Senior Cold

Senior Cold
BAB 47


__ADS_3

Saat ini Renata sedang berada disalah satu mall yang sering ia kunjungi bersama Raya. Rencananya ia akan belanja bulanan dan membeli barang yang menurutnya menarik. Kapan lagi yakan dikasih kartu kredit sama Marcel.


Tadi Renata sudah menghubungi Raya. Tapi Raya tidak bisa karena ada acara keluarga. Yasudah dia jadi sendirian kaya jomblo. Eh.


 


Renata masuk ke supermarket lebih dulu. Renata belanja seperlunya. Karena jika terlalu banyak ia akan kerepotan nanti membawanya. Karenakan dia sendiri.


 


Renata memilih apa yang akan ia beli didalam supermarket tersebut. Sampai ia merasa cukup dan lalu ke kasir untuk membayar. Setelah selesai ia menenteng 3kantong plastik. Yah masih bisalah jika ia ingin berbelanja keperluannya sendiri.


 


Renata berjalan menelusuri mall. Melihat kekanan kekiri untuk mencari apa barang yang akan ia beli kali ini. Mata Renata tertuju pada salah satu toko yang menjual aksesories couple dari baju,tas, gelang, topi dan sweater.


Renata berjalan ke arah sana. Mengapa Renata ingin sekali membeli salah satu sweaternya untuk dirinya dan marcel.


 


Alay gak si gue pake couplean gini batin renata.


 


Saat Renata masuk. Pelayan toko itu menyambut Renata dengan ramah.


 


"siang mba,ada yang bisa saya bantu?" tanya si pelayan.


 


"iya mba. Saya mau liat sweater yang itu dong" ucap Renata seraya menunjuk salah satu sweater couple yang terpajang.


 


"ok tunggu sebentar saya akan ambilkan" ucap pelayan.


 


Saat Renata sedang menunggu pelayan itu kembali. Tiba-tiba pintu toko terbuka. Dan masuklah seorang laki-laki tampan.


 


"Renata??" sapa laki-laki itu.


 


Renata nampak sedang mengingat sesuatu. Dia diam sambil memperhatikan orang yang ada didepannya sekarang.


 


"kak Arga?" tanya balik Renata.


 


Cowok itu tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya.


 


"kamu sendirian?" tanya Arga celingak celinguk.


 


"iya kak hehe"


 


Tak lama pegawai toko itu datang sambil membawa contoh sweater yang renata minta.


 


"ini mba sweaternya, yang buat cowoknya pas deh kayanya sama pacar mba" ucap pegawai toko sambil menunjuk Arga.


 


"hm bukan mba. Dia bukan pacar saya" jelas Renata gugup.


 


"saya kira dia pacarnya mba. Abis serasi banget sih" ujar pegawai.


 


Arga hanya tersenyum melihat Renata salah tingkah. Dari dulu Renata masih selalu menggemaskan.


 


Cerita sedikit tentang arga.


 


Arga ini kakak kelas Renata waktu SMP. Mereka sempat dekat saat Arga kelas 3 dan Renata masih kelas 1. Yah dari jaman smp Renata memang sudah cukup populer disekolahnya. Mereka deket sampe semua warga sekolah ngira bahwa mereka pacaran. Tapi kenyataannya tidak. Hanya Renata yang cinta sedangkan arga hanya menganggap Renata sebagai adiknya. Bisa dibilang arga itu cinta pertamanya Renata. Makanya saat kelas 2 smp Renata sudah menjadi playgirl sebagai pelampisan karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Sejak arga lulus smp mereka tidak pernah komunikasi lagi. Dan hari ini mereka dipertemukan kembali.

__ADS_1


 


"hehe calon mba" ucap Arga percaya diri.


 


Yaampun ada aja ya cobaannya batin renata.


 


Renata hanya senyum sebagai tanggapan. Lalu segera kekasir untk membayar sweater yang ia beli untuk dirinya dan Marcel. Ternyata Arga mengikuti Renata sampai kekasir.


 


"re gausah beliin gue" ucap Arga.


 


PD amat pak. Gue beli buat suami gue kali bukan buat lo batin renata.


 


"bukan buat kakak kok hehe" jawab Renata canggung.


 


"trus buat siapa? Oiya pasti buat pacar lo ya" tebak Arga.


 


"iya kak. Yaudah gue duluan ya" pamit Renata lalu keluar dari toko tersebut.


 


Tetapi Arga masih mengikutinya. Sontak Renata berbalik dan menghadap ke arah Arga dan menatap Arga datar.


Bukan karena Renata tak suka diikuti Arga. Cuma Renata takut luka lama yang udah Renata kubur sekarang malah hidup lagi. Rasanya sakit mengingat kejadian dulu.


 


"kak ngapain sih ngikutin gue?" tanya Renata dengan nada sinis.


 


"emang gak boleh re? Dulu kayanya lo gak masalah kalo gue ikutin lo terus atau sebaliknya"


 


"kak dulu ya dulu. Gausah bahas yang dulu. Udah ya gue mau balik lo gausah ngikutin gue"


 


 


Yah kan jangan buat baper lagi apa kak. Gue udah bahagia sama marcel batin renata.


