Senior Cold

Senior Cold
BAB 57


__ADS_3

Setelah sholat berjamaah Marcel dan Renata menuju ruang makan. Marcel yang duduk manis sedangkan Renata yang menata semua makanan diatas meja. Renata sengaja menyuruh Marcel untuk duduk saja dari pada membantu dirinya,bukan cepat selesai malah makin lama selesai. Setelah dirasa siap Renata mengambil posisi duduk disamping Marcel.


 


"sudah siap pak. Silahkan dinikmati" perintah Renata.


 


"baik terimakasih bu" ucap Marcel sambil mencium pipi Renata.


 


Renata merona. Bahagia sederhana ini ya ternyata.


 


Mereka makan dalam diam. Setelah beberapa lama akhirnya Renata membuka suara lebih dulu.


 


"kamu berarti udah gak kesekolah lagi dong ya?" tanya Renata.


 


"kesekolah kok. Buat anter jemput kamu"


 


"ish ngapain? Bukannya ayah bilang katanya selesai kamu ujian kamu disuruh magang ke kantornya ya?"


 


"iya sih,cuma kan kalo anter jemput kamu kewajiban aku"


 


"yah gausah cel. Aku bisa naik taksi atau suruh Raya anter aku pulang,kamu fokus aja di kantor ayah"


 


"gak ada bantahan re! Aku bakal tetap antar jemput kamu"


 


"iya deh iya. Eh btw kenapa kamu gak kuliah dulu baru masuk ke kantor ayah?"


 


"aku bakal kuliah kok,cuma yah sambil kerja di kantor ayah"


 


Renata mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Sebenarnya Marcel tidak kuliah juga bisa kok menggantikan ayahnya nanti. Karena sejak masih sekolah juga ia sering membantu ayahnya di kantor jadi yah dia sudah mengerti tentang bisnis.


 


"trus kalo kamu nanti setelah lulus mau ngapain?" tanya Marcel.


 


"aku mau kuliah,cita-cita aku mau jadi pengacara"


 


"kalo misalnya aku gak izinin kamu kuliah gimana?"


 

__ADS_1


"kok gitu? Kan aku juga mau punya masa depan cel"


 


"kan kamu udah jadi tanggung jawab aku. Jadi kamu gak perlu kerja lagi,aku yang akan menafkahi kamu sayang"


 


"tapi kan?"


 


"kita liat nanti kedepannya aja ya" ucap Marcel mencium kening Renata.


 


Setelah selesai makan. Marcel langsung menuju kamar sedangkan Renata masih membereskan bekas makan mereka. Mereka berdua menjadi diam setelah pembicaraan tadi.


Renata masih terus memikirkan apa yang diomongin oleh Marcel. Renata ingin sekali menjadi pengacara.


 


Setelah selesai membereskan semuanya barulah Renata berjalan kearah kamarnya. Dilihatnya Marcel yang sudah tertidur. Renata menghela nafas. Lalu ikut membaringkan tubuhnya disamping marcel. Posisi tidur mereka kali ini saling membelakangi.


Akhirnya mereka mulai masuk kemimpi masing-masing.


 


...****...


 


Keesokan paginya.


Kelas 10 dan 11 sudah mulai masuk sekolah kembali hari ini. Sedangkan kelas 12 diliburkan. Kelas 12 hanya tinggal menunggu hasil Ujian.


 


 


"aku masuk dulu ya. Kamu hati-hati" ucap Renata didalam mobil sambil mencium tangan Marcel.


 


"ya" singkat Marcel.


 


Tau ah pusing gue, ngambeknya kaya perempuan njir batin renata.


 


Akhirnya Renata masuk kedalam sekolah. Disekolah nampak sepi karena cuma ada kelas 10 dan 11 saja. Jadi dirinya tidak bisa cuci mata melihat kakak kelas ganteng yah seperti Marcel contohnya. Renata berjalan kearah kelasnya sambil bersandung kecil.


