Senior Cold

Senior Cold
BAB 43


__ADS_3

"BERHENTI!!!" teriak marcel kencang.


 


Hal itu membuat tangan Renata dan raya terlepas. Keduanya menoleh ke arah marcel. Raya tak habis pikir kenapa marcel tidak membela Renata saat Renata dikatain seperti itu sama riana. Dasar gak guna!


 


"lo bertiga ikut gue keruang BK!" ucap marcel datar lalu meninggalkan mereka lebih dulu.


 


Mereka bertiga berjalan mengikuti marcel. Raya dan Renata memasang wajah biasa saja. Sedangkan riana? Wajahnya sudah kusut karena rambutnya sudah berantakan.


 


Guru BK ada diruangannya. Marcel sudah menjelaskan secara detail kejadian tadi kepada guru BK dan didengar oleh mereka bertiga.


 


"aduh kalian berdua kenapa buat ulah sih,mau orang tua kalian ibu suruh datang ke sekolah” ucap bu Rani.


 


Mereka hanya nunduk.


 


"kamu juga riana. Aturan kamu mencontoh mereka yang benar. Kamu kan udah senior dan anggota osis juga. Harusnya kamu bisa jaga cara bicara kamu" lanjutnya.


 


"mereka duluan bu yang nabrak saya" ucap riana.


 


"kami udah minta maaf bu. Eh malah orang ini sok cantik" cibir raya.


 


"lo berdua ya masih gak mau ngaku!" sinis riana.


 


"sudahlah. Kalian bertiga tetap salah. Jadi ibu akan menghukum kalian"


 


"buat kalian berdua bersihkan seluruh kelas 11 selama 3hari. Dan buat kamu riana bersihkan perpustakaan selama 3hari!" tegas bu surti.


 


"tapi bu? Mereka berdua saya sendiri!" bantah riana.


 


"ini udah jadi keputusan ibu. Gak bisa diubah! Atau kamu mau ibu tambahin hukumannya?hah?"


 


"engga bu makasih"


 


"yaudah kalian boleh keluar,dan jangan sampe diulangin lagi kejadian kaya gini"


 


Mereka hanya mengangguk dan berjalan keluar ruangan itu.


 


...****...


 


Di kantin.


 


Bella, Farhan dan Riki sudah duduk manis disana. Sudah ada makanan didepan mereka masing-masing. Tak lama Marcel masuk kekantin dan duduk disebelah Bella. Memang dari pagi mereka belum ketemu karena Marcel sedang mengurusi kegiatan osis nya.


 


"kamu ngapain ngasih uang ke cewek murah itu?" tanya Bella to the point sambil menunjuk Renata dengan dagu yang kebetulan sedang berjalan ke arah meja kosong disebelah meja mereka.


 


Mengapa Bella tau? Bahkan seluruh penjuru sekolahpun tau. Karena saat kejadian tadi pagi ada sebagian dari mereka yang merekam dan disebar ke grup angkatan sekolah. Marcel yang dari tadi tidak sempat memegang ponselpun bingung.


 

__ADS_1


"bel namanya Renata. Lo gak boleh ngomong kaya gitu kalo orangnya denger kan gak enak" jelas Riki.


 


"gue tanya Marcel ki, lo gausah ikut campur" ujar Bella.


 


"emang ada yang salah bel kalo Marcel ngasih uang ke dia? Hah?" cibir Riki.


 


Marcel dan Farhan hanya diam. Marcel yang bingung harus gimana sedangkan Farhan memang tidak mengerti kenapa Riki bisa sesewot itu pada Bella.


 


"gak salah si. Emang dasarnya cewek murah jadi gak tau malu,haha" teriak Bella.


 


Teriakan itu membuat seisi kantin menatapnya. Bella tak peduli. Tak lama bella bangun dari duduknya dan menghampiri meja Renata. Kegiatan itu terus diawasi oleh penghuni kantin.


 


Brakk


 


Bella menggebrak meja Renata otomatis Renata terlonjak kaget. Renata menatap bella sinis begitu juga sebaliknya.


 


"eh cewek murah. Ngapain lo minta uang sama marcel? Hah?" tanya bella sinis.


 


"urusan lo apa nanya begitu sama gue? Emang lo siapanya dia?hah?" tanya balik Renata.


 


Bella hanya diam.


 


"gak bisa jawab kan lo? Lo cuma teman dia kan? Jadi lo gak ada hak buat nanya itu ke Renata!" cibir Raya dari belakang.


