Semua Demi Ibu

Semua Demi Ibu
Perdamaian


__ADS_3

Malam hari setelah belajar, Sani membuka sosial medianya, tanpa sengaja dia melihat Story Zaiyu yang memposting dirinya sedang berfoto dengan adiknya.


Sani kaget karena mereka berdua sama persis.


Lalu mulai nge-chat Zaiyu


"Kok sama persis, kembar ya?"


"Hehe iya kak"


Balas Zaiyu sambil memberi emoji tersenyum


"Itu Kakak apa Adik?"


Sani melanjutkan


"Itu Adik kesayanganku hehe"


"Owh..dia satu kelas sama kamu?"


"Enggak kak, dia sekolah di SMA 3"


"Lhoh, kok malah beda sekolahan?"


"Nggak tau, dia sendiri yang pilih"


"Ohhh gitu"


"Iya kak, Emm tadi ada kejadian apa kak?"


Sani paham dengan pertanyaan Ayu, dia berfikir pasti Ayu melihat kejadian tadi siang.


"Hehe ada masalah kecil, tadi berantem sama Rindra"


Jawab Sani sambil memberi emoji nyengir


"Kenapa harus berantem, kan bisa dibicarakan baik-baik kak?"


"Iya, tadi aku kelewat Emosi soalnya, jadi gak bisa kontrol"


"Owh, besok-besok jangan berantem lagi ya kak, Ayu takut lihatnya"


"Hehe iya Yu, makasih ya udah diingetin"


"Sama-sama kak, Ayu tidur dulu ya, met malem"


"Iya, mimpi indah ya"


Lalu Ayu membalas dengan emoji senyuman.


Dan Sani pun juga berangkat menuju dunia mimpinya.



Pagi harinya, Sani berangkat sekolah menggunakan sepedanya lagi.


Dia tidak ingin merepotkan Uki, karena rumahnya memang tidak satu jalur.



Dia berusaha melupakan segala masalah yang terjadi, dia tidak ingin kebencian menghantui pikirannya terus menerus.



Sampai di sekolahan, Uki sudah menunggu di parkiran, lalu mereka berjalan bersama menuju Kelas mereka.


Sebelum sampai ke Kelas, mereka melihat Rindra datang bersama Odi dan Tijar mendatangi mereka.



"San, gw minta maaf ya..!!"


Rindra mengulurkan tangannya kepada Sani.



Sani terperanjat, serasa tak percaya.


Dia menatap Rindra, lalu melihat uluran tangannya, lalu kembali menatap Rindra.



Tanpa berfikir panjang lagi, Sani menjabat tangan Rindra


"Gw juga minta maaf ya, atas kejadian kemarin"



"Gw yang salah, gw yang udah mulai duluan, dan yang lu lakuin karena perbuatan gw yang keterlaluan"



Sani pun mengangguk sambil tersenyum, lalu mereka saling berpelukan.



Lalu Odi dan Tijar juga meminta Maaf kepada Sani.



"Dimana Farhan?"

__ADS_1


Sani bertanya kepada Rindra



"Heh dia marah sama gw, mungkin dia gak mau lagi berteman sama gw, karena takut gw berbuat jahil lagi"



"Hehe kalau nanti ketemu, gw sampaikan kalau kita udah berdamai"


Timpal Sani.



"OK, sampai nanti ya, gw mau ke kantin dulu.


Balas Rindra.



"Hei Farhan..!!"


Teriak Sani ketika melihat Farhan


Farhan pun lalu mendekat ke arah Sani dan langsung mengulurkan tangannya


"San gw minta maaf ya"


"Hehe iya, gw maafin, tadi Rindra dan temen-temennya juga udah minta Maaf sama gw"


"Hah Rindra minta maaf?, Lu serius?"


"Iyalah, masa gw bohong"


"Jujur gw gak nyangka, padahal gw mau jauhin dia karena gak mau terlibat ulah jahilnya"


"Haahaa, mending lu samperin dia deh, dia lagi ke kantin, biar gak salah paham, biar kita semua tetep bisa temenan"


"OK, deh gw samperin dia"


Farhan pun berlalu mengejar Rindra.



"Ki, itu Ayu kan?


Sani menunjuk ke arah seseorang



"Kek nya iya..."



Sani lari sambil tersenyum



"\*\*\*\*\*\* Lu..!!


Timpal Uki sambil berlalu menuju kelas



"Hei, Yu"


"Eh Kak, ada apa?"


Ayu sekilas menatap Sani lalu tertunduk malu-malu.


