
Suara adzan subuh membangunkan Renata dari tidurnya. Renata tidak merasakan ada orang disamping dirinya. Renata menoleh kesamping dan benar tidak ada marcel disana.
Kemana itu orang? Tanya Renata dalam hati.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka. Dan terlihatlah marcel dengan wajah basah. Dan telanjang dada.
Kali ini Renata yang susah payah menelan saliva nya. Dia tidak berkedip melihat tubuh marcel.
"Sumpah sexy" ucap Renata pelan tapi masih bisa terdengar oleh marcel.
Marcel melirik Renata sekilas. Dan berjalan menuju tas ransel yang berisi baju dia. Tangannya sibuk mencari baju.
"cepet ambil wudhu" perintah marcel tanpa menoleh ke renata.
Renata langsung sadar dari lamunannya dan berjalan menuju kamar mandi. Dia mengambil air wudhu.
Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan terlihat marcel yang sudah rapi menggunakan peci dan sarung. Dia menunggu Renata untuk shalat berjamaah.
Renata segera mengambil mukena nya dan menggelar sajadah dibelakang marcel.
Keluarga idaman banget. Sayang masih kurang cinta.
****
Siang ini. Mereka sudah berada dirumah baru Renata dan marcel. Rumah pemberian dari kedua keluarga tersebut.
Rumah yang tidak terlalu besar tapi terkesan mewah. Mereka semua sibuk menata barang yang tadi dibawa.
Ternyata waktu cepat berlalu. Sekarang sudah sore. Kerjaan pun sudah selesai. Kedua orangtua mereka berpamitan untuk pulang.
"de mami pulang ya, kamu baik-baik disini. Nurut apa kata suami mu" ucap diana sambil mencium anak gadisnya.
"iya mi" jawab Renata.
"cel mami titip renata ya,kalo dia salah tegur aja" ujar Diana sambil mencium mantunya.
"baik mi" jawab marcel.
"de lo bae-bae disini. Ntr gue bakal sering main kesini. Buat lo bro gue nitip adek kesayangan gue ya. Jangan disakiti" ucap Arsen sambil mencium Renata dan memeluk ala laki-laki ke marcel.
"kak,re bunda pulang ya,kalian jangan lupa sering main kerumah bunda ya. Baik-baik ya disini" ucap lara sambil memeluk mereka satu persatu.
"cel papi nitip dede ya. Jangan buat dia nangis.tegur dia kalo salah ya. De papi yakin kamu pasti bisa jadi istri yang baik seperti mami" ucap Rio sambil memeluk keduanya.
"kak jagain Renata ya,kamu kepala rumah tangga harus bisa membawa keluarga mu dengan baik. Ayah percaya kamu bisa. Re kamu juga tegur marcel kalo dia salah ya" ucap febri.
Diana dan lara tidak kuasa menahan tangisnya. Begitu juga dengan renata.
Renata yang biasanya selalu dimanja oleh kedua orangtuanya dan kakaknya. Sekarang sudah menjadi istri.
Marcel dan Renata masuk kedalem saat mobil keluarganya sudah tidak terlihat.
Renata dan marcel memilih duduk terlebih dahulu di sofa ruang tamu. Renata yang sibuk dengan ponselnya sedangkan marcel yang fokus dengan pikirannya. Sampai akhirnya marcel berdehem keras.
__ADS_1
Renata menoleh sebentar lalu fokus kembali pada layar ponsel.
"kita tidur pisah kamar" ucap Renata masih fokus dengan game nya.
"ok" ucap marcel santai.
Marcel bangkit dan berjalan menuju dapur mengambil minuman dingin dikulkas. Jangan tanya kenapa sudah ada minuman dingin. Karena kulkas nya sudah penuh dengan makanan atau bahan makanan. Itu semua ulah kedua ibunya.
Marcel berjalan ke arah salah satu kamar di lantai 2. Dia masuk dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu.
Baru Renata yang bangkit dan menuju ke kamar sebelah marcel yang ada dilantai 2 juga. Renata memulai ritual mandi nya.
Bismillah ucap Renata.
*****
Hari ini hari pertama marcel dan Renata masuk sekolah kembali. Setelah 3hari mereka izin.
Setelah selesai sholat subuh tadi. Renata sudah menyiapkan beberapa lembar roti untuk mereka sarapan.
Yah hanya roti yang menurutnya simple. Tidak perlu masak atau apalah.