 


*****


Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Semua kelas 12 merapikan alat tulis dan bergegas untuk pulang kerumah masing-masing. Kasur im coming...


 


Begitu juga Marcel dan Riki. Mereka berjalan keluar kelas dan menuju parkiran. Di pertengahan jalan mereka bertemu dengan Bella dan Farhan. Riki yang memasang wajah sinis ke Bella begitu juga sebaliknya Bella ke Riki. Sedangkan Farhan hanya menatap Riki dan Marcel jengah.


 


Kenapa persahabatan kita jadi kaya gini batin Farhan.


 


Sebenarnya Farhan tidak ingin ikut campur. Namun kedua temennya sudah keterlaluan sama Bella. Mengapa mereka bisa membentak Bella demi Renata yang jelas-jelas baru mereka kenal. Marcel mencekal tangan Bella. Niatnya ia akan berbicara pada Bella dan minta maaf padanya. Karena sejak kejadian itu Marcel tidak pernah membalas chat dari Bella satu kalipun. Dan karena disibukan dengan ujian terus mereka jadi jarang ngobrol lebih tepatnya sudah gak pernah ngobrol dari kejadian itu.


 


"bell aku mau ngomong" ucap Marcel datar.


 


"bell kita langsung pulang" tarik Farhan.


 


"han gue mau ngomong dulu sebentar sama Bella"


 


"gausah deh. Nanti yang ada lo bentak dia lagi!" sinis Farhan.


 


"udah han biarin mereka berdua bicara. Lo jangan kaya bocah napa" sahut Riki.

__ADS_1


 


"ayo bell kita pulang!" Farhan menarik tangan Bella.


 


"han,biarin dulu dia ngomong sama gue ya. Lu tunggu di parkiran aja nanti gue kesana" ucap Bella lembut.


 


Akhirnya Farhan pasrah dan berjalan menuju parkiran. Tanpa sadar Riki mengikutinya dari belakang. Sebenarnya Riki ingin sekali memberi tahu rahasia ini pada Farhan. Namun Marcel belum mengizinkannya. Riki gak habis pikir mengapa Marcel masih mikirin Bella yang jelas-jelas cewek itu sangat egois.


 


Bego dari dulu gue juga nurut sama itu cewek batin riki.


 


...****...


 


Marcel dan Bella duduk dikoridor sekolah yang sudah nampak sepi. Mereka berdua duduk berhadapan. Suasana canggung menyelimuti mereka. Dengan keberanian Bella membuka suara lebih dulu.


 


"ada apa?" tanya Bella pelan.


 


Marcel menatap Bella. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak seperti ini.


 


"aku mau minta maaf sama kamu. Waktu itu aku pernah nyakitin kamu" ucap Marcel sambil menggengam tangan Bella.


 


Mata Bella mulai panas. Tak lama air matanya jatuh mengenai tangan mereka berdua. Marcel menatap Bella dengan tatapan susah diartikan.


 


"kenapa hiks kamu bisa ngebentak aku kaya gitu? Kita ini sahabatan udah lama cel. Kamu lebih milih perempuan yang baru kamu kenal dari pada aku" ucap Bella disela nangisnya.


 


"maaf" singkat Marcel.


 


"aku sayang sama kamu cel" ucap Bella pelan.


 


"aku tau kok. Kamu juga sayang kan sama dua curut?" ucap Marcel sambil mengelus rambut Bella.


 


"engga cel. Sayang aku ke kamu bukan sayang sebagai sahabat. Tapi lebih dari sahabat"


 


Deg


 


Marcel terdiam cukup lama. Marcel masih mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Bella. Bagaimana bisa Bella sayang padanya melebihi dari seorang sahabat? Lalu dulu kemana saja saat Marcel juga sama sayang pada Bella bahkan mencintainya. Sekarang mengapa semuanya terjadi? Marcel sudah sangat bahagia oleh Renata. Memang Marcel masih sayang sama Bella namun balik ke seorang sahabat lagi tidak lebih.


 


Yaallah hamba harus bagaimana batin marcel.


 


"cel kok kamu diem?" ucap Bella menggoyangkan lengan Marcel.


 


"mak-sud kamu Bell?" tanya Marcel memastikan.


 


"iya aku sayang sama kamu lebih dari seorang sahabat. Beda sama Riki dan Farhan cel" jelas Bella pelan.


 


Marcel kembali diam. Pikirannya campur aduk. Tak lama bibir Marcel seperti ada yang menempel. Dan benar! Ternyata bibir Bella yang menempel. Artinya Bella dengan nekat mencium bibir Marcel. Marcel segera menjauhkan wajahnya lalu bangkit dari duduknya berjalan meninggalkan Bella. Bella semakin terisak.


Dan ternyata ada orang yang merekam kejadian tadi dibalik tembok.


 


Haha ternyata sama aja. Sama murahnya lo berdua! Permainan dimulai ucap orang itu pelan.

__ADS_1


 


__ADS_2