
Hari ini hari minggu. Untuk kebanyakan orang memilih bermalas-malas dirumah apalagi didalam kamar. Sama hal nya dengan renata. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Renata masih betah dibalik selimutnya.
Renata terjaga dari tidurnya karena ponselnya di atas nakas berdering kencang. Tanpa membuka mata tangannya terulur mengambil ponselnya lalu menggeser tanda hijau tanpa melihat siapa yang menelfonnya.
"halo"
"assalamualaikum re,kamu belum bangun sayang?"
Matanya terbuka lebar saat mendengar suara diseberang sana. Renata langsung duduk tegap sambil melihat nama diponselnya.
Mampus gue batin renata.
"wa-allaikumsalam bun,eh iya bun Renata kesiangan hehe"
"oh gitu jangan bilang kamu sama marcel abis ngelaku-"
"engga bun yaampun,semalem aku abis nonton drakor jadi kesiangan"
Renata memotong omongan lara, dia tidak ingin lara membahas soal itu. Satu kamar aja engga gimana mau ngelakuin itu.
Kalian pikir sendiri deh ngelakuin apa.
Terdengar suara kekehan diseberang sana.
"iya sayang bunda bercanda. Hari ini bunda mau kerumah kamu,kamu siap-siap ya bunda mau jalan sekarang. See u assalamualaikum"
"waalaikumsalam bun"
Renata meletakkan ponselnya di atas tempat tidur dan melesat kekamar mandi.
...****...
Berselang waktu 30menit Renata sudah ada diruang tamu bersama lara. Mereka tengah berbincang hangat. Dari tadi marcel belum keluar dari kamarnya. Bahkan dia tak tau kalau bundanya akan datang.
"marcel mana re? Kok bunda gak liat" tanya lara celingukan.
"mungkin masih di kamarnya bun." jawab Renata sambil menutup mulutnya. Dia keceplosan. Orangtua mereka taunya mereka tidur satu kamar.
Kacau batin renata.
"kamarnya? Kamar kalian kali" ujar lara.
"nah iya maksud aku gitu" ucap Renata sambil tersenyum.
Renata mengelus dadanya lega. Untung saja mertua tidak kepo akut. Kalau saja dia Diana mungkin akan di tanya tanpa cela.
"yaudah yu kita mulai belajarnya" ucap lara bangun dari sofa dan berjalan kedapur.
Renata hanya mengekor lara dibelakang.
"mau belajar masak apa bun hari ini?" tanya Renata.
"kita buat makanan kesukaan marcel gimana?mudah kok"
"emang marcel suka apa bun?"
"ayam kecap sama kentang balado re,kalau sayur dia suka sayur sop"
Renata mangguk-mangguk. Renata memang tak suka dengan marcel tetapi dia tidak ada alasan untuk tak suka dengan lara. Lara memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.
__ADS_1
Mereka memulai aksinya. Diiringi berbincangan kecil. Tak lama marcel turun dari tangga dengan pakaian sudah rapi.
Mata marcel membulat saat melihat lara yang tengah mengajari Renata mengulek cabe. Bibir marcel terangkat ke atas. Renata terlihat sexy dengan keringat di keningnya dan dilehernya. Lehernya terlihat jelas karena rambutnya sengaja dicepol keatas.
Marcel menelan saliva nya susah payah. Gimana ia tidak jatuh hati sama Renata. Marcel berjalan mendekati bunda dan istrinya dengan muka datarnya.
"pagi bun" sapa marcel ke lara.
"pagi kak, kamu baru bangun? Eh tunggu kamu udah rapi,mau kemana?" tanya lara.
Renata melirik marcel dari atas sampai bawah lalu kembali mengulek cabe yang ada dicobek.
Mau kemana itu orang? Batin renata.
"bunda kapan dateng? Kok bunda gak minta jemput aku?" ucap marcel mengalihkan pembicaraan.
"baru satu jam yang lalu, bunda bawa mobil. Abis dari sini bunda mau langsung arisan sama mami Diana juga" jelas lara.
Marcel ngangguk mengerti. Marcel melirik Renata sebentar. Renata merasa diperhatikan ia menoleh. Mata mereka bertemu.
"kak kamu mau kemana udah rapi gini?" tanya lara membuyarkan tatapan marcel dan Renata.
"mau keluar bun,aku jalan dulu ya" ucap marcel sambil menarik tangan lara untuk ia cium.
Renata diam tak berkutik. Marcel tidak menganggap nya ada. Kenapa hati nya malah sesak ya? Apa karena terlalu semangat ngulek cabenya jadi ia menguras banyak tenaga. Ah tidak mungkin ia melakukannya pelan tapi pasti kok.
Marcel berjalan keluar tanpa melihat Renata barang sedetikpun. Lara yang melihat itu langsung peka. Ia mendekati Renata sambil memeluk dan mengelus rambutnya.
