
"whatt?" pekik Renata.
Marcel hanya diam.
"gue gak mau tidur bareng lo! Udah sana pergi gue mau istirahat lagi ih" ucap Renata sambil mendorong punggung marcel.
Marcel tetap diam ditempatnya. Ini sudah menjadi keputusannya. Dia harus tidur satu kamar dengan renata. Pernikahannya sudah mau 3bulan dan mereka masih pisah kamar.
"yasudah, kamu istirahat lagi. Aku disini gak akan ganggu" ucap marcel datar.
"gak mau! Lo harus keluar dari kamar gue sekarang juga!"
"mami sama bunda udah tau hal ini!"
Sekarang Renata yang membisu. Perkataan marcel membuat banyak pertanyaan di otak Renata. Dari mana orangtuanya tau? Apakah marcel memberi tahu itu? Ah tidak mungkin. Atau marcel hanya membohonginya?
Saat akan bertanya tiba-tiba marcel memberi tahu lebih dulu.
"raya" ucap marcel singkat.
Renata mengerutkan dahinya. Otaknya menjadi lemot saat ini. Tak lama ia menepuk dahinya sendiri saat teringat raya mengetahui hal ini. Hendak mengambil ponsel untuk menghubungi raya tetapi dicegah oleh marcel.
"jangan tambah masalah re,ini udah perintah mami sama bunda"
"tapi itu anak mulutnya ember banget ishh"
"kan sahabat kamu" ucap marcel sambil mengacak rambut Renata.
Renata merona. Astaga hanya diperlakukan seperti itu membuat dirinya salah tingkah? Padahal ini hal biasa yang sering Renata terima dari mantan-mantannya dulu.
"gausah salting gitu. Kamu lanjut istirahat aku mau beli makan dulu buat kita nanti" ucap marcel lembut.
Saat sudah berada diluar kamar. Tiba-tiba ponselnya bunyi bertanda ada panggilan masuk. Saat melihat siapa yang meneleponnya segera ia menjawab telfon itu.
"Halo cel. Kamu kemana? Kok gak masuk? Kamu sakit?"
"Aku ada keperluan mendadak. Aku baik-baik aja kamu gausah khawatir bel"
"Kamu serius? Nanti pulang sekolah aku mampir kerumah kamu ya"
"Gak perlu bel. Aku lagi ada urusan dan gak ada dirumah”
Terdengar suara helaan nafas dari sana.
"yasudah kalo begitu.nanti aku kabarin kamu kalo aku udah diapartemen"
"ok"
Jawab marcel singkat dan segera memutuskan sambungan itu secara sepihak. Marcel yakin saat ini Bella sedang kesal pada dirinya.
Marcel segera pergi keluar untuk membeli makanan untuk makan malam bersama sang istri.
__ADS_1
...****...
Malam hari tiba. Marcel dan Renata tengah berada dimeja makan. Mereka makan dengan diam.
Setelah selesai makan Renata hendak bangun untuk membereskan semuanya namun marcel mencegahnya.
"kamu duduk aja, biar aku yang beresin semuanya" ucap marcel lembut.
"ini udah tugas aku sebagai istri" ucap Renata. Saat Renata menyadari ucapannya ia langsung menutup mulutnya sendiri.
Yaallah kenapa ini mulut bisa ngomong begitu si. Batin renata.
Marcel mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyuman yang sangat mematikan bagi kaum hawa. Renata mengakui itu. Renata terhipnotis dengan senyuman marcel. Semudah itu dirinya luluh? Hanya karena senyuman? Receh sekali.
Renata masih menatap marcel yang masih tersenyum. Sampai ia sadar saat tangan marcel mengacak puncak kepala Renata.
"begitukan manis" ucap marcel.
Setalah membereskan bekas makan tadi. Mereka berjalan kekamar Renata. Yah setelah negosiasi tadi hanya mereka mengerjakan itu bersama.
Saat sudah sampai dikamar Renata. Renata masuk kekamar mandi untuk mengganti piayama. Sedangkan marcel langsung membaringkan tubuhnya dikasur milik sang istri. Marcel merogoh saku celananya meraih ponselnya. Yah sedari bella telfon tadi ia belum membuka ponselnya lagi. Marcel terkejut saat melihat pesan masuk dari bella dan beberapa puluh kali panggilan tak terjawab dari wanita itu juga.
