
Bel istirahat berbunyi. Semua siswa bergegas kekantin untuk mengisi perut yang keroncongan. Begitu juga Renata dan raya.
Saat Renata memasuki kearea kantin. Renata melihat marcel dkk berserta bella disamping marcel. Mata Renata dan marcel bertemu. Renata lebih dulu memutuskan itu.
Renata duduk dibangku kantin lebih dulu. Sedangkan raya memesan makanan untuk mereka. Tak lama seorang cowok pun dateng ke meja Renata sambil merangkul bahu Renata.
"hai re,kamu udah pesen?" ucap devan.
"itu lagi dipesenin raya" balas Renata.
Tak lama raya datang bersama nampan ditangannya. Raya duduk dihadapan renata dan devan.
"lo ngapain dev?" tanya raya.
"nyamperin pacar gue lah" ucap devan santai.
Raya melirik ke arah Renata meminta penjelasan lewat mata. Renata mengerti dan mengangguk sebagai jawaban.
"makanan lo biar gue yang traktir" ucap devan keras.
"seriusan dev? Woi buat semuanya khusus kelas 11 hari ini devan traktir kita" ucap raya sambil berteriak.
"horeeee makasih devan" ucap mereka serempak.
Devan menggaruk tekuknya. Sedangkan renata dan raya tertawa terbahak-bahak.
Kegiatan itu tak lepas dari penglihatan marcel. Tangannya terkepal.
"ada apaan tuh si devan tumben banget traktir,seangkatan lagi" ucap riki.
"tau tuh,apa Jangan-jangan dia udah jadian sama Renata?kan dia dari dulu gencar banget deketin Renata" ucap farhan.
"nah bisa jadi tuh mungkin mereka udah jadian" jawab riki santai.
"emang Renata siapa si ki? Kayanya gue selalu denger nama dia tiap hari terutama sama cowok-cowok disekolah ini" tanya bella.
"dia itu primadona sekolah ini, Raya sama Renata itu playgirl sebenarnya, cuma terhormat" jelas farhan.
"playgirl tapi terhormat? Maksudnya?" tanya bella.
"iya meski mereka jadi playgirl dan bad girl tetapi selalu ditutupi sama otak mereka yang cerdas" jelas riki.
"gimana gak jadi primadona kan bel? Udah cantik,sexy, ramah pinter lagi" ucap farhan dramatis.
"tetep aja dia gak mau sama lo han" ucap bella.
Riki dan bella tertawa melihat ekspresi farhan yang kocag. Sedangkan marcel masih terus diam memperhatikan istrinya.
Kenapa lo bisa punya pacar? Sedangkan status lo udh jadi istri?? Batin marcel.
Saat Renata menoleh ke meja marcel. Lagi lagi mata mereka bertemu. Tapi kali ini marcel yang memutuskan lebih dulu.
Renata mengangkat bahu nya acuh.
Bella melirik marcel. Lalu mengikuti arah mata marcel. Bella melirik Renata yang tengah ngobrol dengan devan dan raya.
"cel kamu ngapain ngeliatin mereka?" tanya bella.
"gak kok" jawab marcel.
"yaudah kamu makan,aaaa" ucap bella sambil menyuapin marcel.
Marcel membuka mulutnya patuh. Tak sengaja Renata melihat adegan itu. Dia seperti ingin muntah melihatnya.
__ADS_1
"jijik" ucap Renata tak sadar.
Devan dan raya yang mendengar pun bertukar pandang. Lalu melirik Renata.
"kamu kenapa re?jijik sama siapa?" tanya devan lembut.
"engga kok,cabut yu males disini panas" ucap Renata sambil bangkit.
Raya mengikuti Renata dari belakang. Sedangkan devan harus membayar tagihan terlebih dahulu baru menyusul Renata dan menggenggam tangannya.
Hal itu menjadi pusat perhatian penghuni sekolah.
Banyak yang berteriak histeris juga.
Mereka udah jadian?
Gila Renata sama devan cocok banget
Pasangan fenomenal tahun ini
Renata sok kecakepan amat si maunya sama yang ganteng terus
Renata dan devan hanya berjalan santai saja. Hal itu menjadi biasa untuk mereka. Devan memang termasuk cowok populer disekolahnya.
Raya yang merasa diabaikan pun buka suara.
"bagus ye lo udah punya pacar gue diabaikan" ucap raya.
"sini sayang kamu gak diabaikan kok" ucap Renata sambil menggenggam tangan Raya.
"jijik dah re" ucap raya.
"makanya cari pacar lagi sono Ray,tumben lo agak lama jomblo" ucap devan.
"jadi pacar kedua gue aja mau gak Ray?" ucap devan.
Devan dihadiahi tatapan tajam oleh Renata dan Raya. Devan hanya menyengir.
