Senior Cold

Senior Cold
BAB 44


__ADS_3

Saat ini marcel dan Renata ada didalam mobil. Tetapi mereka hanya di parkiran sekolah. Karena menurut marcel ini tempat paling aman buat mereka dari jangkauan siswa lain. Tak ada yang menguping pembicaraan mereka.


 


"ngapain lo bawa gue kesini?hah?" tegas Renata. Sebenarnya hatinya masih sakit saat Devan berbicara seperti itu.


 


"disini tempat teraman buat aku ngomong sama kamu" ucap Marcel lembut.


 


"maafin Bella ya karena perilaku dia kaya tadi" lanjutnya.


 


"Ck,lo bawa gue kesini cuma mau ngewakilin sahabat lo itu minta maaf?" desis Renata.


 


"gak gitu re" Marcel menarik tangan Renata dan digenggam.


 


"udah ya cel. Gue males debat begini cuma karena sahabat lo itu!"


 


"gue sayang sama lo re" ucap Marcel pelan.


 


Renata langsung menoleh kesamping. Dan tatapan mereka bertemu. Ada sebuah keseriusan dimata Marcel.


 


"haha lo salah. Lo lebih sayang dia daripada gue cel. Udah ah urusin aja dulu sahabat lo itu mungkin sekarang dia lagi mewek" Renata tertawa hambar.


 


Sebenarnya jantungnya memacu sangat cepat tidak seperti biasanya. Tapi ia berhasil menyembunyikan itu. Renata tak mau langsung percaya dengan kata-kata Marcel tadi. Renata sendiri belum tau jika dirinya memang sudah cinta apa belum sama Marcel.


 


Cup


 


Marcel mendaratkan bibirnya dibibir Renata sekilas. Renata kaku. Perlakuan macam apa ini? Astaga jantung Renata serasa ingin keluar. Renata langsung menegang.


 


"itu bukti kalo aku sayang sama kamu" ucap marcel lalu keluar dari mobil lebih dulu.


 


Renata masih memegang bibirnya. Ia masih tak percaya dengan perilaku marcel tadi.


 


Yaallah kuatkan hamba ucap Renata.


 


 


 


...****...


 


Sekarang jam pelajaran terakhir sedang berlangsung. Sedari kejadian tadi memang Bella mendiamkan Marcel. Begitu juga Marcel. Karena tekad marcel sudah bulat akan menjaga jarak dengan Bella demi Renata. Meski Renata tidak memintanya begitu.


Hanya saja Marcel ingin menjaga perasaan Renata mulai sekarang.


 


Tak lama bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa berhambur keluar kelas. Marcel pun ikut bangkit dari duduknya dan akan keluar kelas. Tapi saat Marcel akan melangkah tangannya dicekal oleh Bella. Marcel menoleh kearah bella dengan muka datar. Padahal dari dulu marcel selalu masang senyum jika dekat dengan Bella.


 


"kenapa?"tanya marcel datar.


 


"aku mau ngomong sama kamu" ucap bella pelan.

__ADS_1


 


Riki dan Farhan hanya melihat adegan itu tak mau ikut campur.


 


"bell aku buru-buru"


 


"kamu mau kemana? Kamu gak anterin aku pulang?"


 


"han tolong anterin Bella pulang yaa. Gue ada urusan" ucap Marcel sambil menepuk bahu Farhan. Farhan hanya mengangguk.


 


"kok gitu? Kan biasanya kamu yang anter aku?"


 


"bell udah ya gausah drama. Masih mending si Farhan mau nganterin lo pulang" celetuk Riki. Sebenarnya Riki sudah kesal dengan Bella. Entah alasannya apa Riki jadi begitu dengan Bella.


 


"yaudah gue duluan ya" ucap Marcel pamit sama mereka bertiga.


 


Air mata Bella menetes. Riki malas melihat drama Bella. Bella sudah sangat sering seperti itu jika kemauannya tidak diturutin oleh ketiga sahabat cowoknya ini. Riki berjalan keluar kelas meninggalkan mereka berdua. Sedangkan Farhan masih membujuk Bella agar berhenti menangis dan mengajaknya pulang.


 


Gue gak tega ngeliat lo begini bel batin Farhan.


 ****


Saat ini Renata dan raya tengah menjalankan hukuman dari bu Rani tadi. Setelah hampir selesai mereka kembali ke kelasnya untuk ngaso sebentar. Renata menceritakan kejadian dimall waktu itu pada Raya. Raya mengerti mengapa Renata tidak menceritakan itu pada Raya waktu itu. Karena waktu itu Raya belum mengetahui status Renata saat ini.


