
Sekarang mereka berdua sudah ada dirumah. Setelah sampai dirumah mereka memang langsung masuk kekamar untuk beristirahat. Saat ini Marcel yang sedang berbaring di kasur sedangkan Renata sedang dikamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama Renata keluar hanya dengan kimono dengan handuk dililitkan dikepala untuk mengeringkan rambut. Dan terlihat jelaslah leher jenjangnya yang mulus. Marcel yang disuguhkan pemandangan itu langsung menelan salivanya susah payah.
"Re" ucap Marcel lembut.
Renata hanya membalas dengan deheman tanpa menoleh kearah Marcel yang memanggilnya.
Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Sontak Renata kaget dan langsung berbalik kearah Marcel. Alhasil sekarang mereka berhadapan. Baru akan protes tetapi keduluan dengan Marcel yang mencium bibir Renata. Renata menegang.
Lama kelamaan ciuman itu semakin panas. Marcel menekan tengkuk Renata untuk memperdalam ciuman mereka. Renata pun lama kelamaan menikmati permainan itu. Marcel mengabsen setiap gigi Renata dengan lidahnya. Tanpa sadar tangan Renata sudah melingkar dileher marcel.
Setelah hampir beberapa menit Marcel melepaskan ciuman itu. Terlihat jelas diwajah Renata nampak kecewa.
Marcel dengan sigap mengangkat tubuh Renata ala bridal style ke arah ranjang. Renata tidak menolak perlakuan itu. Marcel menidurkan Renata diatas kasur dengan posisi marcel masih di atasnya. Suara jantung keduanya terdengar sangat kencang. Karena baru pertama kali dari mereka tidur satu kamar mereka melakukan hal ini. Meski belum diatas kewajaran sih eh tapi kan kalo lewat batas gapapa merekakan sudah sah.
Lalu Marcel kembali mencium bibir Renata. Renata pun membalasnya. Tangan marcel sudah berada di payudara Renata. Namun dengan cepat Marcel bangkit dan duduk dengan tegap. Renata mengerutkan keningnya.
"kenapa?" tanya Renata pelan.
"aku gak bisa re. Nanti sekolah kamu gimana kalo kita ngelakuin itu sekarang" jawab Marcel.
Renata tersenyum. Lalu ikut duduk bersama marcel dan menghadap kearah suaminya itu. Dengan kilat Renata mengecup singkat bibir Marcel lalu beralih kekeningnya.
"terimakasih" ucap Renata lembut.
"untuk?" tanya Marcel bingung.
"iya karena kamu masih memikirkan pendidikan aku. Dari pada kenafsuan kamu kaya tadi. Haha" ucap Renata terkekeh.
"lagian si kamu menggoda aku. Segala cuma pake kimono lagi" protes Marcel.
"apasi. Udah beberapa kali juga liat aku pake kimono. Hari ini aja kamu berani begitu"
"udah ah gausah dibahas. Kita bobo aja yu sayang"
Sayang?
Baru kali pertama Renata mendengar kata itu dari mulut Marcel. Astaga kenapa sekarang Renata makin tergila-gila sama suaminya ini. Pipi Renata merona!
"gausah blushing sih. Aku tau aku gak pernah manggil kamu sayang kan selama ini?"
"bodoah cel. Yaudah sana mandi abis itu tidur" suruh Renata.
"engga ah mau langsung tidur aja. Sambil peluk kamu"
"apaansi cel. Cepet mandi gak? Kalo gak mandi kamu tidur dikamar tamu aja sana!"
"iya iya tuan putri. Aku mandi dulu ya. Jangan bobo dulu nanti kita bobo bareng"
Marcel langsung ngibrit ke kamar mandi sebelum Renata meledak.
__ADS_1
"MARCEL" teriak Renata.
Kan bener! Ucap marcel di kamar mandi sambil tertawa.
Setelah hampir 10menit akhirnya Marcel keluar dengan telanjang dada. Entah mengapa Renata menuruti kemauan suaminya itu untuk tidak tidur terlebih dahulu. Renata yang sibuk dengan ponselnya pun tak sadar jika Marcel sudah berada disampingnya.
Lalu tiba-tiba ponselnya direbut oleh Marcel. Dan otomatis Renata melihat Marcel yang telanjang dada. Sontak Renata langsung memekik kencang.
"yaallah Marcel" teriak Renata sambil menutup matanya.
"kenapa si re?sexy ya aku? Jangan bilang kamu kegoda sama aku?" goda Marcel.
"cepet kamu pake baju cel. Aku gak mau mata aku jadi gak suci lagi karena lihat kamu kaya gitu"
"sayang kita ini udah sah. Jadi kamu harus terbiasa dengan aku kaya gini"
"cel cepet pake baju. Aku ngantuk ini yaallah" ucap Renata memelan.
