Senior Cold

Senior Cold
BAB 60


__ADS_3

Pagi hari. Setelah Marcel mengantarkan Renata kesekolah ia berencana akan ke kantor Febri. Karena insiden kemarin ia jadi tak datang kesana. Tetapi ia juga berencana akan bertemu Riana sebelum sekolah Renata bubar karena ia akan bertemu Riana di cafe dekat sekolah.


 


Marcel Wijaya


Cafe Star jam 2 siang


 


Yah sekolah Renata akan bubar sekitar jam 2 lebih 15menit.


Tak lama Riana membalas pesan itu.


 


Riana


Maksudnya cel?


 


Marcel Wijaya


Kita ketemu


 


Riana


Ok


 


Disini lain.


 


Riana yang sedang ada dikamarnya pun langsung melompat kesenangan diatas kasur sambil berteriak tak jelas. Karena ia mendapatkan pesan dari 'marcel' yang notabennya lelaki yang sangat dirinya kagumin atau bahkan sayangi dan mengajaknya bertemu. Kalian bisa bayangin kan kalau gebetan kalian tiba-tiba ngajak ketemuan itu rasanya gimana? Alhamdulillah author pernah bahkan diajak jalan cui.


 


Riana langsung menuju kamar mandi. Ia harus tampil secantik mungkin. Ini adalah kesempatan Riana untuk memulai hubungan dekat dengan Marcel.


 


Riana masih tak bisa berfikir, mengapa tiba-tiba Marcel mengajaknya bertemu. Yang terpenting adalah ia akan berduaan dengan Marcel di cafe. Ah astaga ngebayanginnya aja udah bikin jantung bedebar.


 


Setelah ritual mandinya. Riana langsung memilih baju yang cocok dan memoles wajahnya. Sebegitu lebay nya kah perempuan? Yaallah.


 


...****...


 


Dikantin sekolah.


Renata dan Raya sedang menikmati makanan yang mereka pesan. Renata menceritakan semua yang terjadi pada Raya. Tentang dirinya dilabrak oleh Bella kemarin, karena posisi Raya kemarin belum datang jadi ia tidak tau kejadian itu. Setelah Raya datang Renata sudah izin pulang jadi ia tak bisa menanyakan langsung pada Renata dan hanya bertanya pada temennya yang lain.


 


"terus si Bella diapain tuh sama Marcel pas dia bilang begitu ke lo?" tanya Raya.


 


"gak diapa-apain njir. Malahan gue disuruh duluan kemobil tau gak"

__ADS_1


 


"lah gila. Si Marcel gila mana ada seorang suami diam aja pas istrinya direndahin! Dan lo mau pergi dari situ?" suara raya memelan.


 


"iyalah gue pergi,gue gak mau bantah dia ntr gue jadi istri durhaka kan gak lucu"


 


"lo juga sama tololnya berarti!"


 


"ye lo gak ngerasain sih jadi gue. Trus karena lama niatnya gue mau samperin dia lagi kedalam eh pas gue mau samperin gue ngeliat marcel cium kepalanya tuh cabe kan tai"


 


"Brengsek! Bangsat banget itu cowok! Musti gue hajar kayanya!"


 


"gausah ray, dia udah jelasin ke gue kenapa dia cium itu cabe. Dan kemarin dia udah minta maaf sambil ngajak gue ngedate"


 


"karena belanja lo bisa maafin kelakuan dia re? Lo sakit?"


 


"hehe, udah ah Ray gausah dibahas lagi. Gimana nanti kita ke cafe aja gue yang traktir"


 


"hm" Raya hanya membalas dengan deheman.


 


 


Bel panjang tanda pulang dibunyikan banyak siswa yang teriak heboh karena ini diluar dugaan mereka. Yaps sekarang masih pukul 1lewat 35menit. Kan lumayan menambah waktu jam mereka tidur siang nantinya.


 


Renata dan raya seperti biasa. Mereka masih ada dikelas menunggu parkiran sepi barulah keduanya keluar kelas. Setelah dirasa sudah sepi akhirnya mereka berdua keluar menuju parkiran. Mereka akan pergi menggunakan mobil raya.


