Senior Cold

Senior Cold
BAB 51


__ADS_3

Saat ini pukul menunjukkan pukul 7 malam. Waktunya makan malam sudah tiba. Marcel dan Renata sudah berada dimeja makan dan akan siap untuk menikmati makan malamnya kali ini. Renata sengaja masak untuk makan malam.


 


"semakin hari masakan kamu makin enak" puji Marcel.


 


"makasih loh pujiannya" jawab Renata sambil tersenyum.


 


"sama-sama sayang"


 


Mendengar itu pipi Renata sudah seperti tomat.


 


"kamu kapan UN?" tanya Renata.


 


"minggu depan. Kamu enak dong ya libur lagi"


 


"apa yang enak! Bosen tau dirumah mulu"


 


"yaudah sebagai hadiah buat kamu karena sudah menjadi istri yang baik. Aku kasih kamu kartu kredit selama liburan, gimana?"


 


"kamu serius? Yah maulah aku kalo kaya gitu jadi aku gak bosen dirumah"


 


"iya sayang. Yaudah abisin makanannya abis itu belajar”


 


"siap komandan"


 


Setelah selesai makan Renata sudah membereskan semuanya lalu naik kekamar nya. Marcel tadi memang langsung masuk kekamar dan membaca buku pelajaran. Sampai dikamar Renata mengeluarkan buku tugas sekolahnya. Hari ini ia akan mengerjakan PRnya dirumah. Wow kejadian langka!


 


Setelah bergelut dengan soalnya yang menurutnya mudah akhirnya tugasnya selesai. Marcel menoleh kearah Renata.


 


"udah selesai tugasnya?" tanya Marcel.


 


"udah dong.gampang" sombong Renata.


 


"sombongnya istriku"


 


Blushing


 


"gausah blushing gitu ah. Hehe sini bobo biar aku elus-elus rambutnya" suruh Marcel.


 


Renata berjalan ke arah ranjang dan tiduran disamping Marcel dengan kepala ditaruh dipaha Marcel. Marcel mengelus rambut Renata lembut. Membuat Renata sangat nyaman.


Sebelum matanya bener-bener tertutup Renata sempat mengucapkan sesuatu pada Marcel.


 


"aku sayang sama kamu cel" ucap Renata pelan.


 


Marcel yang mendengar itupun tersenyum. Lalu mengecup kening Renata lama.


 


"aku lebih sayang kamu re. Selamat malam mimpi indah sayang" ucap Marcel sangat lembut.


 


...****...


 


Hari ini hari minggu. Marcel dan Renata sudah berada diruang keluarga. Setelah sarapan tadi mereka memutuskan untuk nonton film dirumah. Hari ini mereka tidak ingin keluar rumah. Mereka akan berduaan saja seharian dirumah. Jarang-jarang mereka begini. Iyakan? (tanya pembaca).


 


Mereka sedang menonton film romantis. Marcel yang biasa aja sedangkan Renata sudah baper. Marcel yang posisinya duduk tegap sedangkan Renata yang menyenderkan kepalanya di dada bidang Marcel. Tangan Marcel terus mengelus rambut Renata.


 


"re" panggil Marcel.


 


"hm" Renata hanya menjawab dengan gumaman karena serius menonton.

__ADS_1


 


"re kalo aku minta hak aku sekarang kamu siap gak?" tanya Marcel pelan.


 


Renata bangun dan menatap Marcel lama. Renata masih mencerna kata-kata Marcel. Renata bingung harus menjawab apa. Gimana dengan sekolah Renata nanti kalo ia hamil sebelum lulus sekolah? Putus sekolah gitu? Memang sih hidupnya akan terjamin terus sampai nanti. Tapi kan nanggung setahun lagi. Tetapi biar gimanapun Marcel laki-laki dia ingin punya keturunan atau lebih tepatnya nafsunya lebih besar dari pada perempuan. Bener gak sih?


