
Renata yang mendapatkan pesan seperti itu dari suaminya tersenyum kecut. Ia tau marcel sedang ada urusan apa. Karena saat marcel melihat ke kelasnya saat itu juga Renata melihat marcel berjalan dengan bella. Tetapi Renata hanya melirik sebentar.
Sebenarnya Renata sengaja tidak menjawab pesan dari marcel tadi. Karena dia akan menjelaskannya saat pulang didalam mobil. Eh ternyata? Yasudahlah.
Kenapa gue jadi kesel gini ya? Batin renata.
Renata memesan ojek online yang akan mengantarkan dia pulang. Dia harus segera pulang karena mertuanya akan kerumah nya hari ini.
...****...
Disisi lain.
Saat ini marcel sudah ada dihalaman rumahnya. Bella yang sudah keluar lebih dulu dan masuk kedalam rumahnya.
"assalamualaikum bunda" teriak bella.
"waalaikumsalam re. Kan bunda yang mau ke-" ucap lara yang keluar dari kamar.
Mata lara membulat ternyata yang datang bukan mantunya. Astaga gimana ini dia menyebutkan kata 're' tadi. Jangan sampai bella curiga. Karena ini sudah kesepakatan bersama kalau pernikahan ini jangan ada yang tau sampai marcel lulus sekolah.
"apa bun? Kok re? Ini Bella bunda lupa ya sama bella" tanya bella memelas sambil mencium punggung tangan lara.
"eee engga kok bel,kamu salah denger kali" jawab lara gugup.
"ah masa si bun? Bunda mau kemana kok rapi gini?" ujar bella.
"gak kemana-mana kok. Eh kamu kapan dateng?" tanya lara mengalihkan pembicaraan bella.
"kemarin sore bun,sekarang aku juga satu sekolah sama marcel satu kelas malah" cerita bella.
Lara membalas ucapan bella dengan senyuman. Tak lama marcel masuk dan duduk disamping bundanya.
"bun, bella kangen banget deh sama bunda" ucap bella.
"bunda juga kangen kok sama kamu" jawab lara.
Lara melirik kearah marcel. Sedangkan marcel hanya menunduk. Dia yakin bunda nya akan bertanya kepada marcel.
"kak bunda mau ngomong sebentar" bisik lara.
Marcel mengangguk patuh. Dia lebih dulu berjalan ke arah dapur.
"bel bunda tinggal bikin minum dulu ya sayang,kamu tunggu sini" ucap lara.
"gausah repot-repot bun,kan biasanya aku ambil sendiri" jawab bella.
"gak repot kok, tunggu sebentar ya" ucap lara sambil berlalu.
Bella hanya menggangguk lalu mengeluarkan ponselnya. Sekarang lara dan marcel sudah ada di dapur.
"kak bella bener satu sekolah sama kamu? Bahkan satu kelas?" tanya lara.
__ADS_1
"iya bun bener, aku juga kaget" jawab marcel.
"berarti Renata tau?dia gimana? Trus tadi pulang berarti kamu gak bareng dia?"
"bun tanyanya satu-satu dong. Marcel bingung jawabnya"
"udah cepet jawab kak"
"tau bun bahkan tadi kita satu meja waktu istirahat, engga bun bella minta kesini abisan jadi aku suruh Renata naik taksi"
"astagfirullah kak, yang istri kamu itu Renata, bukan bunda ngelarang kamu deket sama bella cumakan sekarang status kamu udah beda kak"
"iya bun marcel tau, tapi marcel bingung mau gimana"
"padahal bunda tadi mau kerumah kamu,bunda udah telfon Renata mau kesana ngajarin dia masak"
"oh tadi bunda di telfon ngomongin itu? Renata gak bilang sama aku,kalo Renata ngomong kan aku bisa nolak ajakan bella"
"emang kamu bisa nolak bella? Dari dulukan kamu gak bisa nolak permintaan bella" cibir lara.
Marcel diam. Yah memang dari dulu dia selalu nurutin apa permintaan bella. Lara tidak tau kalau marcel mencintai bella dulu.
"yaudah bunda telfon Renata dulu deh mau bilang kalau bunda gak jadi kesana,kasian nanti dia nungguin bunda. Soalnya bunda tau kalau bella udh disini pasti dia akan lama" ucap lara sambil membawa minuman untuk bella.
Marcel hanya mengekor dibelakang lara. Sebenernya marcel merasa bersalah sama Renata. Bisa-bisanya dia menyuruh Renata pulang naik taksi sedangkan sekarang dia dengan wanita lain.
Maafin aku re batin marcel.
... ...
...****...