 


Setelah sampai diparkiran mereka langsung masuk kemobil dan Renata yang menyetir. Renata menancapkan gas menuju cafe yang sudah keduanya sepakati. Setelah 10menit kurang mereka berdua sampai. Karena jarak dari sekolah memang dekat jadi mereka tak membutuhkan waktu lama.


 


Keduanya turun. Semua mata laki-laki terfokus pada kedua bidadari yang sedang berjalan masuk kedalam Cafe. Bagaimana tidak? Baju seragam mereka membentuk setiap lengkuk tubuh mereka. Dan jangan salah. Saat akan berangkat ke sekolah ia akan memakai pakaian taat aturan tetapi saat sudah sampai disekolah ia menggantinya dengan seragam aturan dia sendiri. Yah Renata menaruh baju yang sudah ia kecilkan di loker jadi Marcel tak akan tau.


 


Mereka duduk dibangku paling ujung dekat kaca. Lalu Raya mengangkat tangannya guna memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka. Setelah memesan beberapa makanan pelayan itu meninggalkan mereka. Sambil menunggu makanan datang mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing.


 


Tak lama ada seorang cowok menghampiri meja keduanya. Mata keduanya membulat. Kaget dengan sosok didepan mereka.


 


"kak Arga?" keduanya kompak.


 


"hai ray udah lama kita gak ketemu yaa"

__ADS_1


 


"eh iya kak udah lama banget ya" ucap Raya gugup. Raya gugup karena melihat Arga sekarang. Sempurna. Itulah satu kata yang pas untuk Arga saat ini. Dulu sepertinya Arga tak setampan ini bagaimana bisa sekarang Arga menjadi lelaki dewasa dan sangat tampan.


 


"lo makin badai aja ray, sama kaya yang disamping lo" goda Arga.


 


"lo bisa aja kak. Lo juga makin ganteng"


 


"haha makasih loh pujiannya. Btw kalian gak sekolah? Cabut ya lo berdua?"


 


"eh enggalah kak. Kita lagi pulang cepet makanya kita mampir kesini"


 


Arga manggut-manggut mendengar jawaban dari Raya. Lalu arga duduk disamping Renata.


 


"trus kenapa lo bisa disini kak? Emang lo gak ngampus?" tanya Raya.


 


Renata dari tadi hanya diam. Ia tak tau harus bicara apa. Perasaan tidak enak.


 


"ini cafe punya gue kali ray, lebih tepatnya punya bokap sih tapi karena udah dialihin ke gue jadi ya punya gue sekarang"


 


Mata keduanya kembali melotot. Keduanya tidak pernah tau hal itu. Padahal keduanya sering sekali menghabiskan waktu dicafe ini tapi tak pernah bertemu dengan Arga.


 


Raya ber'oh' ria. Tak lama makanan pesanan mereka datang. Pelayanan menatap makanan itu diatas meja.


 


"di lain kali kalo dua cewek ini makan disini jangan pernah suruh bayar ya. Dia teman saya. Dan ini calon pacar saya" ucap Arga pada karyawannya bernama Indi. Arga menunjuk Raya sebagai teman dan menujuk Renata sebagai calon pacar.


 


Uhuk Uhuk


 


Keduanya terbatuk karena tersedak air liurnya sendiri. Astaga pernyataan Arga tadi membuat keduanya kaget. Perasaan Renata makin tak karuan.


 


Akhirnya mereka menyantap makanan itu dengan sesekali berbincang. Arga masih tetap dimeja itu. Mereka mulai bernostalgia pada masa SMP nya.


 


Tak lama Renata menyipitkan matanya melihat sosok Marcel masuk kedalam Cafe itu dan duduk dihadapan perempuan. Renata tak bisa melihat perempuan itu karena perempuan itu duduk membelakanginya.


 


"****" desis Renata. Dan dapat didengar oleh keduanya.


 

__ADS_1


"lo kenapa??" tanya Arga.


 


__ADS_2