 


 


"BELLA!!" bentak Riki dan Marcel kompak.


 


Otomatis seluruh tatapan jatuh kepada mereka berdua. Terutama bella. Bella sangat kaget karena dua sahabatnya itu membentak dirinya. Baru pertama kali mereka melakukan ini pada Bella.


 


"lo bisa gak jaga ucapan lo?hah?" teriak Riki.


 


"ki lo kenapa si jadi belain mereka? Temen lo abis di porotin sama cewek murah ini!" ucap Bella sambil menunjuk Renata.


 


"eh anjing. Jaga bacot lo!" teriak Renata.


 


"Renata!" tegas Marcel.


 


"kenapa? Lo mau bela dia?hah?" ucap Renata.


 


"DARI BICARA LO JUGA UDAH KETAHUAN RE KALO LO EMANG CEWEK MURAH!" teriak seseorang dari belakang.


 


Semua mata menoleh ke arah Devan. Yah Devan yang melontarkan kata-kata itu. Devan segera masuk dalam lingkaran diantar mereka semua.


 


"maksud lo apa dev?hah?" tanya Raya.


 


"mau gue atau lo yang jelasin ke sahabat lo ini re?" tanya Devan.

__ADS_1


 


Raya menatap Renata meminta penjelasan. Tapi Renata hanya diam. Renata sengaja tidak menceritakan ini pada raya.


 


"yaudah gue aja yang kasih tau lo semua! Renata cewek populer disekolah ini emang pantas disebut cewek murah! Karena apa? Saat gue masih pacaran sama dia. Eh ternyata dia selingkuh sama cowok yang kalian juga idolain selama ini!" jelas Devan sambil menunjuk Renata dan Marcel bergantian.


 


"Devan! Maksud lo apa? Hah? Gue gak selingkuh sama Marcel!" teriak Renata.


 


"gak selingkuh? Trus kalian ngapain berdua ke mall? Bawa belanjaan banyak? Hah?" tegas Devan.


 


"jadi kalian udah pada tau kan kelakuan cewek satu ini. Yah benar yang Bella bilang kalo cewek ini memang tukang motorin cowok!" lanjut Devan.


 


Mata Renata berkaca-kaca. Baru kali ini ia direndahkan sama cowok. Apalagi mantannya! Astaga Devan bener-bener banci!


 


Bugh


 


Marcel langsung menghantam muka devan. Di tonjoknya dengan keras sampai bibir Devan sobek. Bella dan Renata sontak menahan Marcel.


 


"kalo sekali lagi gue denger lo hina Renata! Lo berurusan sama gue! Ngerti?!" bentak Marcel.


 


Semua orang yang ada disana kaget dengan bentakan itu. Baru pertama kali mereka melihat Marcel semarah ini.


 


"cel kamu ngapain belain dia? Bener yang Devan bilang tadi. Kamu cuma di porotin" ucap Bella.


 


"bel cukup! Re ikut aku" ucap Marcel sambil menarik lengan Renata.


 


Bella menahan Marcel agar tidak pergi namun sayang tenaganya kalah. Sekarang penghuni kantin hanya menatap punggung kepergian sepasang suami istri itu.


 


Raya pun ikut melangkah keluar kantin dan diikuti oleh Riki dibelakang. Riki tau perasaan raya saat ini. Sedangkan Farhan menenangkan Bella yang sedang terisak. Entah mengapa dia jadi menangis. Kan yang seharusnya nangis yah Renata! Dasar caper!!


Lalu Devan? Dia menghilang dari kantin.


 


"udah Bell,gausah nangis gue bingung jadinya ini ahelah" ucap Farhan menenangkan Bella.


 


"han, Marcel berubah! Kenapa dia malah belain cewek itu daripada gue" ucap bella ditengah nangisnya.


 


"gue juga gatau bel. Gue aja tadi bingung kalian kenapa. Makanya gue diem aja"


 


"lo mah ih! Han gue sayang sama Marcel"


 


"udah tau,kan lo juga pasti sayang gue sama Riki. Iya gak?"


 


"Farhan! Gue serius sayang sama Marcel lebih dari sahabat"


 


Degg


 


Farhan diem sejenak mencerna kata-kata Bella tadi. Pasalnya Farhan tau kalau dulu Marcel mencintai Bella namun sayang dulu bella tidak menyadari itu. Apakah Marcel masih mencintai Bella? Pertanyaan itu muncul dengan sendirinya diotak Farhan.


 

__ADS_1


__ADS_2