
Bel masuk akan berbunyi 5menit lagi. Dan marcel baru sampai sekolah. Hal langka bagi seorang Marcel Wijaya kesiangan. Yah Marcel kesiangan karena semaleman ia berada dirumah sakit dan tadi pagi dia harus pulang terlebih dahulu untuk mengganti seragam. Niatnya dia akan izin kesekolah namun Renata menyuruhnya untuk tetap sekolah. Dengan alasan marcel kelas 12lah atau blabla.
Mau tak mau marcel menuruti istrinya itu.
Marcel berjalan di koridor sekolah yang sudah agak sepi. Marcel sengaja berhenti didepan kelas Raya untuk mengabarkan Raya tentang kondisi Renata. Pasti Raya menghubungi Renata, sedangkan ponsel Renata dirumah tidak terbawa.
Marcel memanggil teman sekelasnya Raya dengan sebutan eh karena ia tak tau namanya. Tetapi hal itu tidak mengurangi rasa gembira pada yang dipanggil. Orang itu langsung berjingkrakan dan segera memanggil raya. Lebay amat bu.
Tak lama raya keluar dengan tangan memegang ponsel. Marcel melirik ke ponsel raya. Ternyata raya sedang berusaha menghubungi Renata. Kan bener!
"ada apaan kak?" tanya raya.
"dia sakit" jawab marcel.
Raya mengerutkan keningnya tak mengerti.
"maksudnya?" tanya raya lagi.
"renata" jawab marcel.
Mata raya melotot "maksud kakak dia sakit? Dia dimana sekarang?" tanya raya panik.
Saat marcel akan menjawab tiba-tiba ada orang yang memanggilnya dan sipemanggil berlari kearahnya. Raya dan marcel menoleh. Marcel yang tetap tenang sedangkan raya memasang muka jutek.
"marcel aku mau ngomong sama kamu!" ucap bella to the point.
"kak jawab dulu bertanyaan saya!" ucap raya sinis.
"marcel aku mau ngomong sama kamu!" teriak bella.
"kak gue lagi ngomong sama kak marcel,sabar ngapa si?"
"lo diem bisa gak?"
"lo yang diem kak,gue duluan yang ngomong sama kak marcel"
"ish! Lagian kamu ngapain si cel ngobrol sama dia!"
Bel tanda masuk berbunyi. Sedangkan mereka bertiga tetap masih mematung ditempat. Tak ada yang mau beranjak sampai ada guru piket yang meneriakin mereka.
"kalian ngapain masih ada diluar?masuk kelas!" teriak guru piket.
Raya melangkah kekelas. Sebenarnya ia sangat ingin tau bagaimana keadaan Renata. Khawatir? Tentu.
Marcel dan bella berjalan ke arah kelasnya. Marcel yang tetap diam. Sedangkan bella masih terus menyerocos tak jelas.
...****...
Didalam kelas raya mengirimi seseorang pesan. Raya ingin tau bagaimana kondisi Renata saat ini. Dia sangat panik saat satu-satu sahabatnya sakit. Renata juga dulu pernah begini saat raya sakit.
Tak lama pesan itu di bales oleh si penerima. Tapi malam membuat wajah raya semakin kusut.
__ADS_1
Gak guna njir batin raya.
...****...
Di kantin sekolah.
Raya yang masuk ke kantin kali ini seorang diri. Sebenarnya raya memiliki banyak teman tapi tidak terlalu dekat. Jadi ia memutuskan untuk kekantin sendiri lebih baik.
Raya mengedarkan pandangannya. Dan menemukan seseorang yang ia cari. Raya berjalan ke arah meja itu.
"kak marcel. Renata gimana?" tanya raya to the point.
"ngapain nanya temen lo sama marcel? Kan lo temennya gimana sih!" sinis bella.
"gue gak ngomong sama lo kak. Gausah bacot!" raya tak kalah sinis.
"renata sakit, sekarang dia ada dirumah sakit medika ray" ucap riki pada raya.
Muka raya mendadak pucat. Dengan kecepatan penuh ia lari ke kelasnya untuk mengambil tas dan pergi ke guru yang piket untuk izin pulang lebih awal.
Tak perduli dengan teriakan riki. Khawatir? Panik? Tentu!
Saat keluar dari ruang guru.
