Senior Cold

Senior Cold
BAB 6


__ADS_3

Saat ini renata dan raya sedang ada di mall. Sepulang sekolah mereka memang ada niat untuk shopping hari ini. Mereka pergi menggunakan mobil raya karena semalem raya memang nginep dirumah renata.



"ray makan ramen yu gue bm" pinta renata dengan suara manja.



"iya gausah manja gue geli" ucap raya.



Renata hanya tertawa melihat sahabatnya itu. Padahal mereka sesama anak manja bedanya raya sedikit lebih mandiri daripada renata.



Mereka berjalan ke restoran untuk memakan ramen. Sambil menunggu pesanan datang mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.



Sampai akhirnya pesanan mereka datang dan mereka memakan dengan hikmat.



Sekarang pukul 5sore mereka masih ada di mall tersebut. Sudah berapa banyak barang yang mereka beli. Tetapi seperti mereka sudah lelah untuk hari ini.



"pulang yu ray udah cape banget kaki gue" ajak renata.



"yu bisa-bisa emak gue ngamuk nih belanja sebanyak ini" ucap raya sambil melirik paper bag yang dipegang kedua tangannya.



Mereka berdua terkekeh. Mereka berjalan keluar mall menuju parkiran. Banyak pasang mata yang terus melihat ke arah mereka.



Renata masuk di kursi penumpang sedangkan raya dikursi pengemudi. Raya langsung menggas mobilnya menuju rumah renata.



Mereka menghabiskan waktu 20menit untuksampai dirumah mewah renata. Renata mencium pipi raya dan langsung turun dari mobil. Iya raya sudah bilang di perjalanan tadi jika dia ingin langsung pulang.



Renata masuk kedalam rumahnya membawa beberapa  paper bag ditangannya. Pembantu yang melihat itu dengan sigap mengambil alih. Renata tersenyum dan mengatakan terimakasih kepada asistennya itu.



"gila lo de belanja banyak banget gue bilangin mami lo" ucap arsen diruang tv.

__ADS_1



"gausah lo bilang,mami pasti tau. Kan gue belanja pake kartu kredit bloon" ucap renata seraya duduk disamping arsen.



"oh iya ya,bloon banget gue" ucap arsen sambil tertawa.



"baru nyadar? Udah ah gue mau ke atas dulu mandi bay abang bloon" cibir renata sambil berlari sebelum abangnya marah.



****



Di lain tempat marcel yang sedang bermain PS dengan kedua sahabat dirumahnya.


Mereka menghabiskan waktu pulang sekolahnya dengan bermain game.



Marcel bangkit dari duduknya menuju dapur,dan posisinya di ganti farhan yang sedari tadi hanya menonton riki dan marcel bermain.



Marcel mengambil minuman kaleng didalam kulkas lalu kembali ke ruang tv. Marcel duduk di sofa sambil memainkan  ponselnya.




Bunda😘


Kak bisa jemput bunda gak di tempat temen bunda. Nanti bunda kirim lokasi kalo kakak bisa.



Marcel Wijaya


Bisa dong bun, apasi yang gak bisa buat bunda cantik. Langsung kirim lokasi aku langsung otw ya bun.



Bunda😘


Bisa aja sih kakak ih


(lokasi terkini)


__ADS_1


Marcel langsung mengambil kunci mobilnya yang ada di atas meja. Dan berpamitan dengan kedua sahabatnya menyuruh mereka untuk tunggu sebentar. Keduanya hanya mengangguk tanpa melihat marcel sedikitpun.



Marcel memasuki mobilnya dan langsung menancap gas menuju lokasi diana sekarang.


Tak sampai 20menit marcel sampe sudah sampai dilokasi itu. Marcel mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Lara.



"halo bun acel udah ada didepan nih. Bunda dimana?"



".... "



"hm iya deh bun"



Marcel memutuskan sambungan teleponnya. Marcel membuka pintu mobilnya dan keluar kearah yang bundanya instruksikan.



Marcel berjalan dengan santai tak lupa dengan tatapan dinginnya. Perempuan yang sedang ada disitu memekik kesenangannya.



Sebegitu tampan nya gue? Batin marcel.



Sesampainya didepan toko itu marcel mendorong pintunya dan sudah disambut oleh pelayan.



"mas marcel ya?" tanya si pelayan ramah.



Marcel hanya mengangguk.



"mas marcel sudah di tunggu ibu Diana diruang itu, mas bisa langsung kesana" jelas pelayan sambil menunjuk suatu ruangan.



Lagi-lagi marcel hanya mengangguk dan pergi meninggalkan pelayan itu tanpa terimakasih.


__ADS_1


Marcel mengetuk pintu ruangan itu sampai sebuah instruksi menyuruhnya masuk. Didorong pintu itu terlihat lah dua wanita paruh baya yang tengah menatap nya.



__ADS_2