*****
BellaQ
Aku sudah sampai di apartemen
BellaQ
BellaQ
Cel temenin aku makan malam. Aku bosen di apart
BellaQ
Cel balas pesan aku.
Dan masih banyak lagi pesan yang bella kirimkan pada marcel. Saat hendak membalasnya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Renata yang melihat marcel tengah memegang ponselnya pun acuh. Marcel segera menaruh ponselnya diatas nakas.
Renata naik keatas ranjang. Kali ini ia masih posisi duduk menyenderkan kepalanya disisi ranjang sambil memainkan ponselnya.
Marcel melirik Renata sejenak.
"udah malem,tidur besok kamu udah mulai sekolah" suruh marcel.
"gue mana bisa tidur kalo ada lo disini" ucap Renata tak menoleh ke arah marcel.
"kita udah bahas tadi re. Sekarang tidur atau aku sita ponsel kamu" tegas marcel.
Yah memang mereka sudah membahas hal ini tadi. Dengan kesepakatan marcel tidak boleh bermacam-macam dengan renata. Ah sungguh tantangan yang sulit. Marcel memang bukan lelaki mesum tapikan dirinya juga seorang lelaki normal. Siapasih yang gak tertarik dengan tubuh Renata yang kelewat badai itu? Benerkan?
"mana bisa begitu? Yaudah kalo lo mau tidur disini mending lo mandi dulu badan lo bau tau gak?" ucap Renata.
Marcel tak percaya perkataan Renata. Marcel mencium badannya sendiri dan tidak menemukan bau apapun. Renata mengulum senyumnya.
__ADS_1
"gak ada bau apapun re. Mana yang bau? Coba cium sini" suruh marcel.
Mata Renata melotot. Astaga Renata kena batu nya. Niatnyakan ngerjain marcel.
"mau tidur disini atau mau pindah kekamar lo?" tegas renata.
"iya aku mandi. Kamu tidur duluan aja" ucap marcel sambil berjalan kekamar mandi.
Renata diam tak menjawab. Setelah beberapa menit pintu kamar mandi terbuka. Menampakkan wajah marcel yang tampan ditambah rambutnya yang basah. Astaga dia telanjang dada dan spontan membuat Renata teriak.
"aaaaaa marcel lo ngapain gak pake baju?" ucap Renata sambil menutup matanya.
"kan baju ganti aku ada dikamar. Tolong ambilin re" ucap marcel tenang.
"lo sendiri aja gue gak mau!"
"katanya mau jadi istri yang baik"
"astaga lo nyusahin gue tau gak sih!"
"cepetan re, dingin nih" ucap marcel pelan.
Renata yang mendengar suara marcel agak sedikit berbeda pun membuka matanya. Hendak bangun dan mengambilkan baju untuk marcel. Saat ingin keluar kamar mata Renata masih memandang terus tubuh marcel. Dirinya juga sama seperti marcel. Siapa yang gak tergoda oleh dada bidang marcel. Pasti sangat nyaman. Saat menyadari handuk yang dipakai marcel adalah handuknya spontan Renata berteriak lagi.
"marcel itu handuk gue yaallah" teriak renata.
Marcel menampilkan gigi putihnya dengan tampang sok polos. Handuk hellokitty yang melilit tubuhnya saat ini.
"udah cepet re aku kedinginan nih"
Renata berjalan keluar kamar sambil terus mengerutu.
"kalo kamu mau hangatin sih gapapa" ucap marcel berteriak.
Renata mendengar itupun langsung berhenti sejenak dan tersenyum.
“Boleh juga tuh. Dada bidangnya menggoda” ucap Renata pelan.
Renata menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya itu. Lalu berjalan kembali ke arah kamar marcel.
Tak lama Renata kembali kekamarnya membawa pakaian ganti marcel. Renata melihat marcel sedang duduk ditepi tempat tidur dengan bibir sudah gemetar.
"nih pake cepet. Muka lu udah kaya mayat tau gak"
"kan kamu yang suruh aku mandi tadi"
"kan gak nyuruh keramas juga"
Marcel segera masuk kamar mandi untuk memakai pakaiannya. Sebenarnya bisa saja ia menggantikan di kamar tapi ia tak ingin Renata teriak lagi karena ulahnya.
Marcel keluar dari kamar mandi. Dan melihat Renata sudah merebahkan badannya diatas kasur. Marcel berjalan ke arah kasur dan merebahkan tubuhnya disamping Renata.
__ADS_1
Akhirnya mereka memasuki alam mimpi bersama.