Senior Cold

Senior Cold
BAB 48


__ADS_3

Setelah diantar pulang oleh Arga. Renata langsung masuk kamarnya dan tak membereskan langsung hasil belanjaan tadi. Entah kenapa mood nya jadi buruk. Saat Renata memberi alamat rumah Renata yang sekarang arga sempat bertanya 'rumah lo pindah sekarang?' karena setau Arga rumah Renata bukan disini. Renata menjawab ia sedang tinggal oleh saudaranya karena Diana dan Rio sedang keluar negeri urusan bisnis.


 


Saat dikamar Renata langsung merebahkan tubuhnya dikasur King size. Renata memainkan ponsel dengan mood yang ancur. Entah kenapa Renata jadi bener-bener bete. Gara-gara Arga? Bisa jadi. Tapi kayanya ada hal lain yang membuat Renata sekacau itu. Tak lama saat akan menaruh ponselnya diatas nakas dan hendak untuk memejamkan mata tetapi dering ponselnya berbunyi menandakan ada chat masuk dari nomer tak dikenal.


 


08124523xxxx


(send video)


 


Mata Renata melotot tak percaya. Ia memutar ulang video itu beberapa kali untuk memastikan apakah benar divideo itu adalah suaminya? Astaga! Video Marcel dan Bella sedang duduk berdua disekolah dan Bella mencium bibir Marcel sedikit lama baru Marcel menolaknya. Tak sadar air mata Renata jatuh. Renata mencoba menghubungi nomer tersebut namun hasilnya nihil. Nomer tersebut langsung tidak aktif.


 


Yaallah cobaan apalagi dirumah tangga ini batin renata.


 


Dengan cepat Renata kekamar mandi untuk cuci muka dan berganti pakaian. Dengan air mata masih terus mengalir. Rasanya sakit banget melihat video itu. Setelah rapi Renata segera menghubungi seseorang.


 


"halo,lo dimana?"


 


"...."


 


"oke gue kesana sekarang"


 


"...."


 


"ntr gue ceritain. Gausah gue naik taksi aja"


 


Renata memutuskan sambungan telfon secara sepihak tanpa memperdulikan jawaban dari orang disebrang sana. Renata segera keluar rumah dan menguncinya lalu segera kedepan untuk mencari taksi.


 


Disepanjang jalan Renata tetap menangis dalam diam. Sepertinya ia sangat rapuh saat ini. Baru kali ini Renata merasa sangat sakit karena cinta. Padahal dulu saat ia putus dengan mantan-mantannya ia tidak pernah sekacau ini. Malah Renata merasa bahagia jika sudah putus dengan pacarnya karena prinsip dia mati satu tumbuh seribu. Lagi juga lebih banyak Renata yang memutuskan hubungan itu.


 


Tak sadar Renata sudah sampai ditujuannya. Lalu ia membayar tagihan taksi dan bilang 'terimakasih' pada supir taksinya lalu keluar dari taksi. Renata segera melangkah kedalam rumah mewah tersebut dan berjalan ke arah kamar sahabatnya setelah menyalimin mami Raya. Sebenarnya Linda ingin bertanya lebih lanjut. Mengapa Renata menangis. Namun Renata menjawab 'gapapa mi' dan meminta izin untuk kekamar Raya.


 


Renata membuka pintu kamar Raya tidak slow dan membuat raya yang sedang nonton drakor dilaptopnya kaget. Saat akan marah-marah namun raya urungkan karena melihat wajah Renata yang sudah dipenuhi air mata.


 


Renata langsung memeluk Raya dan menangis makin kencang. Seperti anak tidak dikasih makan permen oleh ibunya. Raya mengelus punggung Renata untk menenangkan. Tak lama tangisan Renata makin mereda. Dan Renata langsung memberi ponselnya pada Raya. Raya tidak mengerti maksud Renata. Renata yang sadar ketidakngertian itu pun langsung memberi instruksi pada Raya.


 


"liat wa" suruh Renata.


 


Raya membuka ponsel Renata dan melihat chat wa diponsel tersebut. Raya makin mengerutkan keningnya bingung. Karena apa? Disana cuma ada list chat dirinya,Marcel dan satu nomer tak dikenal. Apa yang mau dia liat?


 


"apaansi gue gak ngerti" akhirnya Raya buka suara.


 


Renata merebut ponselnya dan membuka pesan dari nomer yang tak dikenal itu lalu memberikan pada Raya. Mata Raya terbuka sempurna. Dan Raya pun sama dengan Renata memutar ulang video itu memastikan apa benar divideo itu suami sahabatnya?


 

__ADS_1


Seketika tangis Renata kembali kencang. Raya dengan sigap memeluk Renata kembali. Sambil tangannya yang satu mencoba menghubungi nomer yang tak dikenal itu menggunakan ponsel Renata. Tapi hasilnya sama. Ponselnya tidak aktif.


 


Bangsat! Gerutu raya.


