
Marcel tengah berada dirumah Riki saat ini. Tetapi berbeda dengan Renata. Marcel masih tetap cool meski sedang galau. Riki yang sudah tau semuanya pun ikut kesal dengan Riana. Jadi selama ini Riana menyukai Marcel dalam diam? Semua tak ada yang menyangka.
Marcel diam didalam kamar Riki sambil terus menatap kearah luar. Tatapannya kosong. Marcel memikirkan bagaimana jika dirinya bertemu Renata nanti dirumah. Tak mungkinkan dia hanya berdiam diri menghindar tanpa menyelesaikan masalah.
Riki datang sambil membawa dua minuman kaleng yang dingin. Dan memberikan satu kepada Marcel. Marcel menerima dan langsung menegukkan hingga tandas.
"daripada cuma mikir mending lo pulang selesaiin ini" ucap Riki santai.
"jadi lo ngusir gue?" tanya Marcel dingin.
"maksud gue bukan ngusir lo bro. Tapi mau sampe kapan lo diem disini tanpa bertindak? Emang masalah lo akan selesai kalo lo cuma begini?"
"lo gausah ngajarin,gue tau apa yang harus gue lakuin. Tapi nanti gue butuh ketenangan dulu"
Riki hanya manggut arti mengerti. Marcel kembali dengan tatapan kosongnya. Hatinya masih galau. Pikirannya kacau.
Tak lama dering ponsel Marcel berbunyi panjang tanda ada panggilan masuk. Marcel segera mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang tengah menghubunginya.
"halo re"
"re? Ini aku Bella"
Yah marcel sudah membuka block pada semua kontak bella.
"oh maaf aku galiat siapa yang telfon. Ada apa?"
"aku udah tau semuanya. Jadi kalian itu sudah menikah? Apakah benar begitu?"
"ka-mu tau dari mana?"
"Riana, dia telfon aku dan ngabarin semua yang terjadi tadi di cafe"
"****. Brengsek"
"kamu gak bisa nyalahin Riana. Istri kamu yang salah kenapa dia ketemu sama laki-laki lain dibelakang kamu! Itu udah jadi bukti bahwa dia emang murah dan paling penting dia gak anggap kamu!"
"bell, aku udah bilang jangan pernah merendahkan Renata. Aku gak suka!"
__ADS_1
"cel buka mata kamu. Kamu cuma dimainain sama dia,aku bakal bilang bunda tentang semua ini"
"bell cukup. Lo gausah ikut campur urusan gue! Lo bukan siapa-siapa gue jadi lo gak ada hak buat kasih tau ini sama bunda! Sampe bunda tau masalah ini, gue gak akan segan-segan buat lo nyesel"
"cel kamu-"
Tut. Tut
Marcel memutuskan sambungan telfon itu secara sepihak. Emosinya kembali memuncak. Dan ternyata Riana tak kapok dengan gerentakkan Marcel tadi. Pasti perempuan itu melebih-lebihkan cerita didepan Bella.
Marcel segera bangkit dan langsung keluar dari kamar Riki. Saat ditangga keduanya bertemu.
"gue balik. Makasih" pamit Marcel.
"ok hati-hati" ucap Riki lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Marcel segera berjalan kearah pintu rumah Riki. Namun diperjalanan terhenti karena ada orangtuanya Riki diruang keluarga. Marcel berjalan menghampiri Sinta untuk pamit pulang.
"ma, marcel pamit pulang dulu yaa" pamit Marcel.
"kok cepet cel? Kamu gak makan dulu?" tanya Sinta.
"engga mah. Aku ada urusan. Assalamualaikum"
"waalaikumsalam,hati-hati nak" teriak Sinta.
Marcel melanjutkan perjalanannya menuju pintu. Setelah itu ia langsung masuk kemobilnya dan mencapkan gas kearah rumahnya. Hatinya sudah mantap untuk bertemu Renata. Marcel akan menjelaskan dan akan minta penjelasan pada istrinya.
Setelah hampir 20menit Marcel sudah sampai dihalaman rumahnya. Diketuknya pintu rumah namun tak ada jawaban.
Renata belum pulang? Dia kemana dulu Marcel menanya pada dirinya sendiri.
Lalu Marcel mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi Raya namun ia kalah cepat karena mobil Raya sudah terparkir didepan rumahnya. Dan dilihatlah Renata dengan muka sembabnya.
Flashback
__ADS_1
Setelah kejadian tadi dikamar yang berakhir Raya yang keluar dari kamar itu ternyata Raya mengambilkan Renata makanan. Raya tau jika Renata sedang sedih pasti nafsu makannya naik. Untung saja Renata dan Raya bukan tipe orang yang makan banyak akan gemuk.
"nih makan biar kalo mati perut lo gak kosong!" ucap Raya.
"makasih bi Raya. Nyonya Renata makan dulu ya"
"kurang ajar! Dasar temen laknat. Udah cepet lo makan abis itu lo gue anter pulang"
"lo gak suka ya gue ada disini?" tangis Renata kembali dimulai.
Raya menggaruk tengkuknya bingung. Apakah dia salah bicara?
"bukan gitu Renata cantik. Gue gak mau lo jadi pencundang yang gak mau ngakuin kesalahan lo"
"Ray gue gak ngelakuin kesalahan apapun! Gue gak berduaan aja sama Arga. Dan yang bilang gue calon pacarnya kan dia, gue gak ngerespon sama sekali. Jadi apa yang salah dari gue?"
"iya iya gue tau. Sabar dulu dong. Maksud gue lo harus selesaiin ini baik-baik. Lo gak mungkin selamanya begini kan? Selamanya numpang dirumah gue dan perlakuin gue kaya pembantu"
"ray kok lo jahat sih. Gue lagi galau loh ini yaallah"
"gue tau kok lo lagi galau. Makanya gue suruh lo pulang biar lo dibelai. Gue gak tega liat lo nangis mulu, ntr air mata lo abis trus lo mati trus gue ga punya temen macam lo lagi"
"rayaa gue kesel sumpah sama lo! Oke oke gue pulang setelah ini. Tapi gue minta satu permintaan lagi sama lo"
"apaan? Jangan banyak mau kek. Lo udah nyusahin gue dari tadi re astagfirullah"
"gue mau coklat silverqueen 5 yaa. Ambilin sekarang dikulkas"
"Renata gue benci sama lo!!! Dasar temen tidak tahu diri. Cepet pulang lo"
Teriak Raya dari luar kamar. Renata tau pasti Raya akan memberikan coklat itu pada dirinya. Dan bener meski Raya Marah-marah tapi ia tetap memberikan itu untuk Renata.
Flashback off
"Renata" ucap marcel.
Dan
__ADS_1