"aku gapapa kok bun hehe" ucap Renata sambil tertawa hambar.
****
Marcel keluar dari rumahnya. Sebenarnya marcel ingin sekali menyapa Renata. Tetapi mengapa hatinya masih saja egois. Ia tidak bisa memperlakukan Renata sama dengan ia memperlakukan bella.
Marcel mengeluarkan mobilnya dari halaman rumah. Dia membelah jalan ibu kota diwaktu Weekend ini.
Mobil marcel berhenti didepan sebuah apartemen. Ia segera menelfon seseorang.
"aku udah dibawah" ucap marcel langsung menutup sambungan telfonnya setelah mendengar jawaban dari seberang.
Tak lama seorang perempuan cantik masuk kedalam mobil marcel. Marcel menoleh kesamping sambil tersenyum.
"jangan banyak senyum ayo jalan nanti aku malah baper" ucap bella.
Flashback on
Pagi tadi saat marcel masih tidur. Tiba-tiba ponselnya berdering. Mau gak mau marcel membuka matanya dan mengangkat telfon itu.
Jika saja yang menelfon dirinya itu riki atau farhan pasti ia sudah mengumpat dan malah mematikan ponselnya.
Ini yang menghubunginya bella. Dia tidak bisa menolak panggilan itu. Entah dengan alasan apa marcel tidak bisa menolak apapun permintaan bella.
"hallo cel,hari ini temenin aku ke mall ya sekalian ke toko buku,aku mau beli beberapa buku"
"iya,aku siap-siap dulu ya,nanti aku chat kamu kalo mau otw"
"oke cel,see u"
__ADS_1
Marcel segera bangun dan masuk ke kamar mandi. Sampai bener-bener rapi barulah dia keluar kamar. Marcel tidak mendengar suara bel didepan mungkin saat lara datang tadi dia sedang di kamar mandi.
Flashback off
Mereka berjalan menuju salah satu mall yang didalamnya ada toko buku. Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.
Wajah marcel berbeda jika dengan bella. Dia selalu senyum dan tak pernah menampilkan wajah datarnya tidak seperti ia perlihatkan pada semuanya.
Sifatnya pun tidak sama. Ternyata bella berpengaruh besar dalam hidup marcel.
"bel kita makan dulu yu aku belum makan dari pas bangun" ajak marcel.
"boleh,makan ramen ya" jawab bella.
"ok yu" putus marcel sambil menarik tangan bella lembut menuju restoran itu.
Sekarang mereka sudah duduk berdua berhadapan. Sambil menunggu pesanan datang mereka bercanda ria. Sampai mereka tidak sadar jika ada orang yang memperhatikan mereka bahkan sempat memfoto mereka.
Tak lama makanan pun datang. Mereka makan dengan nikmat. Sesekali tertawa renyah ala mereka.
Tiba-tiba bella tersedak. Marcel dengan sigap mengambil air minum dan berdiri disamping bella. Marcel memberi bella minum sambil menepuk punggung gadis itu pelan.
"pelan-pelan jangan banyak ketawa kalo makan" nasehat marcel.
Bella mengangguk.
Setelah makan selesai marcel membayar Bill dan keluar restoran bersama bella menuju toko buku.
Sama seperti tadi mereka berjalan sambil beriringan sambil bergandengan tangan.
...****...
Dirumah.
Renata mengusir rasa bosannya dengan nonton film dirumah televisi. Seperti yang di katakan lara tadi dia akan arisan bersama Diana. Sudah 3 jam yang lalu lara pergi. Alhasil Renata sendirian dirumah.
Renata sesekali menatap pintu. Sekarang sudah pukul 3sore marcel belum juga pulang sejak kepergiannya tadi. Padahal Renata sudah menyiapkan hasil masakannya tadi diatas meja makan.
Ah mengapa Renata terus saja berharap marcel sejak pagi tadi. Kayanya ada yang gak beres dengan pikiran atau hati nya.
Tak lama ponsel Renata berdering. Menampilkan nama seseorang disana. Renata mengangkatnya dengan malas. Kenapa ini orang masih saja mengganggu Renata.
"halo re. Lo sibuk gak? Jalan yu"
Sebenarnya Renata malas jalan dengan cowok ini. Tapi mau gimana dia juga bosan hari ini. Gapapalah Renata pergi sebentar menghilangkan rasa bosan.
"halo re lo masih di sana kan?"
"iya dev,gue prepare dulu"
"ok re, gue jemput dirumah ya"
Astaga gue lupa. Plis cari alesan dong gak mungkin gue kerumah mami dulu batin renata.
"gue ditempat sepupu gue,lo jemput kesini aja ntr gue share loc"
"oh gitu,ok re"
__ADS_1
Renata mematikan sambungan telponnya. Dan bergegas ke kamarnya untuk prepare.