
Suasana sore hari ini sangat sejuk. Seakan mendukung kedua pasangan suami istri ini yang tengah jatuh cinta. Kedua nya sedang sibuk didapur. Renata yang ingin membuat kue sedangkan Marcel yang ingin menggoda Renata. Dan jadilah dapur mereka seperti kapal pecah.
"cel mending kamu duduk deh. Kalo kamu ganggu terus kapan jadinya ini kue" pinta Renata. Pasalnya bukannya ngebantu malah ngerusuh.
"gak mau. Aku mau bantuin" ujar Marcel.
"bantuin apa? Ini namanya kamu tuh ngerecokin bukan bantuin ih. Kamu liat nih dapur kita jadi ancur,pokonya kamu yang beresin nanti" Peringat Renata.
"iya" jawab Marcel pasrah.
"jangan iya iya doang! Udah sana kamu duduk tunggu mateng aja. Main ps kek atau apa kek ish" Renata mulai risih dengan keberadaan suaminya itu.
"iya deh iya" ucap Marcel sambil mencium bibir Renata.
"marcel mesum!!!!" teriak Renata.
Marcel berjalan sambil tertawa. Renata yang diperlakukan seperti itu juga tersenyum sebenernya tapi karena gengsi jadilah ia pura-pura merajuk.
Setelah bergulat dengan alat masak jadilah kue ala-ala buatan Renata. Renata menyiapkan secantik mungkin diatas piring dan dibawa kehadapan Marcel yang sedang bermain ponsel diruang keluarga.
"hidangan sudah siap silahkan dicicipi" ucap Renata.
Sebelum Marcel mencicipi makanan itu. Marcel melirik sebentar kearah Renata. Terulurlah tangannya untuk menghapus air keringat didahi Renata. Renata sontak mematung dengan perilaku Marcel seperti itu. Padahal ini sudah sering terjadi. Hm.
"makasih sa-yaang" ucap Renata gugup.
"hah?kamu bilang apa tadi?" goda Marcel.
"makasih"
"terus kelanjutannya?"
"apaan orang aku cuma bilang makasih"
"re cepet bilang lagi aku mau dengar"
Renata mengatur nafas "makasih sayang" ucap Renata sesantai mungkin.
"kembali kasih sayang" Marcel mencium kening Renata.
"udah cobain nih kue nya keburu dingin nanti gak enak"
Tangan Marcel terulur dan mengambil satu potong kue tersebut lalu memasukan kedalam mulutnya. Dengan gerakan lambat seperti juri sedang menilai dalam kompetisi.
"wow sangat enak yang" puji Marcel.
__ADS_1
"serius? Yeay aku udah berhasil ini berkat bunda"
Marcel terus memakan kue tersebut sambil menonton televisi. Renata duduk disampingnya sambil bermain ponsel. Tiba-tiba chat masuk diponsel Renata.
Arga
Re lagi ngapain?
Yah kontak arga sudah disave oleh Renata. Renata mengetik balasan untuk Arga.
Renata Adriana
Knp?
Arga
Kok cuek? Gue mau ajak lo dinner bisa gak?
Renata Adriana
Sorry gak bisa
Arga
Yah kenapa?
Seperti ada sesuatu gitu.
Renata melirik ke arah Marcel yang masih fokus dengan televisi. Renata mengamati wajah Marcel dari samping. Betapa indahnya ciptaan tuhan. Bibir merah,alis tebal, rahang kokoh dan rambut agak sedikit berantakan membuat semakin sexy.
"ngeliatin nya biasa aja dong. Nanti makin sayang loh sama aku" ucap Marcel masih fokus pada layar didepannya.
"eh?apasi woo" Renata salting.
"sini peluk deh, dari pada ngeliatin doang" Marcel langsung menarik Renata dan menaruh kepala Renata didada bidang Marcel.
Posisi nyaman.