Yah meski Renata masih belum menerima atas perjodohan ini tapi dia berusaha untuk bersikap layaknya seorang istri.
Mungkin saat dirumah. Kalau di luar rumah renata belum tau deh.
"gue berangkat duluan." ucap Renata meninggalkan marcel yang masih sarapan.
"cel gue lupa mobil Gue kan masih dirumah mami, trus gue berangkat naik apa dong?" tanya Renata.
Marcel hanya mengangkat bahu nya tak tahu. Marcel berdiri dan mengambil kunci mobil diatas meja. Dia berjalan meninggalkan Renata kali ini.
Renata hanya bengong melihat itu. Tetapi hatinya tidak berhenti mengeluarkan sumpah serapah buat marcel.
Sudah sampai didepan pintu. Renata masih bengong saja. Dia bingung harus naik apa kesekolah.
"cepet naik ntr telat." perintah marcel yang sudah ada didalam mobil.
Renata langsung mengunci rumah sambil mengerutu. Yah dia sangat kesal pagi ini.
Mobil marcel melaju membelah ibu kota. Didalam mobil hanya ada suara radio yang terdengar.
"berenti. Gue turun disini aja." ucap Renata.
Dan marcel langsung mengrem mendadak. Untung saja dibelakang tidak ada mobil kalau ada mungkin mereka bisa celaka.
Renata keluar mobil. Tanpa basa basi marcel meninggalkan Renata begitu saja.
Gimana gak makin kesal. Suami macam atau seperti itu.
Renata berjalan santai. Sampai akhirnya ia melirik jam dipergelangan tangannya.
Shit gue telat umpat Renata. Dan berlari sekencang mungkin.
__ADS_1
Dan berakhirlah dia dilapangan bersama siswa yang telat. Sampai akhirnya mereka semua dapat hukuman untuk membersihkan lingkungan sekolah. Untung saja Renata membersihkan lapangan kalau dia dapat membersihkan kamar mandi. Dia akan men cap hari ini adalah hari tersialnya.
****
Saat ini Renata dan raya sedang berada dikantin. Yah Renata sengaja melama-lamakan tugasnya dilapangan biar sekalian tidak ikut pelajaran kedua.
"lo izin 3hari ngapain re? Tumben amat" tanya raya.
"biasa ada acara keluarga gue." ucap Renata.
Memang bener kan acara keluarga.
Raya menangguk meng'iya'kan jawaban Renata. Sampai matanya menatap cincin yang dikenakan Renata. Selama ini Renata jarang memakai perhiasan kecuali anting hitam kecil yang selalu ia pakai.
"eh bentar sejak kapan lo pake cincin bu? Jangan-jangan lo abis tunangan ya?" kepo raya.
"eh ini cincin dari mami. Yah enggalah lo gila. Lagian tumben amat lo kepo" jawab Renata agak gugup.
Kan emang bener dari mami dan bukan tunangan tapi nikah cuy
Renata ber monolog sendiri didalam hati. Semoga raya gak curiga dengan jawaban Renata. Renata belum mau pernikahan ini terbongkar sampai lulus sekolah kalau bisa.
Mata Renata tiba-tiba memicing melihat marcel dan dua sahabatmya memasuki kantin. Mata mereka bertemu. Tetapi Renata lebih dulu memutuskan kontak mata itu.
Marcel mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik sesuatu.
Marcel Wijaya
Kenapa bisa telat?
Renata yang mendapatkan pesan seperti itu mengerutkan dahi. Tanpa sadar ia berkata agak keras.
"Pake ditanya lagi. Kan lo sendiri yang ninggalin gue tadi ****." ucap Renata.
Raya dan mungkin yang lain mendengarnya.
Raya langsung menatap Renata penuh selidik. Renata semakin panik dan merutuki kebodohan dia sendiri.
"itu Arsen ray. Tadi dia nurunin gue dipas belokan jadi gue telat tadi" jawab Renata sebelum raya bertanya.
Gue harus selidiki beneran ada yang gak beres soalnya. Batin raya.
Ponsel Renata kembali bergetar. Ia langsung membuka pesan itu. Dan mukanya mendadak merah. Ia malu ternyata ucapan terdengar sampai dua bangku disampingnya.
Marcel Wijaya
Lo sndr yg minta trn
Read
Rasanya Renata ingin sekali menyiram kuah baksonya ke muka datar marcel.
Argh menyebelin batin renata.
__ADS_1