"Ehh ..anu gw tadi mau ngomong apa ya..."


Sani garuk-garuk kepala belakangnya karena kebingungan mau ngomong apa sama Ayu


"Emm udah gak berantem lagi kan?"


"Eh enggak enggak, tadi udah ketemu Rindra, kita saling minta maaf dan memaafkan, udah damai kita hari ini"


"Ow syukur deh kalau begitu"


"Iya hehe..anu Yu, em kamu udah punya pacar?"


"Hah..apa kak?"


"Hehe ya itu tadi, aku malu mengulanginya"


Sani bener-bener cengar cengir kebingungan


Ayu tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Meskipun dia merasa senang, tapi ini terlalu cepat, karena mereka baru saling mengenal beberapa hari yang lalu.


Kendati Ayu sudah lama memperhatikan Sani, tapi sebelumnya mereka benar-benar belum saling mengenal.


Ketika Sani mau ngomong sesuatu, tiba-tiba Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi, Sani langsung pamit dan berlari menuju kelasnya.


"Yu, aku duluan ya"


"Iya kak, hati-hati"


Ayu menjawab sembari tersenyum hangat.

__ADS_1


Mendadak Sani berhenti berlari,


"Yu, senyum kamu manis banget"


Lalu Sani melanjutkan larinya


Seketika wajah Zaiyu memerah karena malu sekaligus kegirangan.


Lalu ia pun berjalan menuju kelasnya.



Sani merasa ada warna baru dalam harinya, dimana dia sudah berdamai dengan Rindra, serta hubungannya dengan Ayu semakin dekat.



Dia pun merasa semakin semangat menjalani harinya, termasuk persiapan pertandingan antar pelajar saat acara perpisahan nanti.



Setiap hari menjalani latihan fisik yang semakin lama semakin berat, semakin panjang durasi latihannya, sehingga fisiknya pun semakin kuat.



"Kau sudah kelihatan sumringah?"


Pak Hambali bertanya karena melihat Sani terlihat sering tersenyum.



"Hehe begitulah, aku sudah berdamai dengan anak nakal itu"


Ucap Sani sambil tersenyum



"Tapi yang membuatmu bahagia bukan hanya itu kan?"



Sani menoleh ke arah pak Hambali sambil mengerutkan kening



"Aku sangat tau Hal apa yang paling sering dihadapi anak seusiamu"


Ucap pak Hambali sambil tersenyum



"Ya sudah, sepertinya hati dan pikiranmu sudah tenang, nanti malam kita bisa mulai latihan pernapasannya"



"OK, siap Guru..!!"


Jawab Sani sambil tangannya Hormat bendera ke arah pak Hambali



Malam hari sepulang dari latihan pernapasan, Sani istirahat di teras depan rumahnya.


"San, mau ibu buatin Kopi Nak?"


"Mau Bu, hehe"


Beberapa menit kemudian Ibu Sani keluar sambil membawa Kopi untuk Sani.


"Makasih banyak ya Bu"


Ucap Sani yang dibalas dengan senyuman Ibunya.


"Bu, Sani sudah boleh pacaran?"


Ibu Sani kaget dengan pertanyaan Sani,


Dia tidak menjawab pertanyaan Sani, karena masih terkejut dengan pertanyaannya.


"Kenapa Bu, kok tidak menjawab?"


"Boleh saja Nak, asal dia Gadis baik-baik"


Ibunya menghela nafas agak panjang


"Kamu sudah dewasa Sani, sudah waktunya kamu belajar menentukan semua urusanmu sendiri, dan tidak selalu bertanya pada Ibu"


"Dia Gadis baik kok Bu, dia Anggun dan penuh keibuan seperti Ibu sendiri"


Ibu Sani tersenyum dan merasa Tersanjung mendengar pujian anaknya itu.


"Segera habiskan kopimu lalu istirahat, Ibu mau Istirahat duluan ya"


Pungkas Ibunya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Iya Bu, selamat istirahat"


Jawab Sani sambil tersenyum.


Sani pun masih menikmati kopinya sambil mendengarkan nyanyian hewan malam.


Karena rumahnya dekat dengan area persawahan.

__ADS_1


Ada rasa sedih terbesit, karena beberapa bulan lagi akan berpisah dengan teman-temannya di sekolah.


Tapi Sani menepis perasaan itu, karena dia sadar bersamaan dengan perpisahan itu, artinya dia akan menjalani kehidupan baru yang sebenarnya.


__ADS_2