
Marcel sudah berada didalam mobil. Marcel melihat Renata tengah asik bermain ponsel. Marcel tak mengganggu kegiatan Renata dan langsung mencapkan gas menuju ke arah rumahnya. Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian.
Sekitar 25menit mereka sampai dirumah. Renata langsung masuk kekamar untuk berganti baju. Marcel bingung mengapa Renata bersikap seperti ini. Apa ada yang salah? Apa tadi ia terlalu lama didalam dengan Bella? Atau bahkan Bella melihat adegan Marcel mencium pucuk kepala Bella? Ah ****!
Marcel segera menyusul Renata kekamar. Tetapi dirinya tak melihat sosok Renata disana. Pasti Renata ada dikamar mandi. Gimana Marcel tak ingin memeluk Renata terus orang Renata selalu wangi setiap saat. Renata mencintai kebersihan.
Akhirnya Marcel menunggu Renata dimeja belajar.
Tak lama sosok Renata keluar dari kamar mandi. Renata berjalan kearah ranjang tanpa melirik Marcel barang sedikitpun.
Tetapi berbeda dengan marcel,ia memperhatikan Renata dari Renata keluar kamar mandi. Tak lama Renata duduk ditepi ranjang membelakangi Marcel. Dengan sigap Marcel berdiri dan langsung memeluk Renata dari belakang. Hembusan nafas Marcel berasa dileher jenjang Renata. Yah rambut Renata sedang dicepol ke atas jadi leher jenjangnya terekspos.
"kenapa sayang?" tanya Marcel.
Renata diam.
"aku ada salah?ngomong dong biar aku tau, jangan diemin aku gini" tanya Marcel lagi.
"yah kamu ngerasa ngelakuin kesalahan gak?" tanya balik Renata.
"yah aku gatau aku ngelakuin kesalahan apa engga kalo kamu gak kasih tau"
"kesalahan kamu adalah kamu berani cium perempuan yang udah hina aku bahkan secara gak langsung dia menghina keluarga aku juga"
"oh tentang itu?"
Gila ini kelewat santai bos
"tanggapan kamu cuma begitu? Aku lagi marah loh!"
"iya aku tau kok. Aku minta maaf ya, maksud aku cium dia tadi itu sebagai adik sayang. Gak lebih kok"
"iya kamu anggapnya kaya gitu kalo dia makin kebaperan gimana? Lagian ya mana ada suami nyium perempuan lain"
"jadi kamu cemburu? He?"
"jelaslah! Mana ada istri gak cemburu suami cium perempuan lain?"
"berarti aku gak boleh dong cium bunda? Mami? Naura?"
"yah kalo mereka kan beda! Ish kamu mah nyebelin!!!!" Teriak Renata sambil memukul lengan Marcel yang masih melingkar diperutnya.
__ADS_1
Marcel terkekeh melihat tingkah Renata. Marcel yakin pasti muka Renata sudah merah.
"dari pada kamu galau, gimana kalo kita jalan aja?"
"kemana?"
"nonton gimana?"
"serius?"
Marcel menganggukan kepala. Lalu berkata "sekalian kamu belanja deh biar kamu gak diemin aku"
Hal itu membuat mata Renata berbinar. Bagaimana tidak? Hobinya memang seperti itu. Dengan cepat Renata bangkit dan berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia kenakan untuk ngedate dengan Marcel.
Eh tar dulu apa tadi 'ngedate'? Alay.
Marcel terkekeh melihat tingkah Renata seperti itu. Seperti tidak belanja selama bertahun-tahun saja padahal baru kemarin lusa dirinya belanja dengan Raya. Ah tapi Marcel bersyukur karena Renata telah memaafkannya daripada didiemin kan gak enak.
Setelah prepare lumayan lama. Lebih tepatnya Renata sih yang lama kalau Marcel mah hanya memakai kaos biasa dengan celana jeans panjang itu saja sudah membuat penampilannya makin ganteng gimana kalau dirinya dandan seperti Renata. Eh maksudnya bukan seperti Renata pakai lipstik atau apalah ya. Gitu deh ya pokoknya mah.