 


"kalo kamu gak siap gapapa kok re. Aku tunggu sampai kamu siap" ucap Marcel sambil mencium kening Renata.


 


"maaf" ucap Renata pelan.


 


"iya gapapa sayang. Lanjut nonton lagi yuu. Abis ini horror yaa?" ucap Marcel mencairkan suasana.


 


"iya tapi kamu jangan modus ya"


 


"modus sama istri sendiri mah gapapa kali" Marcel mencium kening Renata. Lagi.


 


"ishh Marcel" rajuk Renata.


 


Akhirnya film romantis tadi habis. Renata berdiri dan mengganti kasetnya dengan film horror. Setelah mengganti kaset Renata kembali ke sofa. Sekarang posisinya Renata tidur dipangkuan Marcel sambil tangan Marcel terus membelai rambut Renata.


 


Makin lama film makin seram. Beberapa kali mereka dikagetkan oleh sound efek yang ada difilm itu. Sampai akhirnya mereka dikagetkan oleh suara ketukan dipintu depan berbarengan munculnya hantu di film itu.


 


Renata berdiri untuk membukakan pintu rumah. Sedangkan Marcel masih fokus pada filmnya. Karena ini salah satu genre kesukaan Marcel daripada romantis.


 


"siapa sayang?" teriak Marcel tetapi matanya tetap fokus pada layar didepannya.


 


Tak lama Renata berjalan kedalem sambil ketawa-tawa dengan tamu yang tadi datang. Barulah Marcel menoleh melihat siapa yang datang.


 


Dan....


 


"ngapain?" tanya Marcel sinis.


 


 


"tau deh yang lagi berduaan mah gak mau diganggu. Ye gak kak?" cibir Raya.


 


Yah DuoR yang bertamu dirumah mereka. Gimana gak kesel kan niat awalnya mereka ingin berduaan saja seharian ini. Mengapa ada pengganggu sih!


 


"tuh tau!" ucap Marcel.


 


"udah cel. Merekakan tamu. Kalian mau minum apa?" tanya Renata.


 


"Ehkhm ada yang gak dibela istrinya Ray" ucap Riki.


 


Mereka bertiga terkekeh sedangkan Marcel hanya memasang wajah datarnya. Marcel kesal karena harinya bersama Renata diganggu.


 


Setelah Renata membuatkan minum untuk mereka berempat Renata duduk kembali disebelah Marcel. Marcel masih memasang wajah kesalnya dengan cepat Renata mengapit tangannya pada lengan Marcel.


 


"jangan kesel gitu sayang. Nanti gak ganteng lagi loh" bisik Renata ke Marcel.


 


Jantung Marcel berdegup cepat. Baru kali ini renata mengatakan 'sayang' pada dirinya. Astaga seperti ada kupu-kupu diperutnya.


 


Mereka berbincang lama. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke mall untuk refreshing. Sebenarnya Marcel dan Riki males sekali harus ke mall cuma dua wanita itu merengek minta ke mall. BELANJA. Yah namanya hobi ya susah.


 


Marcel dan Renata sudah berganti pakaian dan siap untuk berangkat ke mall bersama. Renata mengunci pintu rumah sedangkan Marcel sudah berada dimobil. Riki dan raya juga sudah berada dimobil. Mereka pergi dua mobil. Karena setelah dari mall nanti Renata berniat untuk kerumah Diana.


 


Setelah hampir 35menit dijalan akhirnya mereka sampai di parkiran mall. Mereka keluar dari mobil masing-masing. Marcel yang menggenggam tangan Renata. Sedangkan Riki dan Raya masih mau-malu. Sebenarnya Renata ingin sekali bertanya pada Raya tentang hubungan mereka berdua namun belum sempat.


 

__ADS_1


Marcel dan Riki mengikuti arah para wanitanya. Berjalan dari satu toko ke toko lain. Hal membosankan bagi kaum adam!


