
Jam sudah menunjukkan pukul 7malam. Disinilah marcel berada sekarang. Yah dirumah Renata. Sekarang kebalik marcel yang akan ikut makan malam dengan keluarga Renata.
Renata baru turun dari kamarnya. Rambutnya masih basah. Dan dia hanya menggunakan baju lengan pendek dengan celana bahan seatas lutut.
Astaga cantik banget batin marcel.
"cepet de. Kamu lama amat si mandinya" ucap rio.
"tau lo de. Calon lo udah nungguin juga dari tadi" ucap Arsen sambil mengambil piring dari Diana.
"udah gausah ribut. Kita makan aja. Ayo cel jangan malu-malu" ucap diana.
Marcel tersenyum kikuk. Mungkin ini yang dirasakan Renata tadi siang.
Mereka makan dengan hikmat sambil berbincang.
Sekarang sudah pukul 9malam. Marcel sudah siap berpamitan dengan Diana dan Rio.
"mami, papi marcel pulang dulu ya" ucap marcel sambil mencium tangan Diana dan Rio.
"iya cel kamu hati2 ya.kalo sudah sampai kamu kabarin ke Renata" ucap diana.
Renata yang sedang sibuk dengan ponselnya langsung menoleh sambil melirik marcel dengan senyum kecut.
Penting amat gitu mi? Ucap Renata pelan tadi masih bisa terdengar oleh mereka disana.
"gak boleh gitu de. Dia itu calon suami lo" ucap Arsen dengan nada menggoda.
"bang, gue pamit ya assalamualaikum" ucap marcel langsung berjalan kearah mobilnya.
Sampai mobil marcel tidak terlihat barulah mereka masuk kerumah.
Renata langsung berjalan menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk.
Renata asik dengan game diponselnya. Tiba-tiba aktivitas nya terhenti karena ada chat masuk.
Marcel Wijaya
Gue dah sampe
Bodoamat njir Batin renata.
Renata hanya membaca chat itu. Dan melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.
****
Dilain tempat.
Marcel yang saat ini sudah ada dikamarnya langsung mengambil ponselnya diatas nakas. Dia mengirim pesan ke seseorang.
Marcel Wijaya
__ADS_1
Gue dah sampe
Send
Senyum marcel berkembang saat pesan itu dibaca. Namun lama kelamaan senyumnya pudar karena sudah berselang 5menit pesan tidak dibalas sama penerima.
Marcel keluar dari kamarnya. Menuju ruang tengah. Disana sudah ada febri dan lara yang tengah berbincang. Jangan tanya naura dia sudah tidur setelah jam makan malam.
Lara yang menyadari kehadiran anak sulung nya pun langsung menyapanya.
"sini cel duduk bunda mau bicara" ucap lara.
Marcel pun duduk di sofa single diruangan itu. Marcel melihat kedua orang tua tersenyum manis kepadanya.
"cel ayah udah izin ke sekolah kamu kalo lusa sampai 3hari kedepan kamu tidak masuk sekolah" jelas febri.
Marcel kaget. Bukan kaget karena pernikahannya akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Dia kaget kapan ayah nya kesekolah? Terus dengan alasan apa dia izin?
Febri melirik marcel. Dia tau apa yang tengah dipikirkan marcel saat ini.
"tenang, ayah bilangnya kita ke luar kota kok,dan gausah tanya kapan ayah kesana. Kan ayah tinggal telfon ke sekolah" jelas febri.
Terdengar helaan nafas dari marcel. Dan dia hanya mengangguk sebagai jawaban untuk febri.
Selesai mereka bertiga bicara serius. Marcel kembali kekamarnya dan bersiap untuk tidur. 2hari lagi dia akan menyandang status suami.
Selamat malam calon istri ucap marcel sambil memejamkan mata.
Raya yang melihat sahabatnya seperti itu jadi bergidik ngeri.
"weh cabe udah gila ya lo? Dari tadi senyum terus!" ucap raya.
"apaansi lo. Gue senyum salah cemberut salah ish" bela Renata.
