Senior Cold

Senior Cold
BAB 61


__ADS_3

"****" desis Renata.


 


"lo kenapa?" tanya Arga.


 


Renata diam tak menjawab tapi matanya masih terus tertuju pada sosok suaminya disana. Mengapa Marcel tak menyadari dirinya disana?apa karena terlalu fokus pada wanita yang sedang ia temui? Kalo udah bahagia pasti ada saja yang mengganggu ya.


 


"ray, lo nengok kebelakang" ucap Renata pelan.


 


Otomatis raya menoleh kebelakang melihat sosok Marcel disana. Matanya membulat saat ia mengenali wanita dihadapan suami sahabatnya itu.


 


"njir itu kan si Riana yang tukang carmuk! Dia ngapain sama Marcel?" desis raya.


 


Renata mengangkat bahu nya tak tahu. Sedangkan Arga bingung dengan apa yang keduanya bicarakan.


 


...****...


 


Disisi lain.


Riana sudah datang dicafe terlebih dahulu. Saat masuk cafe mata Riana membulat saat melihat Renata dan Raya sedang bercengkrama dengan seorang laki-laki dewasa sampai mereka tak sadar jika Riana ada disana.


 


Riana sengaja mengambil posisi duduk dua bangku kebelakang sederetan dari mereka. Lalu sengaja duduk membelakangin mereka. Dengan ponsel yang merekam kejadian dibelakangnya.


 


Tak lama Marcel datang. Dan sepertinya Marcel tak menyadari kalau Renata juga berada disini. Itu keuntungan tersendiri bagi Riana. Sudah bisa berduaan dicafe sama Marcel eh ngeliat pacarnya Marcel lagi ngobrol sama cowok meski ada sahabatnya sih. Tapi kan itu bisa menjadi bahan untuk memanasi Marcel apalagi pas si cowok itu bilang kalau Renata adalah calon pacarnya.


 


"hai cel" sapa Riana saat Marcel sudah duduk dihadapan Riana.


 


"ya,lo udh pesen?" tanya Marcel basa basi.


 


Astaga marcel perhatian banget.


 


"udah. Lo mau pesen dulu?"


 


"gausah. Gue mau ngomong sama lo"


 


"etss sebentar gue mau kasih tau lo sesuatu dulu"


 

__ADS_1


Marcel menaikkan alisnya tak mengerti. Lalu Riana memberikan ponselnya pada Marcel. Marcel menerima dan langsung memplay video yang disuguhkan Riana.


 


Dahi marcel mengerut bingung. Apakah benar yang didalam video itu Renata dan raya? Bukannya mereka sekolah? Dan sekarang belum waktunya mereka pulang? Kalau emang mereka sudah pulang mengapa Renata tak mengabarin Marcel? Semua pertanyaan itu memenuhi otak Marcel.


Lalu Marcel langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh isi cafe.


 


Deg


 


Mata Marcel dan Renata bertemu. Seperti mereka sedang berbicara lewat mata. Raya yang sudah menunduk takut tak ingin melihat kebelakang sedangkan Arga mengikuti arah mata raya. Tak lama Marcel berdiri menghampiri meja Renata.


 


"ngapain?" tanya Marcel dingin.


 


Renata diam. Begitu juga Raya. Sedangkan Riana sedang tersenyum miring dibelakang Marcel.


 


Dasar bocah!


 


"ngapain?!!" suara Marcel meninggi membuat semua orang menoleh kearahnya.


 


"anda bisa sopan sedikit sama perempuan? Dan anda bisa untk tidak membuat keributan disini?" pinta Arga.


 


 


"Gak!" sahut Renata akhirnya.


 


"kenapa kamu masih mau duduk berduaan sama calon pacar kamu ini?hah?" tanya Marcel.


 


Renata dan Raya membulatkan mata tak percaya. Darimana Marcel tau tentang percakapan mereka tadi. Lalu mata Raya melirik Riana yang sedang diam tetapi terlihat jelas jika wajahnya nampak terlihat begitu bahagia melihat drama didepannya itu. Pikiran Raya sudah buruk terhadap Riana.


 


Pasti ulah si cewek carmuk batin raya.


 


"kenapa diem? Gak bisa jawab? Karena udah ketauan? Hah?" cibir Marcel.


 


"kalo iya memang kenapa? Apa urusannya dengan anda?" sahut Arga.


 


"tanya sendiri sama 'calon pacar' lo hubungan gue sama dia apa!" tegas Marcel sambil menekankan kata 'calon pacar'.


 


Arga menatap Renata meminta penjelasan. Namun Renata tetap bungkam.

__ADS_1


 


"lo gak bisa marahin Renata kaya gitu kak. Lo sendiri kesini ngapain? Sama cewek carmuk lagi!" sinis Raya.


 


"eh dasar cewek murah enak aja lo ngatain gue carmuk!" Riana tak mau kalah.


 


"eh mba gue tau kali kalo lo itu terobsesi sama kak Marcel. Dan pasti lo yang ngerencanain ini semua! Iya kan?" cibir Raya.


 


"lo jangan asal nuduh! Gue bisa laporin lo atas pencemaran nama baik ya! Dan gue ada disini karena Marcel yang suruh gue!"


 


"sekarang jelasin! Kamu ngapain minta ketemuan sama dia?" kali ini Renata yang bicara.


 


Marcel terdiam. Rasanya mulutnya tidak mau terbuka. Marcel tak tau harus memberi jawaban yang logis seperti apa pada Renata. Karena Marcel bermaksud ketemu Riana untuk menanyakan seberapa dekat Riana dengan Bella. Dan mengapa Bella bilang kalo Riana lah yang sering memberi informasi tentang dirinya. Marcel mau tau maksud dari semua itu apa. Dan dengan ucapan Raya tadi Marcel bisa menyimpulkan kalau Riana punya niat buruk terhadap hubungannya dengan Renata.


 


"kita pulang!" Marcel menarik tangan Renata kasar membuat Renata meringis.


 


"lepasin dia! Lo gak bisa kasar sama dia!" tegas Arga.


 


"kenapa? Urusan lo apa?" bantah Marcel.


 


"mending lo tanya Renata langsung dia mau disini apa ikut lo!" ucap Arga.


 


"udahlah cel mending kita pergi dari sini gausah ngurusin cewek murah macam mereka berdua" sahut Riana.


 


"eh lo diem ya! Gausah ikut campur dan jaga ucapan lo cewek carmuk!" sahut raya.


 


"bukti udah ada shay kalo lo berdua emang murah dan matre. Buktinya sekarang lo berdua ada dicafe sama orang ini! Dan kalo dilihat dari penampilannya cowok ini adalah cowok kaya,makanya lo berdua deketin biar bisa kalian porotin. Benar begitu tuan?" jelas Riana.


 


"Bangsat!" umpat Renata dan Raya bersamaan.


 


"maaf nona,bisakah anda jaga bicara anda tadi?Jika anda tidak tau kebenarannya maka anda tidak bisa langsung menyimpulkan sesuatu!" titah Arga.


 


"kita cabut Ray!" tegas Renata meninggalkan mereka bertiga disana.


 


Raya dan Renata segera berlari kearah mobil tanpa melihat lagi kebelakang. Mata Renata sudah memanas. Memikirkan apa tujuan Marcel menemui Riana.


 

__ADS_1


Brengsek umpat Renata dalam hati.


__ADS_2