
Saat ini Marcel,Bella dan Renata tengah ada disebuah cafe dideket sekolah. Marcel meminta izin pada guru disekolah untk membawa Renata. Beberapa guru sudah mengetahui statusnya sekarang entah dari mana Marcel pun tak tau. Mungkin dari Febri pikirnya.
Sekarang mereka duduk disebuah cafe. Renata duduk disamping Marcel sedangkan Bella dihadapan mereka. Awalnya Bella tak terima jika Renata duduk disamping Marcel. Tetapi karena bentakan Marcel membuat nyali Bella ciut untuk protes alhasil dirinya ngalah.
"bell kenapa kamu bisa ada disekolah?" tanya Marcel.
Flashback
Riana.
Itulah nama yang membuat Bella berada disekolah hari ini. Riana memberi tau Bella bahwa hari ini adalah saatnya Bella membalas dendam pada Renata. Karena hari ini Marcel tidak ada disekolah dan itu waktu yang tepat untuk memberi pelajaran pada Renata. Karena setalah kejadian Bella mencium bibir Marcel itu mereka benar-benar tidak komunikasi. Dan setelah kejadian itu Marcel dan Renata selalu bersama tak ada celah bagi Bella untuk memberi pelajaran pada Renata.
"lo mending kesekolah aja sekarang. Hari ini kan tuh bocah gak ada yang jagain palingan temennya yang matre itu juga" ucap Riana di telfon.
Yah mereka berdua sering komunikasi dan tak ada yang tau kalau mereka kerjasama. Lebih tepatnya Riana memanfaatkan Bella untuk masalah Renata. Kalian inget tentang yang Bella membalikkan fakta pada Farhan dan Lara? Itu karena ide dari Riana.
Flashback Off.
"emang kenapa? Apa urusan kamu hah? Bukannya kamu udah gak peduli sama aku?" ucap Bella frustrasi.
"aku tanya sekali lagi! Kenapa kamu ada disekolah?"
"aku mau ngasih pelajaran buat perempuan murah ini karena udah berani ngambil kamu dari aku!" ucap Bella sambil menunjuk Renata.
"jaga ucapan lo! Yang murah itu lo! Udah tau cowoknya gak mau sama lo tapi tetap aja lo kejar. Gak malu?" sinis Renata.
"Renata kamu diam! Aku lagi nanya dia!" tegas Marcel.
Renata langsung diam tak bersuara.
"sejak kapan kamu jadi cewek kasar Bell?"
__ADS_1
"sejak perempuan ini ngambil kamu dari aku cel. Kamu harusnya ngerti!"
"Bell, Renata ini pacar aku! Bukan dia yang rebut aku dari kamu tapi memang aku sendiri yang menyuruh Renata buat sama aku terus! Karena aku cinta sama dia"
Sontak Renata kaget dengan ucapan Marcel tadi. Marcel mengatakan bahwa dirinya 'cinta' pada Renata. Seketika pipi Renata bersemu. Sedangkan saat ini Bella sedang berlinang air mata.
"kamu jahat cel. Aku lebih dulu kenal sama kamu. Aku lebih tau kamu. Aku lebih sayang kamu. Tapi kenapa kamu milih perempuan ini? Dia itu perempuan matre cel, pacar dia dimana-mana dan mungkin dia sudah ngasih tubuhnya pada setiap pacarnya"
"jaga ucapan lo bangsat!" Renata emosi. Enak saja dirinya dibilang sudah obral tubuh pada setiap laki-laki.
"Renata! Jaga bicara kamu, aku gak suka kamu bicara sekasar itu!"
"ckk. Cel kamu gak denger dia bilang aku apa? Dia menjatuhkan harga diri aku! Kenapa kamu masalahin omongan aku? Dia lebih kasar dari omongan aku tadi!"
"emang kenyataannya gitu kali! Jadi gausah marah!"
"bangsat!!" Renata bangun lalu menampar pipi Bella.