"gue ngeri njir lu dari tadi begitu terus. Gue takut lu kesambet atau mendadak gila gitu"
Renata tidak menjawab ocehan raya. Dia hanya memberi kecupan ke pipi raya. Entahlah Renata juga tidak tau kenapa dia sebahagia ini.
Raya mengusap pipi yang bekas dicium Renata sambil mengerutu kepada sahabatnya. Renata tertawa ngakak melihat itu.
****
Bel istirahat berbunyi dengan kencang. Semua anak sudah berhamburan menuju kantin. Begitu juga Renata dan raya.
Saat mereka tengah asik menikmati makanan masing-masing. Tiba-tiba meja mereka digebrak oleh seseorang. Itu menyebabkan baso raya yang ada didalam mangkok terpental keluar.
Brakk
Mereka berdua menoleh melihat siapa orang yang mengganggu ketenangan mereka saat makan.
Dan ternyata orang itu adalah bianca dan 2 dayang nya. Bianca adalah kaka kelas mereka dan berteman dengan riana.
__ADS_1
Kalian masih ingatkan riana itu siapa? Riana adalah anggota osis yang bertugas menggunting rok Renata. Yah bisa dibilang dia agak gak suka dengan renata.
"eh anjir baso gue jadi mental noh gara-gara lo" ucap raya kesal.
Bianca hanya tersenyum sinis diikuti 2 dayangnya.
"lo bertiga gak tau sopan santun ya? Udah jadi senior kok gak ngotak" ucap Renata meremehkan.
"haha ngomongin sopan santun. Cara lo berpakaian disekolah ada sopannya gak?" ucap Bianca sambil tertawa.
Renata mengamati cara berpakaian Bianca. Tidak jauh berbeda dengannya. Cuma bajunya dia aja yang agak kebesaran daripada Renata.
Semua mata memang sudah bertuju pada mereka. Tetapi tidak mengurangi rasa takut Bianca yang terus melabrak Renata.
"haha lo gak ngaca?" ucap Renata.
"berani ya lo sama gue! Dasar jablay" ucap Bianca keras.
"jablay teriak jablay" teriak renata.
Bianca mengepalkan tangannya. Dia sangat emosi dengan kelakuan Renata. Dengan tidak sabar dia menarik rambut Renata.
Renata meringis. Raya berusaha melepaskan tangan Bianca dari kepala Renata.
Saat Renata akan membalas jambakan itu. Tiba-tiba ada suara yang menghentikan mereka. Dengan sigap Bianca melepaskan tangannya.
"kalian berdua ikut ibu keruang BK sekarang!" ucap bu santi selaku guru BK.
Ternyata ada siswa yang melaporkan aski Bianca ke guru. Renata dan Bianca jalan bersisihan. Mereka masih saling menatap dendam satu sama lain.
Sesampainya di ruang BK bu santi mengintrogasi mereka.
"Bianca,Bianca kenapa kelakuan kamu masih kaya gini? Hah? Kamu ini sudah kelas 12!" ucap bu santi. Yah Bianca sudah terkenal suka bully sejak dia kelas 11.
Mereka berdua hanya menunduk. Tidak ada yang berani berkutik.
"Bianca kamu saya skorsing selama 3hari" ucap bu santi.
"dan kamu Renata karena kamu yang menjadi korban disini saya akan toleransi untuk sekarang" tambah bu santi.
"bu tapi seragam dia melanggar peraturan yang ada" ucap Bianca tak terima.
Bu santi melirik Renata dari atas kebawah. Dan begitu juga melirik Bianca.
"Bianca memang seragam kamu tidak melanggar peraturan? Seragam kamu sama Renata hampir sama. Jadi kamu kalo mau kritik orang harusnya ngaca dulu jangan buat diri kamu sendiri malu" ucap bu santi tegas.
"buat kamu Renata. Tolong ubah seragam kamu jangan macam kurang bahan gini. Besok-besok ibu lihat kamu masih pakai seragam kaya gini. Ibu akan buat surat panggilan buat orang tua kamu. Ngerti?" tambah bu santi.
"ngerti bu" ucap Renata.
Bianca tersenyum licik. Begitu juga Renata. Sepertinya mereka masih memiliki dendam yang dalam.
__ADS_1