
"Renata" ucap Marcel.
Marcel berjalan kearah Renata. Renata hanya diam disamping mobil begitu juga Raya. Raya menatap Renata tajam bermaksud supaya Renata segera menghampiri Marcel. Namun sayang otak Renata sedikit lemot san tak mengerti arti tatapan itu. Membuat Raya jengah. Bagaimana bisa sih Raya berteman dengan makhluk seperti Renata.
Marcel menghampiri Renata langsung menggenggam tanganya. Renata masih terus menatap Raya. Renata belum bisa menatap Marcel.
Jadi nyamuk gue batin raya.
"ekhmm kak, re gue balik ya. Lo berdua selesaiin didalam sono dan sekalian buatin gue keponakan langsung kalo bisa" goda Raya mencairkan suasana.
"ok!" jawab Marcel santai.
"cabut ray. Gue eneg liat lo!" tegas Renata.
Raya terkekeh lalu masuk kedalam mobil dan segera melajukannya dengan kecepatan sedang. Marcel segera menarik Renata dengan lembut menuju rumahnya. Renata mau tak mau mengikuti arah tarikan Marcel.
Marcel membuka pintu rumah dengan kunci yang ia pegang. Tetapi dengan satu tangan karena satu nya lagi ia gunakan menggandeng Renata. Setelah masuk Marcel duduk disofa ruang keluarga. Begitu juga Renata.
Setelah cukup lama berdiam akhirnya Marcel membuka pembicaraan.
"aku mau jelasin ke kamu tentang pertemuan aku tadi sama Riana" ucap Marcel.
"aku ketemu sama dia karena ingin tau apa bener yang Bella bicarakan kemarin sama aku tentang Riana yang selalu kasih tau informasi tentang aku ke Bella" lanjutnya.
"oh ternyata mereka berdua sekongkol" desis Renata.
"mereka bukan kerjasama. Tapi Riana yang memperalat Bella untuk mengadu domba sama kamu. Jadi Riana itu sengaja biar kamu sama bella ngelepas aku. Intinya Riana itu suka sama aku dari dulu" ucap Marcel.
Renata diam menunggu apalagi yang akan dikatakan oleh Marcel.
__ADS_1
"tapi maaf aku ngelanggar janji kita untk tidak ngasih tau tentang pernikahan kita. Karena aku muak sama Riana jadi aku kasih tau semua tentang itu. Aku minta maaf" lanjutnya.
Renata mendongkak melihat wajah Marcel.
"kamu gila? Itu perempuan pasti akan sebar keseluruhan murid disekolah! Aku gak mau status aku diketahui sama semuanya. Aku belum siap cel"
"re kamu tenang dulu. Aku sudah kasih tau ke Riana bahwa kamu itu anaknya dari Rio Pangestu aku yakin dia gak akan macem-macem setelah tau kamu itu siapa"
"cel cewek carmuk itu banyak cara buat nyingkirin aku dari kamu. Dia pasti akan ambil kesempatan ini buat semua warga sekolah mengasingkan aku!"
"kamu tenang re. Itu gak akan terjadi. Aku bakal bilang ayah tentang itu. Pasti ayah akan bantu"
"argggh aku pusing! Apa aku..." Renata menggantungkan ucapannya.
"apa aku lepasin kamu aja cel? Mungkin itu jalan terbaik. Banyak perempuan yang mencintai kamu sepenuh hati. Bukan kaya aku yang belum bisa jadi istri yang baik. Bahkan kasih hak kamu aja aku belum siap" Renata terisak.
"Re jaga ucapan kamu! Aku gak suka kamu bicara kaya gitu. Sampai kapanpun aku gak bakal lepasin kamu. Dan aku bakal tunggu kamu sampai kamu siap. Jadi aku minta sama kamu jangan pernah berpikiran seperti itu lagi. Ngerti?" tegas Marcel.
Renata diam tak menjawab ucapan Marcel.
"sekarang kamu jelasin siapa cowok yang ada dicafe tadi? Trus kenapa dia bilang kamu itu calon pacarnya? Kamu deket sama dia?" tanya Marcel.
"dia itu kakak kelas aku sama Raya pas SMP. Bisa dibilang dia cinta pertama aku,dan karena dialah aku jadi playgirl. Cinta aku sama dia bertepuk sebelah tangan dulu. Tapi sekarang aku beneran udah gak ada perasaan apapun sama dia. Kenapa dia ada dicafe? ternyata cafe itu punya dia, jadi kita ketemu dan ngobrol biasa aja,cuma dasarnya kamu yang langsung percaya sama omongan si cewek carmuk yah jadi gitu" jelas Renata.
"bener kamu udah gak ada rasa sama dia?"
__ADS_1
"benerlah kalo aku ada rasa sama dia tadi aku udah 'iya'in omongan dia pas dia bilang aku calon pacarnya"
Marcel mengangguk kepalanya mengerti. Lalu menarik kepala Renata untk bersandar didada bidang miliknya. Tangannya terulur mengelus rambut Renata lembut.
Gimana gak luluh iye kan digituin. Author juga begitu sama pacar author. Jangan ngiri yaa hehe.
"maafin aku ya sayang, tadi aku kalut banget. Aku janji akan selalu jujur sama kamu"
"aku bingung deh kenapa ya hubungan kita selalu ada aja yang ganggu. Kemarin Bella sama Devan sekarang kenapa ada Riana lagi?yaallah"
"itu namanya cobaan buat rumah tangga kita. Allah memberikan itu sebagai ujian apakah kita bisa melewatinya atau malah menyerah, jadi aku minta sama kamu,tetap selalu disisi aku walau bagaimanapun keadaannya"
Pipi Renata memanas mendengar perkataan Marcel tadi. Sebesar itukah Marcel mencintai dirinya? Yaallah Renata sangat bersyukur akan hal itu.
"iya, aku juga janji bakal selalu jujur sama kamu"
"iya aku percaya sama kamu"
Keduanya terdiam cukup lama. Tak lama Renata bangun dari posisinya dan berdiri ingin meninggalkan Marcel dari sana.
"kamu mau kemana?" tanya Marcel.
"mandi, gerah abis nangis lama banget tadi dirumah Raya" teriak Renata.
Marcel tersenyum melihat tingkah Renata seperti anak kecil. Marcel bersyukur bisa mencintai Renata. Bersyukur bisa memiliki Renata. Bersyukur apa yang sudah tuhan kasih padanya selama ini.
Semoga bentar lagi Renata siap ngasih hak gue dan jadilah marcel Junior batin marcel.
__ADS_1
Marcel terkekeh tentang pemikirannya tadi. Sebenarnya Marcel sudah tak sabar ingin mempunyai Marcel junior namun apalah daya bila Renata belum siap.