
Kali ini Renata dan devan sudah berada disebuah Cafe tak jauh dari sekolahnya. Mereka duduk bersebelahan dengan makanan pesanan mereka didepannya.
"kamu mau ngomong apa re?" tanya devan.
"kamu duluan dev" pinta Renata.
"tadi aku denger kamu berangkat bareng sama marcel anak kelas 12 itu. Bener begitu?"
Renata tidak merasa panik,karena Renata tau hal yang akan devan tanyakan pada Renata. Maklum siswa populer jadi gosip sedikit langsung menyebar ke seantero sekolah.
"oh itu iya aku berangkat bareng dia, tadi pas aku nunggu taksi tapi lama eh dia nawarin aku tumpangan dari pada telatkan yah aku terima aja" jelas Renata.
"iya deh aku percaya yang penting kamu sampai dengan selamat" ucap devan menggenggam tangan Renata.
Renata yang ingin mengatakan sesuatu jadi tidak tega. Sebenarnya ia akan mengatakan kalau sampe sekarang ia belum bisa mencintai devan. Ah sungguh tega sekali Renata ini.
"tadi kamu mau ngomong apa re?" tanya devan.
"aku mau terimakasih sama kamu,selama ini kamu selalu ada buat aku,kamu tulus cinta sama aku dev,sedangkan aku?" ucap Renata terisak.
"hustt kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku temui re" ucap devan sambil memeluk Renata.
"makasih dev. Makasih banget"
"iya sayang"
Devan mengurai pelukannya. Lalu mengecup kening Renata. Renata tersenyum ke arah devan.
Dibangku lain.
Ada marcel dengan bella yang sedang makan juga. Marcel sudah mengamati Renata dari pas pertama mereka masuk.
Marcel juga melihat saat Renata dikecup keningnya oleh devan. Emosi marcel naik seketika. Tetapi ia pintar menyembunyikan ekspresi nya itu.
Bella yang melirik ke arah marcel. Pasalnya saat bella mengajak bicara marcel hanya di jawab dengan deheman saja.
Bella mengikuti arah pandangan marcel. Mata bella membulat saat melihat siapa yang tengah di perhatikan oleh marcel dari tadi.
"kamu ngapain ngelitain kesana terus?" tanya bella.
"eh engga kok kata siapa" jawab marcel kaget.
"pas pertama kita masuk mata kamu juga udah fokus kesana cel. Aku tau kok"
"perasaan kamu aja kali bel, udah ah abisin makanan kamu abis itu kita pulang" ucap marcel mengelus kepala bella.
__ADS_1
Bella mengangguk pasrah. Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin Bella tanya ke marcel. Mengapa marcel terlihat sangat peduli sama Renata?
Padahal setau bella dari dulu marcel jarang sekali peduli sama orang apalagi perempuan.
Ia juga sempet kaget saat marcel menjabat jadi ketua osis disekolah.
Marcel yang irit bicara seperti ini. Sikap yang acuh pada siapapun kecuali keluarga dan bella. Pada sahabatnya saja masih sering acuh.
Mengapa warga sekolah bisa memilih dia jadi ketua osis? Astaga.
Setelah selesai makan. Marcel membayar makanan itu ke kasir. Berbarengan dengan devan yang ingin membayar makanan itu juga.
Mereka berdua amprokan di kasir.
Marcel lebih dulu selesai. Lalu ia menyusul bella yang sudah didalam mobil lebih dulu. Saat sampai depan Cafe ternyata ada Renata yang sedang menunggu devan.
Mata mereka ketemu.
"pulang langsung" ucap marcel datar.
Renata hanya diam tak menjawab. Renata kesal dengan sikap marcel yang labil. Bentar-bentar baik, bentar-bentar acuh.
Marcel berjalan menuju mobilnya. Tak lama devan keluar dari Cafe dan menggandeng tangan Renata menuju mobilnya.
... ...
