
Pagi hari. Renata sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dia berjalan menuju ruang makan untuk sarapan. Saat menuruni tangga mata Renata membulat saat melihat marcel sudah duduk dimeja makan. Di depannya sudah ada nasi goreng.
Tanpa melirik ke arah Marcel tangan Renata terulur mengambil roti. Perutnya sudah terasa perih karena menahan lapar sejak malam.
Saat ingin memasukan roti itu kedalem mulut tangannya dicekal oleh marcel. Mau tak mau Renata menatapnya sinis.
"makan ini" ucap Marcel sambil menyodorkan nasi goreng.
"lo aja makan gausah urusin gue!" jawab Renata ketus.
"makan" ucap Marcel.
"enggak!lo gausah ngatur gue bisa? Gue juga gak pernah ngatur lo"
"cepet re" ucap Marcel melembut.
Marcel menggiring sendok berisi nasi goreng kemulut Renata. Renata enggan membuka mulutnya. Tetapi berbeda saat marcel tersenyum pada Renata. Entah kenapa pertahanan Renata runtuh. Dia langsung membuka mulutnya.
"manja" ucap Marcel sambil terkekeh.
Renata menatap Marcel tajam. Bisa-bisanya suaminya ini mengatakan hal seperti itu jelas-jelas dia yang memaksa Renata untuk makan dengan menyuapinnya.
"berangkat bareng ya" ucap Marcel sambil terus memasukan nasi goreng kemulut Renata.
"gak!gue udh minta jemput Devan" bantah Renata.
"gausah bantah sekali aja" ucap Marcel mengelus rambut Renata.
Renata mengambil ponselnya di saku rok. Lalu mengetik sesuatu disana.
Renata Adriana
Dev kamu gausah jemput aku berangkat sendiri. Ketemu disekolah ya
Send
Setelah mengirim pesan kepada devan, Renata memasukan kembali ponselnya. Tak Renata sadari ternyata nasi gorengnya sudah abis.
Astaga memalukan sekali, keliatan banget gue lapernya gerutu Renata dalam hati.
"ayo berangkat ntr telat gue dihukum" ucap Renata.
Marcel menyambar kunci mobilnya lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Renata. Marcel membiarkan istrinya yang mengunci rumah mereka.
Didalam mobil selagi Marcel menunggu Renata ia mengeluarkan ponselnya dan mulai mengirim pesan kepada seseorang.
Marcel Wijaya
Bell kamu berangkat sendiri ya,aku ada urusan. Kita ketemu disekolah.
Send
Selesai mengklik kirim ia memasukan kembali ponselnya dan berbarengan dengan masuknya Renata kedalam mobil.
__ADS_1
Di perjalanan hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka. Renata sibuk dengan ponselnya sedangkan Marcel fokus mengemudi.
Setelah mengikuti acara macet-macetan dengan pengendara lain akhirnya mereka sampai di parkiran sekolah. Renata yang baru ngeh kalau sekarang ia ada diparkiran sekolah. Mengapa Marcel tidak menurunkan dibelokan sekolah seperti biasa.
"kenapa masuk keparkiran? Kenapa gak turunin gue belokan" tanya Renata masih didalam mobil.
"lo gak bilang stop ya gue labas" ucap marcel santai.
"trus gue turunnya gimana cel? Astaga" ucap Renata frustrasi.
"turun tinggal turun apa susahnya?"
"arghh gue punya pacar cel,dan lo juga, gue gak mau mereka salah paham"
"lo yang punya gue engga!" ucap marcel sambil membuka pintu mobil dan keluar lebih dulu.
Seperti biasa kaum hawa yang melihat itu langsung berteriak histeris. Renata akui marcel memang tampan tapi sifatnya itu yang membuat Renata selalu jengkel.
Tak lama Renata turun dari mobil yang sama. Setelah beberapa kali ia lafal kan doa apapun yang ia tau. Kenapa keluar mobil saja seperti ingin ujian.
Mata kaum hawa yang melihat itu mendadak menyipit saat melihat Renata yang turun dari mobil idola mereka. Banyak tatapan iri dan tak suka pada Renata. Banyak pula omongan positif dan negatif yang renata dengar.
Marcel berjalan mendekati Renata lalu membisikan sesuatu pada telinga Renata membuat Renata menatapnya tajam. Dan hal itu mengundang teriakan lagi dari para fans Marcel Wijaya.