 


Setelah lelah mereka berhenti sejenak untuk mengisi perut mereka. Mereka memasuki restoran dimall tersebut. Sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang.


 


"eh cabe, sebenernya lo berdua udah pacaran belom sih?" tanya Renata pada Raya lebih tepatnya pada Riki juga.


 


Muka Raya merona. Raya melirik Riki dan bertepatan Riki juga meliriknya. Setelah beberapa lama mereka dia akhirnya Riki angkat suara.


 


"udah dong, iya gak Ray?" Riki menurun naikkan alis.


 


"i-yaa re. Hehe sorry gak ngasih tau" Raya menyengir kuda.


 


"wah selamat deh buat kalian. Berarti hari ini lo berdua yang bayar makan! Yess!" teriak Renata seperti anak kecil.


 


Marcel mah hanya diam menyimak. Cuma Marcel tersenyum tipis saat melihat Renata bertingkah seperti anak kecil.


 


"najong!" cibir Raya.


 


"udah gapapa Ray,biar aku yang bayar" ucap Riki sambil mengacak rambut Raya.


 


Renata bergidik ngeri melihat tingkah alay pasangan didepannya.


 


"gantian gue yang tanya ya sama lo berdua..." ucap Raya menggantungkan kalimatnya.


 


Mereka bertiga bengong. Menebak apa yang akan raya tanyakan. Mengapa suasananya jadi seserius seperti ini. Wkwk


 


"jadi kapan kalian ngasih gue keponakan?" ucap Raya pelan.


 


Renata dan Marcel langsung tersedak air liurnya sendiri. Sedangkan Riki dan Raya sudah tertawa ngakak. Gimana tidak? Suami istri didepan mereka kocag! Apalagi pas kaget. Mukanya langsung merah tidak bisa dijelaskan.


 


"santai kali cel, kita kan nanya hal yang wajar" cibir Riki.


 


Marcel melirik Renata. Sedangkan Renata hanya menunduk malu. Karena dirinyalah yang belum siap. Saat Marcel ingin angkat bicara eh pesanan mereka datang. Terdengar helaan nafas lega dari keduanya.


 


Thanks God batin renata.


 


Mereka makan dengan hikmat sambil sesekali bercanda. Untung saja Riki dan Raya tidak menanyakan jawaban mereka yang tadi.


 


Setelah selesai makan mereka keluar restoran tersebut dan akan mampir ke toko kue sebentar. Renata ingin membelikan maminya dan juga bundanya. Yah Renata mengubah rencananya. Setelah dari rumah Diana ia akan mampir juga kerumah Lara. Jadi adil deh.


Marcel mah menurut saja yang penting saat ini ia selalu sama Renata. Itu aja udah cukup kok.


Bahagia sederhana ini ya ternyata.


 


Renata memilih kue dibantu Raya. Marcel dan Riki hanya menunggu mereka diluar toko. Setelah sudah dapat kue nya mereka berdua keluar dari toko dan menghampiri Cowok-cowok mereka. Saik.


 


"udah yu kita pulang" ajak Raya pada Riki.


 


"sini aku bawain kue nya" ucap Marcel.


 


"setdah sejak kapan lo jadi so sweet begini pak? Kayanya dari dulu gak gini deh. Sama bel-" cibir Riki terpotong.


 


"ayo sayang kita pulang. Takut kesorean" sela Raya. Raya tau Riki akan berkata apa. Yah Raya sudah tau tentang Bella dan Marcel sejak dulu dari Riki.


 


"yaudah ayo re, ntr kita juga ke sorean kan mau kerumah mami sama bunda" ucap Marcel lembut.


 


Akhirnya mereka berempat keluar gedung dan berpisah setelah keluar parkiran. Marcel melajukan mobilnya kerumah Diana lebih dulu. Diperjalanan Renata terlelap. Mungkin karena kecapean menelusuri mall sebesar itu.


 

__ADS_1


Cantik ucap marcel pelan sambil mengelus pipi Renata.


 


__ADS_2