Senior Cold

Senior Cold
BAB 68


__ADS_3

Mereka bertiga sudah ada diruangan dokter yang menangani Bella tadi. Jantung mereka berdebar, mereka takut tak bisa menerima kenyataan bahwa Bella bener-bener terluka.


 


"ekhm jadi gini, alhamdulillah setelah dicek semuanya tidak ada luka serius pada pasien. Pasien hanya masih shock aja karena kejadian kecelakaan itu"


 


Terdengar hembusan nafas lega dari ketiganya. Wajah mereka yang tadinya panik langsung berubah.


 


"alhamdulillah,kira-kira kapan dia sadar dok?" tanya Farhan.


 


"kalau itu saya belum bisa pastiin" jawab dokter.


 


Mereka bertiga mengangguk mengerti. "tapi kita boleh jenguk dia kan sekarang?" tanya Marcel.


 


"boleh. Asal jangan berisik ya. pasien butuh banyak istirahat" jelas dokter.


 


Setelah itu mereka bertiga keluar ruangan dokter itu lalu berjalan kearah ruangan Bella. Mereka masuk kedalam. Mereka mendekati brankar dimana Bella sedang tertidur disana.


 


"bell,bangun dong. Gue janji deh kalo lo sembuh,gue selalu ada disamping lo. Gak akan pernah tinggalin lo lagi dan maaf tadi sempat nampar lo" ucap Farhan sambil mengelus tangan Bella.


 


"tuh bell denger kata Farhan. Gue juga janji gak bakal jauhin lo lagi,gue minta maaf juga kalo akhir-akhir ini gue jahat sama lo. Abisnya lo nyebelin sih. Lo bukan Bella yang gue kenal selama ini tau gak. Gue mau lo balik lagi kaya dulu. Kaya Bella punya kita bertiga" ucap Riki sambil mengelus pipi kiri Bella.


 

__ADS_1


"bell,kamu dengerkan curhatan cowok-cowok alay tadi. Tapi aku juga sama seperti mereka. Aku minta maaf kalo akhir-akhir ini aku keterlaluan sama kamu. Itu aku lakuin buat kamu juga sebenarnya. Kita gak akan bisa bersama bell. Aku udah sayang sama Renata,bahkan dia udah jadi istri aku. Aku gak mau kamu jadi buta karena cinta. Kamu bisa dapetin laki-laki yang mencintai kamu balik. Kamu bangun ya. Kalo kamu bangun kita bertiga janji gak akan tinggalin kamu lagi, kita akan terus sama-sama kaya dulu. Jadi kamu bangun ya" ucap Marcel sambil mencium kening Bella.


 


Hal itu diikuti oleh kedua sahabatnya. Mereka bertiga mencium kening Bella dengan lembut. Akhirnya mereka bertiga duduk disofa didalam ruangan itu. Sampai akhirnya Marcel kembali kepikiran dengan Renata. Marcel mengambil ponselnya dan kembali menghubungi nomer Renata.


Namun hasilnya tetap sama,nomer nya belum aktif.


 


Kamu kemana sayang. Aku kangen ucap marcel dalam hati.


 


...****...


 


Disisi lain.


 


Tetapi sebelumnya mereka pergi kesebuah toko baju untuk membeli baju yang akan mereka  gunakan sekarang. Kan lucu kalau mereka ke club pakai kebaya.


 


Jam sudah menunjukkan pukul 2pagi namun belum ada tanda-tanda bahwa mereka berdua akan keluar dari sana. Renata sudah bener-bener kacau begitu juga Raya yang sudah ikut mabuk berat seperti Renata. Mungkin keduanya tidak bisa berjalan bahkan angkat bokong pun mungkin berat.


 


Tak lama ada seorang laki-laki yang mendekat mereka. Saat tangan laki-laki itu ingin menyentuh Raya tetapi dicekal oleh seseorang orang.


 


"lo mau ngapain sama cewek gue! Pergi!"ucap orang itu.


 


Laki-laki tadi pun akhirnya pergi. Lalu tak lama ada seseorang yang datang ke arah mereka lagi.

__ADS_1


 


"lo ngapain? Ayo balik" tanya Arga setengah berteriak.


 


"bang bantuin gue dulu,bawa mereka berdua keluar dari sini" ucap Devan.


 


Yah arga dan devan. Mereka berdua ada disana. Dan ternyata mereka adalah sodara kandung. Jadi mereka pernah dekat dengan satu orang perempuan yang sama. Gimana bisa selama ini mereka tak mengetahui hal itu? Karena mereka berdua selalu tertutup satu sama lain apalagi urusan perempuan. Tapi kalo masalah game bisalah mereka kompak.


 


Arga melihat dengan jelas orang yang dimaksud Devan. Arga tak percaya bahwa dihadapnnya adalah Renata.


 


"lo kenal sama mereka?" pancing Arga.


 


"kenallah. Mereka berdua temen sekolah gue. Yang ini mantan gue,ini sahabatnya" jelas Devan.


 


Arga melotot tak percaya dengan pengakuan Devan tadi. Berarti dirinya kalah dengan Devan. Lalu dengan cepat sebelum club makin penuh Devan dan Arga membopong Renata dan Raya. Renata dan Raya hanya merancau tak jelas bahkan kadang ketawa sendiri.


 


Renata dan Devan berada dimobil milik Arga. Sedangkan Arga dan Raya berada dimobil milik Raya. Mereka berdua akan membawa Renata dan Raya ke apartemen milik mereka.


 


Setelah sampai diapartemen mereka merebahkan tubuh kedua gadis itu dikamar dengan hati-hati lalu mereka keluar dari kamar dan menutupnya.


 


Mereka berdua akan ditidur dikamar satunya. Mereka tak akan macam-macam dengan kedua gadis yang sedang mabuk berat tadi. Mereka tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan kali ini.

__ADS_1


 


__ADS_2