Setelah membisikan sesuatu marcel berjalan lebih dulu. Sedangkan renata masih menatap punggung marcel dengan tatapan tajam.
Gue harus tau apa yang terjadi!
****
Di kantin.
Raya dan Renata sudah berada dikantin. Mereka sedang asik makan sambil sesekali berceloteh ria. Tiba-tiba seseorang menghampiri keduanya.
"lo ngapain si ribet amat ganggu" ketus raya.
"lo yang ganggu, gue mau pacaran ada lo terus" ketus devan.
"ini sekolah bukan tempat pacaran conge"
"udah si kalian kalo ketemu pasti ribut pusing gue" ucap Renata memegang kepalanya.
"eh iya dev aku mau ngomong sama kamu" lanjut Renata.
"aku juga ada yang mau omongin sama kamu" jawab devan.
"ok nanti pulang sekolah kita ketemu di Cafe deket sini" ucap Renata.
"tapi jangan ajak dia yang" ujar devan sambil menunjuk raya pakai dagu.
"siapa juga yang mau ikut lo, gue ada janjian sama gebetan baru gue kali" ucap raya.
__ADS_1
Mereka larut dalam perbincangan ngaco ala mereka.
Sedangkan dikelas marcel. Tinggal marcel dan bella yang ada dikelas. Farhan dan riki sudah lebih dulu kekantin. Saat marcel akan ikut keduanya tangannya dicegat oleh bella. Mau tak mau marcel mendudukan kembali bokongnya.
"cel aku mau nanya sesuatu tapi kamu jawab jujur" ucap bella.
"tiap kamu nanya pasti aku jawab jujur kok kamu tau itu" ujar marcel.
"tadi pagi kamu ada urusan apa sampe gak bisa jemput aku?"
"ada urusan yang gak perlu kamu tau bel. Kenapa memang?"
"bukannya kamu berangkat bareng dengan si primadona skolah ini?"
"iya aku ketemu dia dijalan, kayanya dia lagi nunggu taksi dari pada kesiangan ya aku ajak bareng aja" jawab marcel santai.
Marcel tidak kaget dengan pertanyaan bella. Karena marcel sudah yakin bella akan mempertanyakan hal ini padanya. Gosip tadi pagi itu cepat tersebar jadi marcel sudah menyiapkan jawaban yang pas agar bella tidak curiga. Marcel masih belum bisa memberi tahu kenyataannya pada bella. Mungkin Renata juga akan begitu pada devan.
"tumben sekali kamu ngasih tumpangan seorang wanita, biasanya juga kamu cuek"
"sesekali gapapa kali bel, kamu cemburu?"
Wajah bella merona. Marcel yang melihat itu tersenyum dan mengelus rambut bella dengan lembut.
"gak perlu cemburu bel,aku menyayangimu kok" ucap marcel.
Tapi maaf cuma sebagai adik untk saat ini lanjutnya dalam hati.
Bella tersenyum mendengar penuturan marcel tadi. Lalu ia menyenderkan kepalanya pada dada bidang marcel.
Aku bukan hanya sayang sama kamu cel bahkan mencintaimu batin Bella.
Tak lama ponsel marcel bunyi. Menandakan ada pesan masuk. Ia segera membuka ponselnya saat melihat notif dari atasnya ia menjauhkan ponselnya dari jangkauan bella.
Renata Adriana❤️
Gue balik sekolah mau pergi dulu sama devan.
Marcel Wijaya
Ok
Setelah membalas pesan itu marcel segera menghapusnya. Dan memasukan kembali ponselnya. Tak sadar ternyata bella memperhatikan gerak geriknya dari tadi. Matanya memicing ke arah marcel.
"siapa?kok aku gak boleh liat?" tanya bella.
"bukan siapa-siapa bel, nanti pulang kita makan siang dulu ya, kamu mau kan?" ajak marcel.
Bella mengangguk. Sebenernya ia masih kepo dengan apa yang ada di ponsel marcel. Tapi bella masih cukup tahu diri kalau posisi nya saat ini hanyalah seorang sahabat bukan pacar. Jadi ia tak bisa membedah ponsel marcel sembarangan.
Maaf Bell aku udah berani bohong sama kamu ucap marcel dalam hati.
__ADS_1