 


Tak lama marcel masuk kedalam kelas Renata. Untung saja semua siswa dikelas sudah pada pulang. Jadi tidak ada keributan karena Marcel masuk kelas mereka dan terlebih lagi menghampiri Renata.


 


 


"pulang" jawab Marcel datar.


 


"duluan aja, gue bareng Raya, iyakan Ray?" tanya Renata ke Raya.


 


Raya melirik ke arah Marcel sebentar. Tatapan marcel sangat tajam astaga. Tiba-tiba Riki lewat di jendela kelas mereka. Dengan sigap raya berdiri dan memanggil Riki.


 


"kak Riki" teriak Raya.


 


Riki menghampiri mereka. Sedangkan Renata mengerutkan keningnya bingung. Sejak kapan mereka dekat.


 


"kenapa Ray?" tanya Riki.


 


"aku nebeng kaka ya, aku pusing. Ngeri kalo bawa mobil sendiri" pinta Raya sambil mengedipkan matanya.


 


Untung saja Riki peka. Riki langsung mengangguk dan membawa raya keluar kelas. Akhirnya Raya bisa bernafas lega setelah ditatap oleh sepasang suami istri itu.


 


"ayo" ajak Marcel.


 


Renata bangun lebih dulu dan meninggalkan Marcel. Marcel hanya mengikuti istrinya dari belakang. Bodoamat Renata meninggalkannya pulang sekolah asal jangan meninggalkannya demi cowok lain. Hahaha!


 

__ADS_1


Mereka sampai di parkiran sekolah. Renata menunggu Marcel disamping mobil. Mata Renata melihat Bella dan Farhan yang akan masuk kemobil itu.


Senyum miring tercetak diwajah Renata. Dan langsung masuk mobil.


 


Diperjalanan hanya keheningan. Renata yang sibuk dengan ponsel nya sedangkan Marcel yang fokus ke jalanan sesekali melirik ke arah Renata.


 


Ditengah perjalanan Marcel melirik ke arah Renata ternyata istrinya itu terlelap dengan tangan masih memegang ponsel. Tangan kiri Marcel terulur untk mengambil ponsel Renata yang sebentar lagi akan jatuh kebawah. Lalu meletakkannya di samping tangan kanannya.


 


Tangannya menyingkirkan helaian rambut yang menutup wajah Renata. Lalu mengusap tangannya ke pipi Renata yang mulus. Senyum manis tercetak diwajah marcel.


 


Tak lama mereka sampai dirumah. Marcel turun lebih dulu dan berjalan kearah pintu penumpang. Yah Renata masih terlelap jadilah Marcel harus membopong Renata.


 


Dengan hati-hati marcel menggendong Renata supaya tidak terbangun ke kamarnya. Marcel menaiki tangga dan sampai kekamar yang sekarang mereka tempati berdua.


 


“Lumayan berat juga re”gumam marcel.


 


Marcel segera kekamar mandi untuk membersihkan diri. Pikirannya tertuju pada Bella saat ini. Baru kali ini Marcel dan Riki membentak Bella.


 


Maafin aku bel ucap marcel dikamar mandi.


 


Setelah selesai. Marcel mengambil ponselnya ditas sekolahnya. Sejak pagi ia tidak melihat apapun yang ada diponselnya.


 


Ternyata benar video tadi pagi sudah tersebar digrup sekolah. Ah resiko orang tenar ya begini.


Lalu marcel membuka pesan dari yang lain.


 


Farhan Fernando


Gue gak nyangka cel lo bisa tega ngebentak bella dan lebih milih Renata daripada dia


 


Marcel Wijaya


Sorry


 


Lalu marcel menutup chat dari Farhan dan beralih ke chat selanjutnya.


 


BellaQ


Cel kamu berubah.


 


BellaQ


Sejak kapan kamu bisa bentak aku?


 


Dan masih banyak lagi. Marcel tidak ada niat untuk membalas pesan dari Bella itu. Bagi Marcel percuma nanti yang ada Bella malah marah dan nangis. Ah sebenarnya Marcel tidak tega melakukan itu pada Bella. Meski hatinya sekarang sudah milik Renata walau belum sepenuhnya.


 


Marcel berjalan kearah ranjang. Renata masih tertidur. Mungkin dia kecapean karena hukuman tadi.


 


“Aku bakal berusaha buat kamu bahagia re” ucap Marcel pelan lalu mencium kening Renata.


 

__ADS_1


__ADS_2