"CUKUP! RENATA DUDUK!" tegas Marcel.
"kenapa? Kamu mau bela dia? Hah?" teriak Renata.
"jelas! Pasti Marcel bela gue dari pada lo"
"najis!"
"re udah. Kamu kemobil duluan. Aku mau ngomong sama Bella sebentar. Ini kunci nya" ucap Marcel sambil menyerahkan kunci mobil pada Renata.
"kamu apa-apaan cel ngasih dia kunci mobil,nanti mobil kamu dibawa kabur gimana?"
"sorry ya gue masih mampu beli mobil sendiri!" ucap Renata langsung meninggalkan keduanya.
__ADS_1
Sebenarnya Renata tak ingin meninggalkan mereka hanya berdua tapi bagaimana Marcel yang suruh ia tidak bisa bantah karena tak mau jadi istri durhaka. Haha. Bukan deng karena Renata udah males liat tingkah Bella yang menurutnya sangat lenje. Haha.
Setelah Renata menghilang dari pandangan Marcel barulah Marcel membuka percakapan bersama Bella.
"aku mau tanya, kenapa kamu bisa nampar Renata? Emang dia salah apa sama kamu?" tanya Marcel.
Bella terdiam cukup lama. Barulah ia berani menatap Marcel.
"aku begini karena kamu yang gak peka cel, selama ini aku sayang sama kamu. Tapi kenapa sekarang kamu berubah?" Bella terisak.
"kenapa kamu milih perempuan yang baru kamu kenal dibanding aku? Kita gak tau perempuan itu berasal dari keluarga seperti apa? Apa dia selevel sama kamu?" aku sangat tau keluarga Renata bell, bahkan level dia diatas kita sebenernya.
"kan kamu tau sendiri dia itu playgirl dan pasti tubuhnya dia sudah banyak yang cicipi cel. Masa kamu mau pacaran sama cewek yang bekas diobral sana sini" kata siapa? Bahkan first kiss nya dia aku yang ambil. Yah Renata mengatakannya waktu itu.
"lalu dia itu cewek mat-" ucapan Bella terpotong.
"cukup bell, aku kecewa sama kamu! Kamu gak tau Renata orang seperti apa tapi kamu bisa menjelek-jelekan dia? Jangan asal dengar dari orang kalo kamu gatau kenyataannya!"
"tapi cel semua orang juga tau cewek itu seperti apa, kamu cuma dimanfaatin sama dia"
"bell aku jelasin sekali lagi ya sama kamu dan terserah kamu mau percaya atau engga. Pertama Renata bukan cewek matre bahkan keluarga dia adalah keluarga terpandang, karena keluarganya urutan kedua sebagai keluarga terkaya se-asia. Kedua Renata bukan cewek murah. Dan yang ketiga aku cinta sama dia, aku gak suka ada orang yang ganggu dia termasuk kamu. Jadi aku minta sama kamu jangan pernah ganggu dia lagi, karena kamu bakal nyesel"
Bella melongo karena penjelasan Marcel tadi. Dirinya masih tak menyangka dengan fakta yang Marcel beri tahu tadi.
"kita bisa sahabatan kaya dulu bell,buang perasaan kamu itu jauh-jauh. Aku janji aku bakal jagain kamu seperti aku jagain adik aku sendiri dan aku selalu berdoa biar kamu dapat laki-laki yang mencintai kamu balik, jangan tunggu aku" ucap Marcel sambil mengelus rambut Bella.
"yaudah aku duluan ya,kamu bisa pulang sendiri kan? Apa mau aku telfonin Riki buat jemput kamu?"
"gak usah aku bisa naik taksi, kamu hati-hati"
Marcel mengangguk lalu bangkit dari tempat duduknya. Sebelum dirinya meninggalkan Bella, Marcel sempat mencium pucuk kepala Bella dengan sayang.
__ADS_1
"hati-hati juga adikku" ucap Marcel lalu meninggalkan Bella.