Renata dan marcel larut dalam film yang sedang tayang ditelevisi. Sampai akhirnya Renata memejamkan mata dan tertidur pulas. Marcel masih terus mengelus rambut Renata. Setelah Marcel merasa jika Renata sudah sangat pulas barulah Marcel mengangkat tubuh Renata dan membawanya kekamar. Sebelum keluar kamar Marcel mengelus pipi Renata dan berakhir mencium pucuk kepala Renata.
Istirahat ya,aku mau beresin dapur yang kamu buat kaya kapal pecah ucap marcel.
Setelah itu Marcel turun kebawah lebih tepatnya kedapur untuk membersihkan dapur yang tadi dibuat berantakan oleh keduanya tapi lebih tepatnya oleh Marcel sih. Karena dirinyalah yang membuat kacau. Untuk membersihkan semuanya Marcel menghabiskan waktu hampir 1jam. Setelah selesai Marcel duduk di sofa sambil menikmati minuman dingin yang ia ambil dari kulkas tadi.
Marcel melirik jam yang ternyata sudah hampir magrib.
Marcel berniat akan memesan makan malam secara online saja,dia tidak akan menyuruh Renata untuk memasak. Karena Marcel tau pasti Renata lelah karena membuat kue tadi. Setelah memesan makanan di ponselnya, Marcel berjalan menuju kamarnya untuk sekedar mandi dan akan membangunkan Renata karena harus sholat magrib.
Marcel masuk kekamarnya dan melihat Renata masih tidur. Lalu ia berjalan kearah kamar mandi. Setelah selesai mandi ia berjalan mendekati Renata yang masih tertidur. Marcel masih menggunakan handuk dari pinggang sampai setengah paha dan rambut yang masih basah.
__ADS_1
"sayang bangun udah mau magrib" ucap Marcel sambil menepuk pipi Renata pelan.
"re bangun ayo,mandi abis itu kita sholat bareng" kali ini Marcel menciumi seluruh wajah Renata termasuk bibirnya.
"eughh... " Renata meregangkan otot lalu membuka matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah Marcel sedeket ini. Malah hampir tidak ada jarak.
"ih kamu ngapain?! Kamu mau macem2 yaa" ucap Renata.
"kalo iya kenapa?" Marcel menyeringai.
"Marcel ih! Aku masih mau sekolah cel,yaallah"
"tapi bunda sama mami udah minta cucu, gimana dong? Aku juga udah terlanjur begini" Marcel berdiri memberi tahu Renata bahwa dirinya hanya menggunakan handuk.
Renata menggelengkan kepalanya dengan muka yang pucat. Seketika tawa Marcel meledak. Renata mengerutkan dahinya berfikir.
"marcel kamu pasti ngerjain aku yaa!ish kamu mah nyebelin!!!" teriak Renata.
Marcel masih terus tertawa malah sambil memegang perutnya. Tawa marcel mereda karena ada telfon masuk diponselnya di atas nakas. Segera Marcel mengambil dan menjawab telfon tersebut.
"halo"
"..."
"oiya pak. Tunggu sebentar"
Marcel mematikan ponselnya dan meletakkan kembali ke nakas. Lalu ia membuka Laci dan mengambil dompet. Dia memberi Renata uang 1 lembar uang seratus ribuan. Renata bingung maksudnya apa.
"ini buat aku cel? Masa segini doang sih?"
"duit aja cepet,kalo aku minta hak aja takut"
Renata terdiam.
"udah cepat kebawah kasian tuh kurirnya dibawah nungguin"
"hah? Kurir apa?"
"buat makan malam. Aku udah pesan. Aku tau kamu capek. Udah cepet ambil dulu kebawah abis itu mandi trus kita sholat bareng"
"oke siap komandan!"
Renata berlari menuju pintu kamar tanpa melihat lagi ke arah Marcel. Renata sendiri takut malah terbawa suasana. Bagaimana tidak? Marcel sangat sexy jika seperti itu. Kan gak lucu jika dirinya yang tak tahan. Hahaha lucu sih kalo menurut author.
__ADS_1