 


Belum sempat melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas,tangannya ada yang mencekal dan otomatis dirinya berbalik arah. Dilihatnya orang yang menarik tangannya. Tetapi orang itu malah tersenyum lebih tepatnya menyeringai ke arah Renata. Renata bingung mengapa ada Bella disini padahalkan kelas 12 libur. Mana Bella memakai seragam sekolah lagi.


 


"Gue mau ngomong sama lo!" ucap Bella kencang membuat semua orang menoleh ke arahnya.


 


"atuh ya kalo mau ngomong tinggal ngomong gausah tarik tangan gue kali,sakit" ucap Renata.


 

__ADS_1


"baru begini lo bilang sakit?gimana rasanya jadi gue? Hah? Lo ambil Marcel dari gue"


 


Oh karena Marcel batin Renata.


 


"gue gak ambil dia dari lo! Cuma dianya aja yang gak mau sama lo haha" cibir Renata.


 


Plak


 


Suara tamparan itu makin membuat semuanya kepo. Tak terasa sekarang keduanya dikelilingi oleh murid lain. Ada beberapa yang merekam kejadian itu. Tetapi ada satu orang yang malah melakukan videocall pada si penyebab perkelahian itu.


 


Hancur lo berdua! Jadi waktunya gue yang akan dapetin marcel. Batin orang itu.


 


"eh anjing jangan maen fisik dong! Kenapa lo malu sama omongan gue tadi? Hah? Makanya lo ngaca dong, mana mau Marcel sama lo kalo kelakuan lo begini bangsat!" teriak Renata.


 


"lo kurang ajar! Gue lebih dulu kenal sama Marcel, dengan gampang lo rebut dia dari gue! Dasar cewek murah eh iya cewek matre juga!"


 


Renata menarik rambut Bella. Dan Bella juga tak mau kalah menarik rambut Renata. Beginilah kalau cewek bertengkar! Gak jauh dari jambak rambut.


 


"BERHENTI!!!" Teriak seseorang dibelakang kerubunan orang. Keduanya mengenali suara tersebut.


 


Renata dan Bella berhenti tetapi tangan mereka masih saling tengker dirambut musuh mereka. Orang itu berjalan kearah tengah. Mengapa marcel ada disini?


 


Flashback


 


Perjalanan menuju kantor Febri terhenti karena suatu panggilan video masuk diponselnya. Marcel segera memutar balikan mobilnya menuju kesekolah lagi karena didalam panggilan video itu terlihat jelas Bella dan Renata sedang bertengkar. Marcel melihat jelas kejadian disana. Dimana Bella menampar Renata. Dimana Renata bicara kasar.


Dimana mereka saling menjambak.


Jadi Marcel menambah kecepatan mobilnya menuju sekolah.


Sebelumnya Marcel bingung mengapa Riana melakukan panggilan video untuknya. Padahal semenjak pergantian jabatan dirinya tak pernah lagi komunikasi dengan Riana. Awalnya Marcel menolak panggilan itu namun Riana mengirim pesan untuknya bahwa dirinya harus mengangkat panggilan itu karena ada hal penting.


 


Flashback off


 


Jadi sekarang kalian udah tau kan siapa yang selama ini mengadu pada Marcel? Jadi selama ini Riana itu sengaja membuat Bella dan Renata bertengkar biar dirinya lebih gampang untuk mendapatkan hati Marcel.


 


Sebenarnya dari dulu Riana menaruh hati pada Marcel. Malah Riana sengaja mengikuti OSIS hanya karena Marcel. Biar dirinya lebih dekat dengan Marcel. Tetapi sayang,sampai sekarang Marcel tak pernah menganggap Riana lebih dari sekedar teman. Marcel akan berkomunikasi pada Riana hanya untuk keperluan osis saja. Tetapi mengapa Riana membenci Renata dari dulu? Bahkan waktu Renata belum dekat sama Marcel pun Riana sudah membencinya karena Riana tak suka dengan gaya Renata yang sok kecakepan padahal sebenarnya memang beuh badai sangat. Jadi riana makin benci sama Renata saat Riana tau Renata dekat dengan Marcel.

__ADS_1


 


__ADS_2