*****
Renata sampai dirumah terlebih dahulu. Saat ingin berjalan ke arah tangga tiba-tiba pintu rumah terketuk. Mau tak mau Renata berbalik badan membuka pintu tersebut sambil mengerutu kesal.
"assalamualaikum" ucap Arsen.
"gimana de sehat? Enak rumah tangga?" tanya Arsen beruntun.
"sehat bang,abang gimana? Tumben main kesini. Yah begini bang"
"sehat juga,abang abis dari bali kesini bawain oleh oleh buat kamu sama marcel. Marcel mana?" tanya Arsen.
Tak lama pintu terbuka lebar menampilkan sang suami. Saat ini Renata dan Arsen tengah duduk di ruang tamu. Mereka berdua menoleh Arsen yang tersenyum sedangkan renata hanya memasang wajah datar.
"eh ada bang Arsen,gimana bang sehat?" ucap marcel sambil mencium tangan Arsen.
"adik ipar yang baik,sehat cel. Lo?" tanya Arsen.
"baik juga bang. Tumben nih bang"
"ini mau nganter oleh-oleh buat dedek sama lo. Kemarin abis dari bali"
"oh gitu. Makasih banyak nih bang. Bang Arsen mau minum apa?"
"yang seger-seger boleh"
__ADS_1
"re buatin bang Arsen minum gih" suruh marcel pada Renata.
Renata mau tak mau bangun dan menuju dapur untuk membuatkan minum Arsen dan marcel. Ia tak ingin membantah marcel didepan Arsen bisa-bisa dia diceramahin oleh Arsen apalagi jika Arsen ngadu ke Diana. Makin runyam.
Renata balik dari dapur membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk. Arsen langsung meminumnya sedangkan marcel hanya mencicipi.
Mereka berdua berbincang diruang tamu. Sedangkan renata sudah masuk kekamarnya untuk melakukan bersih-bersih pada badannya. Setelah selesai saat Renata sedang mengeringkan rambut tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Untungnya dia sudah memakai baju.
"bang Arsen mau pulang. Lo turun sekarang" ucap marcel.
Renata berjalan menuju lantai bawah tanpa menghiraukan omongan marcel. Peduli setan orang itu akan marah.
"abang udah mau pulang? Gak mau makan malem disini dulu sekalian?" tanya Renata.
"engga ah palingan juga delivery. Mending dirumah masakan mami" ucap Arsen mengejek.
"gue udah bisa masak kali bang" ucap Renata sinis.
"ah masa? Gak percaya gue! Tar kapan-kapan gue cobain masakan adek gue yang manja ini" ucap Arsen sambil mengacak rambut Renata.
"gue udah gak manja. Gue udah jadi istri kali"
"iya deh dedek manja, abang pulang dulu ya ada urusan. Salamin sama marcel. Assalamualaikum" ucap Arsen sambil mencium pipi Renata.
Renata mengantarkan Arsen sampai kedepan. Setelah mobil Arsen sudah tidak terlihat lagi barulah dirinya masuk kedalam.
Saat Renata sedang membereskan bekas gelas tadi tiba-tiba marcel duduk disana.
"ekhmm" dehem marcel.
Renata menoleh sebentar lalu fokus lagi terhadap gelas didepannya.
"udah berapa kali lo dicium sama pacar lo?" tanya marcel intimidasi.
"bukan urusan lo!" jawab Renata ketus.
"urusan gue, lo istri gue. Masa iya istri sendiri dicium orang gue gak marah?"
"ohya? Gue peduli? Lo mau deket ama siapapun gue gak peduli cel. Pernikahan kita cuma karena orangtua bukan karena cinta!"
"putusin pacar lo!" bentak marcel.
"gak bakal. Enak aja lo punya pacar gue engga haha!"
"gue gak punya pacar re"
"peduli setan cel. Udah ah gue mau tidur lo kalo mau makan masak sendiri atau lo pesan! Dan inget jangan ngatur gue!"
"gue sayang sama lo re" ucap marcel pelan tapi masih terdengar oleh Renata.
__ADS_1