
Renata baru sampai setengah jam yang lalu. Sesampainya dirumah dia langsung menuju kamarnya untuk melakukan ritual nya.
Saat keluar dari kamar mandi dia kaget melihat sosok Arsen yang sudah ada dikamarnya sambil tiduran diatas kasur miliknya.
"bang lo ngapain si? Sono ah gue mau istirahat" ucap renata sambil menarik lengan Arsen.
Yah renata sudah menggunakan piyama tidurnya didalam kamar mandi. Cuma ada handuk kecil yang masih melilit dikepalanya.
"mana ada istirahat lo de,gue kesini disuruh mami katanya suruh lo dandan yang cantik" ucap Arsen.
"lah mau ngapain anjir ini udah malem. Gue mau tidur"
"katanya sih calon suami lo sama keluarganya mau datang sekarang"
"what!!" teriak renata.
Arsen mengusap telinganya "udah cepetan deh gausah banyak protes gue tunggu dibawah bay" ucap Arsen sambil mencium pipi renata.
Renata masih terus ngedumel. Tetapi tangannya bergerak untuk memilih baju yang akan ia kenakan. Dia memoles wajahnya dengan make up natural.
Sudah hampir 20menit Renata masih diam didalam kamar. Sampai suara ketukan pintu terdengar Renata berjalan ke arah pintu.
Ceklek
__ADS_1
Arsen sudah ada dihadapannya. Kali ini Arsen sudah mengganti pakaian nya lebih rapi.
Tanpa aba-aba Arsen menarik lengan renata. Renata yang tidak siap hampir saja terjatuh kalau Arsen tidak menahannya.
"astaga bang untung gue gak nyungsep sabar apa,gue yang mau di jodohin kenapa lo yang ngebet si" cibir Renata.
"lagian lo lama,mami udh ngoceh dibawah noh, keluarga laki lo juga udh dateng" jelas Arsen.
"calon bang" koreksi Renata.
"serah lo, udah ayo ah cepetan entar gue kena semprot lagi sama mami" Arsen menarik lengan Renata paksa. Mau tak mau renata mengikuti langkah Arsen meski sedikit kewulahan.
Mereka berdua menuruni tangga. Semua orang yang ada di ruang tamu menoleh saat mendengar langkah kaki.
Diana tersenyum manis ke arah Renata dan menepuk sofa disebelahnya isyarat untuk renata duduk.
"astaga di anak kamu cantik banget dandan kaya gini" ucap lara.
"haha bisa aja kamu ra, oiya anak kamu nya mana?" tanya Diana.
"bentar lagi dia pasti sampai di, soalnya tadi dia bawa mobil sendiri" jelas lara.
Diana hanya mengangguk. Dan mulai berbincang ringan sambil menikmati teh dan beberapa cemilan. Tak lama suara langkah kaki dari pintu depan terdengar. Otomatis orang yang ada disitu melihat ke arah suara tersebut.
__ADS_1
Degh
Jangan bilang dia yang bakal dijodohin sama gue? Batin renata sambil menggelengkan kepala.
"assalamualaikum" ucap marcel.
Serempak semuanya menjawab salam tersebut. Marcel langsung mengambil tempat disebelah febri. Wajahnya nampak tenang berbeda dengan renata wajahnya nampak pucat.
Suasana diruangan ini menjadi tegang. Renata seperti kehilangan banyak oksigen sekarang.
"hem pertama-tama saya selaku kepala keluarga mewakili untuk mengucapkan terimakasih pada keluarga bapak Rio karena kita sudah di jamu dengan baik malam ini" ucap febri formal.
"maksud kedatangan kami kesini untuk memenuhi nazar dari istri saya dan istri bapak Rio terdahulu yaitu menjodohkan anak kita" lanjut febri.
"saya akan menjodohkan anak laki-laki saya dengan anak perempuan bapak yaitu marcel dan Renata. Bagaimana bapak Rio apakah lamaran nya diterima?" ucap febri formal.
Sebenarnya mereka cukup kenal dekat karena rekan bisnis juga di kantor. Tetapi mereka sengaja membuat acara ini seformal mungkin.
"hem terimakasih juga untuk bapak febri dan keluarga yang sudah menyempatkan diri untuk hadir" ucap Rio.
"untuk memenuhi nazar istri saya dan istri bapak saya pribadi menerima lamaran ini" lanjut Rio.
Mereka semua melirik Renata dan marcel secara bergantian. Renata semakin gugup sedangkan marcel terlihat santai.
__ADS_1
"jadi gimana kalian berdua setuju?" ucap Rio.
"........"