 


*****


Marcel telah sampai dirumahnya. Marcel ngetuk pintu depan tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Lalu marcel mengeluarkan kunci rumah yang ia pegang untuk membuka pintu. Marcel segera jalan kekamarnya untuk menemui Renata. Namun hasilnya nol. Renata tak ada dirumahnya. Tadi pagi istrinya memang izin untuk ke supermarket. Tetapi hasil belanjaannya sudah ada didapur. Artinya Renata emang sudah pulang. Tapi kemana dia?


 


Marcel mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak istrinya itu. Hanya nada sambung saja yang terdengar dan tidak ada jawaban apapun dari Renata. Marcel beberapa mencoba menghubungi Renata sampai ponsel Renata tidak aktif. Hal itu makin membuat Marcel frustrasi.


 


Marcel segera menghubungi nomer Diana atau Lara siapa tau Renata sedang bersama mereka. Dan karena lagi rumpi jadi dia tidak mau di ganggu. Ah masa iya sih?


 


"halo cel ada apa?" tanya Diana diseberang sana.


 


"Renata ada disana gak mi? Soalnya dia dirumah gak ada"


 


"gak sama mami cel. Dari kapan dia pergi?"


 


"oh gitu. Dikira dia kebutik. Marcel juga gak tau mi. Soalnya marcel baru pulang sekolah. Yaudah marcel telfon bunda dulu ya siapa tau Renata ada disana"


 


"yaudah. Kamu kabarin mami ya kalo ada apa-apa sama Renata"


 


"ok siap mi"


 


 


Kalo dia gak sama bunda juga gimana?


 


Kok dia gak izin sama gue,tumben


 


Ada apa sih? Kaya ada sesuatu yang terjadi


 


Karena melamun marcel tak sadar jika panggilannya sudah dijawab oleh Lara. Dan Lara sudah memanggil namanya dari tadi.


 


"marcelll" teriak Lara.


 


"ih bunda jangan teriak dong. Sakit kuping aku nih"


 


"lagi kamu, bunda panggil malah gak disahutin. Ada apa tumben nelpon bunda?"


 


"aku mau tanya. Renata lagi sama bunda gak?"


 


"engga tuh. Emangnya kenapa kak?"

__ADS_1


 


"pas Marcel pulang sekolah,dia udah gak ada dirumah bun. Aku telfon mami dia juga lagi gak sama Renata"


 


"whatt? Jadi maksud kamu Renata hilang? Hah?"


 


"yaallah bun jangan teriak. Aku juga gatau bun. Kira-kira Renata kemana ya bun"


 


"kenapa kamu tanya bunda? Dia kan istri kamu. Pokoknya kamu harus cari sampe dia ketemu!titik"


 


"tanpa disuruh aku juga bakal cari kok bun. Yaudah aku mau cari dia dulu ya bun. Assalamualaikum"


 


"kabarin bunda! Awas aja mantu bunda ada yang lecet kamu habis bunda jewer nanti. Waalaikumsalam"


 


Marcel memasukkan kembali ponselnya. Wajahnya nampak kusut. Marcel bingung harus mencari Renata kemana. Dia tidak tau tempat-tempat yang sering Renata kunjungi selama ini. Yang ia tau Renata suka ke mall dan belanja hanya itu.


 


Marcel segera keluar dan melajukan mobilnya entah kemana. Diperjalanan marcel sering memukul setirnya karena kesal. Tak lama ponselnya bergetar bertanda ada panggilan masuk. Tanpa melihat sama yang menghubunginya ia langsung mengangkat panggilan itu.


 


"halo re"


 


"ngaco lo! Ini gue Riki sejak kapan nama gue jadi re"


 


Marcel mengecek nama yang tertera diponselnya dan ternyata benar Riki. Mengapa dirinya bisa memanggil riki dengan 're'. Astaga otaknya dipenuhi oleh renata saat ini sampai ia tak fokus seperti ini.


 


"ada apa?gue lagi sibuk"


 


"gue tau lo lagi nyari Renata kan?hah? Mau ngapain lagi emang lo cari dia?"


 


"maksud lo?"


 


"udah ya cel. Gue kira lo udah berubah dan lebih menghargai Renata sebagai istri lo. Ternyata lo sama aja sama Bella. Busuk!"


 


"apaansi gak ngerti gue"


 


"gue gak nyangka kak sama lo. Lo tega ngelakuin ini sama sahabat gue! Otak lo dimana kak? Sekarang lo udah jadi suami seharusnya lo lebih punya harga diri"


 


"Raya? Maksudnya apa?"


 


"lo tanya sama diri lo sendiri kak. Buat saat ini gue minta lo jangan ganggu Renata dulu"


 


"Ray- tut-tut"


 

__ADS_1


Sambungan terputus. Marcel makin frustrasi. Ia tak tau salahnya dimana. Marcel tak bisa berpikir jernih. Dari pada ia celaka karena keadaan dia sekarang jadi dia kembali kerumah dan akan menunggu Renata pulang.


 


__ADS_2