"bercanda sayang,aku kan sayang kamu" ucap devan sambil mengacak pucuk kepala Renata.
"jijik dev" ucap raya sambil meninggalkan keduanya.
"bilang aja lo iri" teriak devan dan Renata bersamaan.
Setelah itu mereka tertawa bersama sambil menuju kekelas masing-masing.
Semoga kamu bahagia terus sama aku re batin devan.
...****...
Bel pulang sekolah berbunyi. Devan sudah setia menunggu Renata didepan kelasnya. Raya yang melihat itu hanya menatapnya jijik.
"gaya lo so pake jemput didepan kelas" cibir raya.
"jangan iri kenapa Ray,mau gue cariin pacar?" tanya devan.
"gak perlu gue bisa cari sendiri" ucap raya santai.
"udah si kalian ribut terus deh, ntr jodoh baru tau rasa" ucap Renata.
"what?!!!gak mungkin" ucap mereka bersamaan.
Renata tertawa.
__ADS_1
"apaansi si re, aku kan jodohnya kamu masa sama botol kecap ini?" ucap devan sambil menunjuk raya.
"tau lo re,lagian mana mungkin gue suka sama iler ikan gini" ucap raya tak mau kalah.
Renata menggeleng melihat tingkah laku Raya dan Devan. Renata berjalan meninggalkan mereka berdua. Perjalanan Renata terhenti saat matanya tertuju dengan laki-laki dan seorang perempuan yang mengapit lengan si laki-laki tersebut.
Mata Renata tiba-tiba memanas melihat itu.
"sayang kamu kenapa?" ucap devan melihat mata Renata yang berkaca-kaca.
"eh cunguk lo kenapa?" ucap raya.
"dev ayo pulang,aku cape" ucap Renata meninggalkan mereka lagi.
...****...
Disisi lain.
Marcel dan bella tengah berada didalam mobil. Kali ini marcel akan langsung mengantar bella pulang ke apartemen.
Untung saja bella tidak menolak.
Mereka sudah sampai didepan gedung apartemen bella. Bella melirik marcel terlebih dahulu sebelum turun. Tangannya terulur memegang tangan marcel yang sedang ada dipaha sang laki-laki.
Marcel kaget dengan perlakuan bella. Ia langsung menoleh kesamping melihat perempuan yang pernah mengisi hatinya.
"cel makasih ya buat selama ini,kamu selalu jaga aku, kamu selalu turutin apa mau aku" ucap bella lembut.
"iya bel sama-sama" ucap marcel sambil tersenyum.
"kamu anggap aku apa selama ini cel?" tanya bella.
Deg
Jantung marcel berdebar. Mengapa bella menanyakan hal ini sekarang? Dulu dia kemana saja waktu marcel masih sendiri? Marcel tidak bisa menjawab karena marcel sudah tidak ada lagi rasa pada bella. Terlebih lagi sekarang status dia suami.
"bel aku langsung pulang ya,bunda kabarin aku suruh jemput naura" bohong marcel.
Bella hanya mengangguk. Baru kali ini marcel tidak menjawab pertanyaan bella. Bella merasa dada nya sakit. Matanya memanas.
Bella segera turun dari mobil marcel setelah laki-laki itu mencium punggung tangan bella.
Aku cinta sama kamu cel batin bella.
Marcel menancapkan gas nya menuju rumahnya. Pikirannya kusut.
Kenapa baru sekarang bel? Setelah hati gue udh diisi oleh orang lain ucap marcel frustrasi.
Setelah 25menit mobil marcel memasuki halaman rumahnya. Marcel mengambil kunci dari tas nya.
Marcel terkejut Renata yang tertidur diruang tv. Renata masih menggunakan seragamnya. Wajahnya seperti jejak bekas air mata.
Marcel membersihkan jejak tersebut dengan ibu jarinya. Lalu mengangkat Renata ke kamarnya.
Siapa yang buat kamu nangis re? Tanya marcel pelan pada Renata yang tertidur.
Marcel merebahkan Renata pelan. Lalu ia mengecup kening sang istri dan bangkit untuk keluar kamar Renata.
Marcel menuju kamarnya untuk mengganti pakaian. Dan segera menuju dapur untuk membuat makan siang untuk dirinya dan sang istri.
Marcel hanya membuat nasi goreng saja untuk makan siang mereka. Marcel memakan terlebih dahulu. Setelah ia makan ia menatap nasi goreng berserta air minum dinampan untuk dibawa ke kamar Renata.
Marcel meletakkan makanan itu diatas meja rias sang istri. Setelah itu ia kembali keluar menuju ruang televisi untuk bersantai disana.
__ADS_1
Semoga kamu suka ya re batin marcel.