
Waktu berjalan begitu cepat. Karena hari ini hari terakhir kelas 12 melaksanakan Ujian Nasional. Marcel berangkat lebih pagi. Sepertinya ia akan belajar lagi disekolah. Padahal semalam Marcel sudah belajar penuh ditemenin sang istri. Renata tak bisa protes karena itu juga demi kebaikan Marcel.
Sebelum Marcel pergi tadi Renata sudah izin ke Marcel akan pergi kerumah Raya. Kartu yang diberi marcel sudah ia gunakan 2hari lalu bersama Raya juga. Namun bedanya barang yang Renata beli kemarin semua untuk Marcel. Entah mengapa Renata tidak ingin belanja untk dirinya sendiri padahalkan jarang-jarang Marcel memberikan kartu untuknya. Bukan karena Marcel pelit hanya saja Marcel ingin merubah Renata agar tidak boros. Dan sepertinya sedikit demi sedikit akan berhasil.
Renata sudah rapi dan siap menuju rumah Raya. Sebelum Renata berangkat ia akan menelfon Raya untuk mengabarin bahwa dirinya akan berangkat. Dan setelah itu akan memesan taksi untuk mengantarkannya kerumah Raya. Sebenarnya dirumah sudah ada mobilnya tetapi sekarang ia malas untuk menyetir sendiri karena sudah terbiasa disetirin hihi. Jadilah lebih baik Renata menggunakan jasa taksi. Lagi pula Marcel sudah bilang akan menjemputnya nanti setelah pulang sekolah.
Setelah melihat taksi yang ia pesan sudah berada didepan Renata langsung melangkah keluar dan mengunci pintu rumah lalu berjalan kearah taksi dan langsung masuk kedalam. Didalam tak Renata hanya memerhatikan jalanan. Sampai akhirnya taksi itu berhenti didepan rumah mewah yang sering ia kunjungi dulu sebelum dirinya menyandang status istri.
Renata membayar tarif taksi dan hendak keluar setelah mengucapkan terimakasih pada supirnya. Renata melangkahkan kakinya menuju gerbang dan terlihatlah satpam keluarga Raya yang membukakan gerbang untuknya.
"eh neng Renata. Silahkan masuk neng" sapa pak Mamat.
"siap deh pak. Makasih ya udah dibukain gerbangnya padahal saya tamu tak diundang" canda Renata.
"ah neng Renata bisa aja deh"
"hehe yaudah aku masuk dulu ya pak"
Pak Mamat hanya mengacungkan jempolnya tanda 'iya'. Dan Renata segera berjalan kearah pintu utama. Renata langsung membuka sambil mengucapkan salam. Ternyata dibalik pintu sudah ada Linda yang akan keluar rumah.
"astagfirullah Renata" teriak Linda sambil mengelus dadanya karena kaget.
"eh ada mami. Maaf mi aku gak tau. Abisan mami gak ngomong sih mau keluar"
"gimana mau ngomong. Orang kamu ngucap salam tapi sambil buka pintu"
"hehe maaf mi. Kan mami tau itu kebiasaan aku"
"iya deh iya mami yang salah"
"eh engga mi aku yang salah. Aku minta maaf ya"
"iya mami maafin. Yaudah sana langsung ke Raya mami mau ada arisan"
__ADS_1
"oke siap mi. Mami hati-hati yaa jangan centil nanti aku bilangin papi Gerry loh"
"iya bawel deh kaya Raya. Mami gini-gini setia kali sama papi, emang kalian wlee"
"ih mami nyebelin. Aku kan udah punya suami. Raya noh yang gak setia eh tapi kalo sama yang ini kayanya setia deh itu anak"
"oh ya? Raya udah punya pacar lagi? Siapa re? Kok dia blm cerita ya ke mami"
"yaudah mami tunggu dia aja cerita yaa"
"ish kamu nyebelin. Yaudah mau berangkat yaa. Assalamualaikum" Linda sambil mencium pipi Renata.
"waalaikumsalam mi"
Yah Linda sudah tau tentang status Renata sekarang. Karena Raya selalu cerita tentang apapun pada Linda termasuk kalau mereka berdua adalah playgirl. Awalnya Linda marah pada mereka karena tak suka mereka seperti itu tetapi karena keras kepala keduanya akhirnya Linda pasrah. Linda selalu menasihati mereka berdua agar pacaran yang sehat dan tidak macam-macam. Untung keduanya mengerti jadilah mereka masih ditahap aman. Seperti Raya,ia belum pernah merasakan ciuman dibibir tetapi dipipi atau dikening ia sudah merasakannya. Begitu juga Renata. Tetapi Renata sudah merasakan sekarang karena sudah memiliki Marcel dan tak akan dosa melakukan itu bahkan lebihpun tak akan dosa. Eh.
"eh kalo dateng kerumah orang itu ucap salam bukan malah ngatain orang yang punya rumah" kesal Raya.
"lebay anjir kaya gue tamu baru aja. Lagian lo kenapa sih tumben amat"
"gatau gue lagi gak mood. Mending lo balik deh gue males liat lo"
"idih tai so cantik amat lo begitu najis"
"bodoamat re. Gue mendadak males sama lo karena lo gak jujur sama gue"
"maksud lo apaan njir gue ngerti. Jangan-jangan lo lagi ngeprank gue ye. Kameranya dimana gue mau dadah dadah dah biar famous"
"apaansi tolol. Gue serius ini. Lo gak mau jujur sama gue?he?"
"jujur apaan bloon gue beneran gak tau"
__ADS_1
"kapan lo ketemu Arga?hah? Kenapa lo cerita sama gue!"
"Arga?" Renata berusaha mengingat.
"oh iya gue lupa cerita sama lo. Abisan gak penting juga sih. Dia datang waktu gue udah bahagia sama Marcel" lanjut Renata.
"ceritain sekarang!"
"jadi waktu itu gue lagi dimall... " cerita mengalir tanpa ada yang terlewat.
"oh pantesan dia nge DM gue nanyain kontak lo. Untung aja Ig gue udah gue logout di hp Riki kalo engga dia pasti baca dan gue yakin dia bakal ngasih tau Marcel. Gak juga lo doang yang diambekin pasti gue juga"
"lo jangan kasih kontak gue ke dia ray. Awas aja lo kasih"
"lah lo telat. Tadi pas abis lo nelfon gue udah langsung chat lo nanya 'mau kasih atau engga' bahkan gue udah ss chat dia ke elu. Eh elu gak bales-bales ya gue kasih aja"
"astaga Raya. Lo kenapa bego amat sih! Jelas-jelas gue udah punya laki. Aduh gue gak mau ya kalo Arga merusak kebahagiaan gue sama Marcel"
"yah gue gak mikir kesana. Abis gue taunya lo demen kan sama dia jadi ya gue kasih aja"
"tapi kan sekarang udah beda anak monyet. Gue udah jadi bini. Yaudahlah udah terlanjur mau gimana lagi"
"yah maaf yaa babi eh baby. Kalo dia macam-macam lo bilang gue deh ntr gue marahin dianya"
"gue cuma takut Marcel salah paham ray"
"gue jamin Arga orangnya gak akan kaya gitu kok. Jadi lo tenang aja gue yang bakal tanggung jawab"
"iya iya serah lo aja lah. Ambilin gue makanan dulu cepet biar mood gue balik"
"najis tamu gak tau diri lo!" ucap Raya tetapi tak urung ia bangun dan keluar kamar menuju dapur untuk mengambil makanan buat sang sahabat terlaknat.
__ADS_1