
"engga!" ucap renata keras. Dan langsung di hadiahi tatapan tajam dari Diana.
Renata menutup mulutnya sendiri. Dia tidak ingin perjodohan ini tetapi bagaimana dengan nazar mami nya.
"Saya setuju om" ucap marcel santai.
Mata renata melotot tak percaya. Mengapa laki-laki menyebalkan itu setuju dengan ini.
Ini udah gila Fix batin renata.
Sekelilingnya giliran menatap Renata. Mereka meminta jawaban yang pas untuk didengar. Jika Renata menolak tetap saja perjodohan ini akan terjadi.
"iya aku setuju pi" ucap Renata lirih.
Terdengar suara nafas lega dari semuanya. Diana langsung berhambur memeluk Renata. Sambil berbisik terimakasih ditelinga Renata.
Renata menatap Arsen. Arsen tersenyum manis kearahnya sambil mengangkat jempolnya.
"jadi untuk pernikahannya kita adakan 2minggu lagi ya di, gimana?" ucap lara.
What 2minggu?gila beneran ini mah dumel Renata.
__ADS_1
"setuju ra, lebih cepat lebih baik. Biar nanti kita yang urus semuanya ya ra" ucap diana antusias.
"ok biar nanti saya sama Rio yang urus masalah gedungnya" ucap febri.
Semua sudah kebagian tugasnya. Kali ini mereka sedang berbincang Rio dengan febri tentang bisnis sedangkan Diana dan lara tentang kehidupannya saat ini.
Marcel yang sedari tadi diam sekarang sedang memainkan ponsel nya. Begitu juga Renata.
Tak terasa waktu berjalan cepat. Sekarang sudah pukul 10malam.
"di aku pamit ya sudah malam" ucap lara.
"makasih loh jamuannya hehe" ucap febri.
"sama-sama bro" balas Rio.
Keluarga Rio mengantar keluarga febri kedepan pintu. Sampai mobil mereka sudah hilang dari penglihatan nya baru mereka melangkah masuk kedalam.
Mereka semua duduk kembali diruang tamu.
"mi aku mau pernikahan ini dirahasiakan dari sekolah dan temen-temen aku!" ucap renata ketus.
__ADS_1
"iya sayang tenang aja,pernikahan ini gak akan ada yang tau karena kita cuma ngundang orang terdekat saja" ucap diana.
"lagian kamu jangan khawatir tentang sekolah,kan om febri donatur terbesar disana" ucap Rio.
"tapi aku gak mau dicap jelek karena sudah menikah saat masih sekolah" ucap Renata.
"udah tenang de,ada abang" ucap Arsen sambil memeluk Renata dari samping.
Diana dan Rio bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya. Renata pun ikut berjalan menuju kamar sedangkan Arsen masih tetap disana.
Sesampainya dirumah marcel langsung masuk kedalam kamarnya. Marcel merebahkan tubuhnya ke kasur besarnya.
Hari ini ia cukup bahagia dengan lamaran tadi. Ternyata Renata menerimanya padahal selama ini ia selalu kejam kepada gadis itu.
Marcel mengambil ponselnya didalam saku celananya. Lalu melihat foto Renata yang sengaja ia ambil saat tadi dirumah Renata.
Setelah puas tersenyum karena melihat foto Renata barulah Marcel bangkit untuk berganti pakaian dan mencuci muka. Setelah selesai ia merebahkan tubuhnya. Hari ini mungkin menjadi hari terbahagia untuk Marcel. Marcel mulai memejamkan mata.
Selamat tidur calon istri. Ucap marcel dalam hati.
__ADS_1