"udah siap?" tanya Marcel.
Marcel berjalan lebih dulu. Sedangkan Renata mengunci rumah terlebih dahulu lalu berjalan kearah mobil dan disitu sudah ada Marcel. Marcel membukakan pintu penumpang untuk Renata.
"sihlakan nyonya Wijaya" ucap Marcel.
Pipi Renata memanas. Marcel segera berlari kecil menuju kursi pengemudi. Setelah siap Marcel segera mengeluarkan mobilnya dari garasi dan berjalan dengan kecepatan sedang menuju sebuah mall.
Diperjalanan mereka bercanda. Tak ada kesunyian seperti pulang dari cafe tadi. Sekitar 30menit mereka sampai di sebuah mall. Marcel turun lebih dulu lalu berlari kecil untuk membukakan pintu penumpang. Tangan Marcel terulur untuk Renata keluar dari mobil. Dengan senang hati Renata menerima uluran itu.
Renata dan Marcel berjalan beriringan. Tangan Marcel masih menggenggam erat tangan Renata. Seperti ada lem. Mereka berdua melangkahkan kaki menuju bioskop karena niat awalnya memang nonton.
"mau nonton apa?" tanya Marcel.
"terserah"
"action?"
"aku kan gak suka"
__ADS_1
"horror?"
"kan kamu tau kalo aku ini penakut nonton dirumah aja nutup mata terus"
"yah terus apa?"
"terserah"
Marcel menghela nafas "ok romantis" putus nya.
"nah itu baru aku suka"
Dasar cewek gerutu marcel dalam hati.
Marcel mengantri untuk membeli tiket. Sedangkan Renata hanya menunggu sambil duduk dilesehan seperti kebanyakan orang. Kebalik gak sih? Kok cowok yang ngantri? Bukannya cewek ya yang ngantri? Kalo author sih gitu, kalo kalian gimana?
Setelah mendapatkan tiket mereka keluar bioskop untuk berkeliling dulu. Marcel sengaja mengambil jam tayang jam 7malam. Sedangkan sekarang masih jam 4 sore jadi dia akan berkeliling dulu baru nonton. Lebih tepatnya akan menemani istrinya belanja dulu gituuhhhh.
"kok kamu gak belanja re?" tanya Marcel pada Renata karena dari tadi mereka hanya jalan saja. Renata tidak keluar masuk dari toko satu ketoko lain.
Renata menggeleng.
"kenapa?kamu masih marah sama aku?"
Renata menggeleng lagi.
"trus kenapa gak belanja? Kan tadi dirumah aku bilang sekalian kamu belanja"
"aku bingung mau beli apa lagi. Yang kemarin aja masih banyak yang belum dipakek"
"yaudah kita keliling dulu kalo ada yang kamu suka langsung bilang aku ya"
Renata mengangguk. Mereka berkeliling sambil terus berpegangan tangan. Tiba-tiba Renata menghentikan langkahnya dan otomatis Marcel juga berhenti.
Mata Renata tertuju pada sebuah boneka beruang berwarna pink dan ditengahnya ada tulisan 'love'. Marcel langsung peka dan menarik Renata kedalam toko itu. Tanpa babibu lagi Marcel meminta pada pelayanannya untuk mengambilkan boneka itu dan membayarnya dikasir.
Sedangkan Renata masih bengong dengan kegiatan Marcel yang cepat itu. Lamunannya buyar karena Marcel memberinya boneka tadi.
"ini buat kamu. Kalo kamu kangen aku,kamu peluk dia ya"
__ADS_1
Renata tersenyum mendengar itu dan langsung memeluk Marcel. Dikasih boneka saja sebahagia ini apalagi dikasih berlian. Hmmm.
Dan berakhir mereka berbahagia setelah ngedate seharian di mall.