Entah kenapa Renata ingin tampil cantik dihadapan mertuanya.
Padahal dulu Renata hanya tampil apa adanya saja.
Sekitar 20menit Renata baru keluar dari kamar mandi. Dengan tangan yang masih menggosok rambutnya dengan handuk kecil.
Tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Segera ia berjalan menuju nakas dan mengambil ponselnya dan meletakkan ditelinga setelah menggeser tanda hijau.
"assalamualaikum bun,bunda jadi kesini?"
"waalaikumsalam re,ini bunda mau kabarin kamu, maaf re bunda gak jadi kesana,ayah minta tolong bunda untuk bantu dia di kantor" alibi lara.
"oh gitu ya bun,yaudah gpp bun. Bunda semangat ya" ucap Renata lirih.
Lara yang mendengar itupun rasanya tak tega. Tapi mau bagaimana lagi ia juga bingung.
"iya sayang, mungkin besok atau lusa bunda kesana ya sayang"
"iya tenang aja bun,nanti aku belajar dari youtube aja dulu hehe" Renata tertawa hambar.
"yaudah sayang bunda tutup telfonnya ya, sekali lagi maaf ya sayang. Assalamualaikum"
"iya bunda waalaikumsalam"
__ADS_1
Renata menjauhkan ponselnya dari telinga. Tak bisa dipungkiri ada rasa kecewa dihati Renata.
Rasanya sangat sesak.
Sudah tadi melihat suaminya jalan dengan perempuan lain. Sekarang mertuanya tidak jadi mengajari nya masak.
Terdengar suara helaan nafas Renata secara kasar. Lalu ia berjalan keluar kamar. Dan turun menuju dapur rumahnya.
Gue harus belajar masak batin renata.
Renata membuka kulkas nya. Dan melihat-lihat bahan makanan. Ia memilih apa yang akan jadi bahan percobaannya hari ini. Lalu ia membuka situs diinternet dan mulai mengikuti aksi tersebut.
...****...
Dirumah marcel.
Lara dan bella sedang berbincang hangat. Sedangkan marcel hanya memainkan ponselnya. Sebenarnya pikiran dia terus tertuju pada Renata.
Dia ingin sekali pergi dari sana. Tetapi mengapa tidak bisa. Rasanya tak sanggup. Marcel melirik lara bergantian melirik bella.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Mereka masih betah berbincang ala wanita. Itu membuat marcel bosan. Dan rasanya marcel ingin cepet-cepet bertemu dengan renata.
"ehkemm" marcel berdehem cukup keras membuat keduanya menoleh.
"kenapa cel?" tanya lara.
"udah jam 5 bel, kamu belum mau pulang?" tanya marcel.
"eh iya udah jam 5 aja, yaudah yu pulang, bunda aku pulang dulu ya, besok aku main lagi" ucap bella sambil mencium tangan lara.
"iya bel kamu hati-hati ya" ucap lara sambil mengelus rambut bella lembut.
"yaudah bun marcel pamit mau nganterin bella sekalian langsung pulang kerumah" ucap marcel tak sadar.
"pulang kerumah cel? Kan ini rumah kamu" tanya bella yang menyadari perkataan marcel tadi.
"eehh itu bel-" ucap marcel terpotong.
"maksud marcel abis nganter kamu dia langsung pulang bel mungkin katanya aja yang berantakan hehe" ucap lara sambil tertawa.
"oalah gitu toh cel,yaudah yu. Assalamualaikum bunda"
"waalaikumsalam hati-hati yaa" teriak lara sambil bernafas lega.
Marcel melajukan mobilnya menuju apartemen bella. Yah sekarang bella tinggal di apartemen. Pikiran marcel masih berkecamuk dengan renata.
Aku bentar lagi pulang re, kamu tunggu ya. Ucap marcel dalam hati.
Tak lama mereka sampe ke apartemen bella. Sebenarnya bella mengajak marcel untuk ikut masuk terlebih dahulu ke apartemennya. Tetapi kali ini marcel menolak. Entah dengan keberanian seperti apa ia menolak permintaan bella yang pertama kalinya. Bukan marcel tak berani hanya saja ia tak sanggup jika melihat bella sedih dulu.
"aku pulang langsung ya,kamu jangan lupa makan" ucap marcel.
"iyaudah deh,kamu hati-hati" ucap bella parau.
Begini nih jika permintaan tidak diturutin ia pasti akan memasang muka yang melas dengan suara yang sesedih mungkin membuat marcel tidak tega. Tapi kali ini marcel tidak peduli ia tetap pergi dari sana.
__ADS_1
Maafin aku bel ucap marcel dalam mobil.