpagutan cukup lama.


Sesaat kemudian, mereka melepaskan ciuman, dan Ayu langsung menciumi seluruh bagian wajah Sani.


Meskipun sempat kaget, namun akhirnya Sani hanya menerima saja perlakuan kekasihnya itu.


Tanpa sedikitpun melewatkan bagian di wajah Sani, Ayu kemudian berhenti dan menatap wajah kekasihnya, kemudian ia membelai pipi Sani dengan lembut.


"Ganteeeng...kamu benar-benar ganteng malam ini."


"Ada apa sih, kok sikap kamu agak berbeda?" Sani merasa jika kelakuan kekasihnya itu agak berbeda dari biasanya.


"Nggak apa-apa kok, cuma kangen aja.."


Jawab Ayu singkat, lalu sedetik kemudian dia mulai menyerang Sani.


Mereka pun menikmati moment kebersamaan itu.


Hingga waktu menunjukkan pukul 20.30, mereka akhirnya bergegas dari tempat itu.


Setelah sampai di rumah Ayu, Sani langsung berpamitan karena ingin langsung beristirahat.


Saat Sani pergi, sepasang mata yang penuh ambisi, gairah dan kelicikan, menatap Sani dari dalam kamarnya...

__ADS_1


__ADS_2