Senior Cold

Senior Cold
BAB 70


__ADS_3

Tak lama ponsel marcel berdering. Marcel langsung mengangkat telfon itu karena yang telfon adalah ibu negara.


 


"assalamualaikum bun"


 


"waalaikumsalam kak"


 


"ada apa bun?"


 


"kamu dimana? Bunda didepan rumah kamu tapi kayanya rumah kamu kosong deh,kalian lagi keluar?"


 


"aku dirumah sakit bun" kosong berarti Renata semalem gak pulang. Dia kemana ya


 


"loh siapa yang sakit? Kamu? Apa Renata? Dirumah sakit mana? Kok gak ada yang ngabarin bunda?"


 


"bun santai dulu atuh. Bukan aku atau Renata tapi Bella bun,kemarin dia kecelakaan dan harus dirawat"


 


"inalillahi trus keadaan dia gimana? Trus Renata dimana? Dia sama kamu?"


 


"dia udah sadar kok bun. Renata lagi marah sama aku. Kemarin dia pergi sama Raya. Dia salah paham bun,aku telfon dia dari kemarin tapi gak aktif"


 


"trus kalo gak aktif kamu gak ada usaha buat cari dia? Renata itu istri kamu! Ngapain kamu malah jagain bella daripada cari istri kamu? Bunda gak ngerti sama jalan pikiran kamu kak"


 


"aku mau cari kemana aku bingung bun. Raya juga di telfon gak diangkat"


 


"yah kamu usaha! Bunda gak mau tau kamu harus cari Renata sampai ketemu trus bawa kerumah bunda! Assalamualaikum"


 


"waalaikumsalam"


 


Marcel memasukan ponselnya kembali kedalam saku celananya dan berjalan ke arah sahabatnya yang sedang berbincang. Marcel melihat makanan Bella sudah hampir habis karena disuapin oleh Farhan.


 


"abis makan kamu minum obat yaa" ucap Marcel.


 


"abis makan minum air bloon mana ada abis makan minum obat" protes Riki.


 

__ADS_1


"bacot" sahut Farhan.


 


Mereka tertawa. Hal konyol seperti itu saja bisa membuat mereka bahagia.


 


"ki gue cabut dulu ya,bunda nelfon gue dia marah-marah. Dia suruh gue buat cari Renata" ucap Marcel.


 


"yaudah gue temenin sekalian gue mau cari Raya. Han lo jagain bella bentar ya ntr kita balik lagi. Gue mau nemenin Marcel cari Renata" ucap Riki.


 


"yaudah sono. Biarin Bella sama gue. Lo gapapa kan bell cuma ditemenin sama gue?" tanya Farhan.


 


"iya gpp kok" ucap Bella pelan.


 


Akhirnya Marcel dan Riki keluar dari ruangan Bella dan menuju keparkiran mobil. Mereka berdua akan mencari jodoh mereka entah kemana.


 


...****...


 


Renata saat ini sudah sampai didepan rumahnya. Renata seperti mengenali mobil yang terparkir didepan.


 


 


Sebelum Renata melangkah masuk kedalam. Renata pamit lebih dulu pada Arga. Karena Arga yang telah mengantarkannya. Raya? Dia pulang sendiri karena Devan tak mau nganter cewek rese katanya. Tadinya Renata ingin minta antar Raya namun sepertinya kondisi kepala Raya masih sama dengan dirinya masih pening. Jadilah ia menerima tawaran diantar pulang oleh Arga.


 


Renata melangkah masuk kedalam halaman. Dan benar saja disana ada Lara yang sedang menelfon seseorang. Renata memang tak mendengar percakapan itu namun jika dilihat dari wajah Lara sepertinya dia sedang kesal,karena selama Renata kenal Lara tak pernah melihat wajah Lara seperti itu.


 


Setelah Lara selesai menelfon barulah Renata melangkah mendekat lara. Pikir Renata apakah Lara sudah tau masalahnya dengan Marcel?


 


"assalamualaikum bunda" ucap Renata pelan.


 


Lara mengelus dadanya karena kaget "waalaikumsalam re. Kamu ngagetin bunda aja" ucap Lara.


 


Renata hanya tersenyum canggung melihat mertuanya. Memang sih kalo Renata jadi Lara juga dia akan kaget. Haha


 


"bunda udah lama disini?" tanya Renata.


 


"lumayan re. Sekitar 15menit kayanya" jawab Lara.

__ADS_1


 


"yaudah masuk yuk bun" ajak Renata lalu membuka kunci rumah.


 


Lara masuk kedalam. Rumah Renata nampak bersih dan rapi. Lara sangat beruntung memiliki menantu seperti Renata. Keduanya duduk di sofa ruang tamu.


 


"kamu dari mana re? Kamu lagi ada masalah sama Marcel?" tanya lara to the point.


 


"eh engga kok bun. Aku sama Marcel baik-baik aja kok. Semalem aku nginep dirumah Raya" bohong Renata.


 


"kamu jangan bohong sama bunda sayang. Ada masalah apa sama Marcel? Boleh bunda tau?"


 


"masalah kecil aja kok bun"


 


"apa masalahnya? Gara-gara Bella?"


 


Renata diam tak menjawab. Hatinya sakit mendengar nama itu.


 


"kamu diam berarti iya. Bunda tadi telfon Marcel katanya dia lagi ada dirumah sakit jagain Bella karena Bella kecelakaan"


 


Mata Renata membelalak. Renata tak percaya itu. Mana mungkin? Sebelumnya Bella baik-baik saja kok. Gimana bisa dia kecelakaan? Orang dia dijagain sama cowok-cowok. Sampai dirinya tak dianggap sama suaminya sendiri.


 


"oh gitu ya bun. Yaudah gpp mereka kan sahabatan bun. Wajar kalo Marcel jagain Bella" ucap Renata pelan.


 


Matanya mulai memanas. Hatinya kembali hancur. Marcel dirumah sakit jagain Bella? Sedangkan dirinya tidak dicariin? Suami macam apa seperti itu? Istri marah bukan dibujuk ini malah enak-enakan jagain perempuan lain. Istri mana yang gak sakit hati.


 


"itu gak wajar re! Kalian lagi ada masalah dan penyebabnya adalah Bella. Eh Marcel malah jagain dia bukan cari kamu. Tadi bunda udah marahin dia dan akan cari kamu"


 


"makasih ya bun makasih banget udah nyuruh Marcel buat cari aku. Tapi aku maunya Marcel berfikir sendiri tentang itu. Dengan begitu kan aku bisa tau,dia masih anggap aku atau engga bun,tapi yasudah bun gpp"


 


"re bunda atas nama Marcel minta maaf ya, kalo selama ini Marcel selalu buat kamu sakit hati. Bunda mohon sama kamu jangan pernah tinggalin Marcel ya"


 


Renata diam tak menjawab. Ia bingung harus menjawab apa. Jika dirinya bilang iya tidak akan meninggalkan Marcel tetapi hatinya sudah tak kuat bagaimana. Jika dirinya bilang tidak sanggup tetapi hatinya sudah tersangkut di Marcel bagaimana.


 


Jadi Renata harus pilih yang mana dongg????

__ADS_1


 


__ADS_2