Senior Cold

Senior Cold
BAB 21


__ADS_3

Renata baru sampai dirumah orangtuanya. Yah karena ia tidak mungkin menyuruh raya mengantarkan kerumah Renata dan marcel. Bisa- bisa kebongkar semua. Jadilah renata dirumah orang tuanya. Sekalian dia ingin membawa mobilnya pulang untuk pergi kesekolah.


"mi aku pulang langsung ya,kasian marcel dirumah" ucap pencitraan Renata.


"pulang naik apa de?" tanya Rio.


"mobil aku lah pi. Sekalian mau aku bawa biar aku sekolah bisa pakai." ucap Renata santai.


"siapa yang suruh? kamu gak boleh bawa mobil, sudah ada marcel juga kamu berangkat sama dia sekarang." ucap Rio tegas.


"ayo lah pi mobil doang. Kartu aku semua di blokir masa papi tega si."


"gak bisa de. Papi sudah telfon marcel suruh jemput kamu disini. Kamu tunggu aja."


"pi aku nikah bukannya bahagia kenapa malah susah si. Semua fasilitas aku diambil." ucap Renata kesal.


"husst de gak boleh ngomong begitu gak baik." ucap diana sambil mengelus rambut Renata lembut.


Renata hanya mendumel dalam hati. Dengan wajah yang asam. Yah hari ini benar-benar hari sial Renata.


"assalamualaikum." teriak marcel dari ruang tamu.


"waalaikumsalam, eh kamu udah datang cel" ucap Diana.

__ADS_1


Marcel mencium tangan kedua tangan orangtua Renata dan berakhir duduk disamping sang istri.


"kamu udh makan cel?" tanya Diana.


Marcel menggeleng.


"belum mi. Gak ada yang masakin dirumah." ucap marcel santai.


Renata menatap marcel tajam. Yang ditatap malah menampilkan wajah datarnya.


"kamu mau makan malam disini cel?" ajak Rio.


"gausah pi, rencananya aku mau ajak Renata makan diluar sekalian nge date." ucap marcel.


"bisa aja kamu cel. Yaudah sana berangkat ini sudah mau masuk jam makan malam kok" ucap Rio sambil tertawa.


Marcel bangkit dari duduknya. Sedangkan renata masih stay ditempat. Kalau saja Diana tidak menyuruh Renata mungkin dia akan tetap duduk sampai negara api menyerang.


Mereka berdua pamit. Marcel dan Renata memasuki mobil. Sampai mobil marcel mengecil dari penglihatan barulah Rio dan Diana masuk kerumah.


****


Di restoran dekat rumah mereka. Saat inilah mereka berada sedang menikmati makan malam berdua. Yah walaupun masih tidak ada kesan romantis di pasangan suami istri ini.

__ADS_1


"cel kata papi mulai sekarang gue minta uang saku sama lo" ucap Renata disela makannya.


Marcel hanya mengangguk kepala tanpa menoleh ke arah Renata. Itu membuat si penanya kesal.


"yaudah gue bagi uang buat besok sekolah. Uang cash gue sisa 150ribu"


Marcel melirik ke arah Renata sekilas. Dan beralih lagi ke makanannya.


"cel lo denger gak si?gue ngomong dari tadi dikacangin" ucap Renata kesal.


"pake dulu uang lo kalo udah abis baru minta" ucap marcel datar.


Astaga ini cowok pelit amat batin renata.


Renata mengerucutkan bibirnya. Marcel yang melihat itu ingin sekali rasanya tersenyum. Renata yang seperti itu yang membuat marcel gemas. Ingin sekali marcel memeluknya.


Jangan lucu gitu apa re. Gue ngeri gak tahan batin marcel.


Selesai mereka makan. Marcel meminta Bill pada pelayan dan memberi berapa lembar uang. Mereka berdua keluar restoran. Renata masuk terlebih dahulu kedalam mobil baru disusul oleh marcel dibelakang.


Nge date nya gini amat Batin renata.


Mobil marcel segera menerobos malamnya ibu kota. Dan melesat ke arah rumahnya. Semoga malam ini jadi mimpi indah buat marcel.

__ADS_1


__ADS_2