Brugghh
Raya kehilangan keseimbangan karena tak siap. Untung saja yang ditabrak dengan sigap menangkap tubuh raya. Jadi perempuan ini tidak mencium lantai melainkan mencium dada bidang cowok ini.
"hati-hati" ucap cowok itu datar.
"makasih dan maaf gue buru-buru" ucap raya meninggalkan kerumunan disana.
Mimpi apa gue semalem batin raya.
Raya segera keparkiran sekolah dan masuk ke dalam mobilnya. Menancap gas ke arah rumah sakit dimana sahabatnya dirawat disana.
...****...
Riki dan Farhan sedang makan sambil ngobrol dengan bella. Sedangkan marcel hanya memainkan ponsel tanpa menyentuh makanan yang sudah dipesan tadi. Pikiran marcel melayang ke arah Renata.
Lagi ngapain dia sekarang?
Udah makan belum?
Udah minum obat belum?
Nah pertanyaan itu yang muncul semua di otak marcel. Sampai marcel sadar kalau ia sedang di perhatikan oleh ketiga sahabatnya. Dengan tatapan dingin marcel bertanya.
"kenapa?" tanya marcel.
"lo ngapa bengong? Mikirin Renata?" ceplos riki.
"gak!" tegas marcel.
Flashback on
__ADS_1
Dikelas saat jam pertama tadi. Riki memberi tahu marcel bahwa raya telah mengirimkan ia chat tadi. Marcel juga sempat bingung kenapa raya dan riki bisa seakrab ini.
Akhirnya marcel menceritakan Renata pada riki. Marcel memberi tau bahwa Renata sekarang istrinya. Riki langsung shock. Tetapi dengan sigap ia bisa menyesuaikan situasi.
Untung saja tadi bella duduk dengan Farhan. Karena tadi bella sempat ngambek dengan marcel.
Jadilah marcel mengikari janjinya juga.
Marcel memang menyuruh riki untuk tidak memberi tahu raya tentang kondisi Renata. Karena itu kemauan Renata sendiri. Renata tidak ingin sahabatnya panik padahal ia hanya demam.
Tapi saat tadi dikantin riki tak tega melihat raya kebingungan mencari keberadaan sahabatnya. Mau gak mau riki memberi tau raya. Dan langsung di hadiahi tatapan tajam dari marcel.
Flashback off
Marcel bangkit dari duduknya. Saat akan pergi dari sana tangannya di cekal oleh bella. Marcel menatap bella datar. Tidak seperti dulu penuh dengan senyum pada gadis masa lalunya ini.
"kenapa bel?" tanya marcel lembut.
"kamu kenapa? Kok kaya banyak pikiran?" tanya bella.
"aku gapapa,aku mau izin pulang gak enak badan" ucap marcel pelan.
Tangan bella mengecek kening marcel "tapi kamu gak demam cel" ucap bella.
"bel aku pusing, kamu belajar yaa,aku mau pulang. Maaf nanti aku gak bisa jemput kamu" ucap marcel meninggalkan bella.
Bella diam membisu. Sudah keberapa kalinya ia diabaikan oleh marcel. Sampai ada tangan yang menepuk bahu bella.
"gausah galau ntr pulang gue yang anter" tawar Farhan.
"makasih loh" ucap bella pelan.
Mereka berjalan ke arah kelasnya. Saat sampai didepan kelas melihat marcel yang sudah menentang tas ingin keluar kelas.
"han titip bella yaa,gue balik duluan,pulang tolong anterin dia" ucap marcel.
"aku bukan anak kecil cel. Ih nyebelin" manja bella.
"aku gak mau kamu kenapa-napa. Kalo udah sampe apart kamu kabarin aku ya" ucap marcel sambil mengacak puncak kepala bella.
Bella memeluk marcel. Dan marcel membalas pelukan bella. Perasaan marcel memang sudah berubah,tapi mengapa ia merasa harus tetap melindungi gadis ini.
"udah si, orang marcel cuma pulang kerumah kaya mau pergi jauh aja!" teriak riki membuat mereka melepaskan pelukannya.
"yaudah bro gue balik dulu, titip adik kecil gue yaa" ucap marcel mengecup kening bella.
Adik?selama ini dia anggap gue cuma adik? Batin bella.
Hatinya menjadi sesak. Dengan terpaksa bella memasang senyumnya kepada marcel. Lalu marcel meninggalkan mereka semua disana. Dia akan kerumah sakit sekarang.
__ADS_1