"yaudah sini tidur aku peluk biar nyenyak. Hari ini aku mau tidur kaya gini ah re"
"dulu dirumah aku selalu begini kalo tidur. Sekarang aku mau kaya gini lagi. buka dong mata kamu. Gak mau liat cowok sexy?" lanjutnya.
Perlahan Renata membuka matanya. Sedikit canggung tapi ia harus terbiasa seperti ini. Marcel langsung merapatkan tubuhnya dan memeluk Renata.
"selamat malam sayang. Iloveu" ucap Marcel lembut sambil mencium kening Renata.
Akhirnya mereka berdua masuk kedalam mimpi masing-masing.
****
Keesokan paginya.
Renata sedang menyiapkan sarapan untuk Marcel. Hari ini rencananya Renata akan berbelanja bulanan karena stok bahan makanan menipis. Jadilah dia akan ke supermarket sendiri. Karena Marcel harus kesekolah.
Tak lama Marcel turun dari kamarnya. Sudah berpakaian seragam rapi dan wangi. Bagaimana cewek pada gak nempel sama Marcel. Badan tegap,alis tebel, rahang keras, cool, bibir tipis merah jambu. Astaga sempurna!
"pagi sayang" sapa Marcel pada Renata.
"iya pagi" jawab Renata.
Marcel mencium kening Renata. Karena belum terbiasa seperti itu jadi masih membuat Renata diam sejenak ditempat. Karena gugup.
"hari ini aku mau supermarket belanja bulanan ya" izin Renata.
"gak mau tunggu aku pulang sekolah aja? Biar aku yang anter?" tawar Marcel.
"gausah cel. Aku naik taksi aja. Kamu fokus aja ujiannya yaa"
"yaudah iya. Kamu hati-hati ya kalo ada apa-apa langsung hubungi aku"
__ADS_1
"siap komandan. Eh iya tapi uangnya mana?"
"nih sekalian kamu belanja deh kan udah lama juga kamu gak belanja" ucap Marcel sambil menyerahkan kartu kredit.
Mata Renata berbinar "kamu serius?" tanya Renata.
"serius sayang. Yaudah aku udah selesai aku berangkat ya. Nanti kamu kabarin aku"
"iya cel. Kenapa jadi kamu yang cerewet sih sekarang"
"karena aku sayang kamu"
"gak nyambung. Udah ah sana jalan nanti telat lagi"
Renata mengantar Marcel kedepan. Lalu mencium tangan Marcel sebelum Marcel msuk kedalam mobil.
Udah jadi istri yang baik gak tuh gue batin Renata.
Renata segera masuk kedalam rumah setelah mobil marcel sudah tak terlihat lagi. Renata membereskan bekas sarapan tadi. Lalu Renata akan membereskan rumah terlebih dahulu baru bersiap-siap ke mall yang ada supermarketnya sekalian.
“Alhamdulillah, udah lama juga gue gak shopping” ucap Renata.
...****...
Disekolah.
Marcel dan Riki sedang berbincang diruangan ujiannya. Yah mereka seruangan. Sedangkan Bella dan Farhan diruangan sebelah mereka.
"cel. Kira-kira kalo Farhan tau lo udah nikah trus dia doang yang belum tau dia marah gak ya?" tanya Riki.
"marah" jawab Marcel.
"terus kenapa lo gak ngasih tau dia juga?"
"gue masih butuh dia buat jagain Bella ki. Kalo dia juga tau tentang hal ini otomatis dia akan kaya lo berusaha jauhin Bella dari gue"
"kan emang seharusnya kaya gitu. Status lo udah beda sekarang. Lo bukan cuma pacaran tapi udah ada ditahap yang lebih tinggi"
"iya gue tau ki. Cuma gue gak bisa liat Bella sakit gara-gara ini"
"cel lo inget gak dulu waktu lo suka sama dia? Dia sama sekali gak peduli cel. Dia malah gonta ganti pacar. Tapi dia selalu ngambek kalo denger gosip lo lagi deket sama orang! Egois banget itu cewek"
"ki dia begitu gak ke gue doang kok. Dia begitu ke lo sama ke Farhan juga kan. Waktu lo pada punya pacarkan Bella ngediem lo berdua"
"iya intinya itu cewek maunya kita perhatian sama dia doang. Emang dia siapa gitu? Gue mulai eneg sama tingkah dia sekarang"
"ki Bella itu sahabat kita. Gue yakin dia kaya gitu pasti karena ada alasannya"
"gue tanya sama lo cel. Apa sekarang lo masih ada perasaan sama bella?"
Marcel diam tak menjawab. Saat akan menjawab bel tanda ujian akan dimulai berbunyi. Mau tak mau Riki berjalan kearah bangkunya.
__ADS_1
Gue juga masih bingung ki. Gue sayang sama bella tapi rasanya beda kaya waktu itu gue sayang sama dia. Gimana tuh? Batin Marcel.