
Setelah selesai belanja di supermarket. Mereka memilih untuk makan terlebih dahulu. Renata yang meminta karena dari pagi ia belum memakan apapun.
Saat ini mereka sudah berada disebuah restoran. Sambil menunggu pesanan datang mereka sibuk masing-masing.
Tak lama pesanan mereka datang. Renata segera menyambar makanan itu. Bodoamat tentang image dia didepan marcel. Toh sekarang marcel sudah menjadi suaminya tidak seperti siswi yang lain hanya mengagumi dari kejauhan. Anjay.
Marcel yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
Tak lama ada seorang laki-laki menghampiri mereka. Laki-laki itu datang langsung menggebrak meja makan mereka. Semua mata langsung tertuju pada mereka. Marcel dan Renata melihat orang itu bersamaan.
Astaga devan.
Secepat ini kebongkar nya? Batin renata.
"lo ngapain disini sama dia? Hah?" ucap devan penuh emosi.
"aku bisa jelasin" jawab Renata lembut.
"apalagi yang mau lo jelasin? Semua udah jelas re,lo selingkuh dibelakang gue!"
"gak gitu. Aku bisa jelasin semuanya"
"ini apaan? Lo belanja bulanan? Sama dia? Gila lo punya pacar ngapain minta anterin orang lain. Cowok lagi"
"dev dengerin dulu jangan emosi!"
"muak gue sama lo re, gue kira lo udah berubah ternyata lo masih sama, cewek murah dasar!"
Marcel mengepalkan tangannya. Renata yang melihat itu pun langsung memberi kode agar tidak memperkeruh masalah ini.
"jaga ucapan lo!" ucap marcel tegas.
Devan bertepuk tangan sambil tertawa.
"haha gila gila. Salut gue sama lo re bisa naklukin manusia es macam dia" ucap devan santai sambil menunjuk marcel.
"gak usah banyak bacot dev. Mending lo pergi sekarang! Kita putus!" ucap Renata meninggi.
Devan sempat kaku ditempat. Sama hal nya dengan marcel. Mereka berdua kaget dengan ucapan Renata tadi.
"maksud lo? Kita putus?!" tanya devan sekali lagi.
"kuping lo gak tuli kan? Mending lo pergi sekarang gue muak liat muka lo" ucap Renata santai.
"dasar cewek gak tau diri. Bener kata melly lo itu kaya jablay. Sana sini mau" cibir devan.
Tak disangka marcel langsung menghantam wajah devan dengan bogemannya. Marcel tidak bisa menahan emosi saat Renata di judge seperti itu.
Devan tertawa hambar sambil meninggalkan mereka berdua disana. Renata tertunduk. Matanya mulai memanas. Rasanya ia ingin sekali nangis.
Devan segera berjalan menuju parkiran mobil. Didalam mobil sudah ada perempuan yang menunggunya. Sebenarnya devan memang sudah ingin keluar dari gedung itu. Tetapi matanya melihat Renata yang tengah duduk dibangku restoran dengan laki-laki yang ia kenal.
Dengan emosi dia mendatangi Renata.
"kamu kenapa? Kok berdarah?" ucap sang perempuan.
"gpp, kita pulang sekarang" ucap devan sambil terus memegangi sudut bibirnya yang sobek.
__ADS_1
Liat aja lo marcel gue bakal bales! Ucap devan dalam hati.
Saat marcel akan mengusap punggung Renata tiba-tiba ponselnya berdering lagi. Dengan malas marcel melihat siapa yang menghubunginya diwaktu yang tidak pas.
"halo assalamualaikum bun"
"waalaikumsalam kak,kamu dimana?"
"aku lagi dimall sama Renata kenapa bun?"
"oh kamu lagi sama Renata. Engga ini tadi bella telfon bunda katanya dia ngajak kamu keluar tapi gak bisa katanya kamu lagi ada urusan bersangkutan sama bunda"
"hehe iya bun maaf ya aku bohong. Eh gak bohong juga deh kan emang bersangkutan sama bunda"
"maksud kamu?"
"iya kalo aku jalan terus sama bella,nanti bunda kan marah. Istri aku kan Renata bukan bella"
"haha bisa aja kamu kak, yaudah have fun ya sayang salamin sama Renata. Kalo sempet kalian main kesini ya. Assalamualaikum"
"ok sip bun. Waalaikumsalam"
Marcel memasukan kembali ponselnya. Lalu meraih tangan Renata yang masih tertunduk.
"mau pulang atau mau belanja?" tanya marcel lembut.
"pulang aja" ucap Renata pelan.
Renata tahu diri. Kemarin dia sudah belanja banyak bersama raya. Tak ingin marcel marah karena ia boros. Memang si hari ini marcel yang menawari nya.
****
Keesokan paginya. Hari senin hari dimana upacara diadakan dan hari dimana razia diadakan. Renata yang sudah berada ditengah lapangan dengan atribut lengkap sudah berbaris rapi dibarisan paling belakang. Roknya masih tetap sama seatas lutut. Alamat di gunting lagi.
Siswa siswi mengikuti upacara bendera dengan tenang. Tiba-tiba di pertengahan kepala Renata terasa berat. Penglihatannya mulai buyar. Ia sangat lemas karena tadi pagi hanya meminum susu.
Brukk
Renata terjatuh ke lapangan. Tak ada yang sigap menangkap dirinya. Raya yang ada disampingnya pun langsung mendekat. Memindahkan kepala Renata ke atas pahanya menunggu tandu dari petugas pmr. Mata tertuju ke arah mereka.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengangkat tubuh Renata. Orang itu segera berlari ke arah UKS. Tanpa memperdulikan tatapan aneh pada setiap orang yang melihatnya.
Sampai di uks Renata ditangani oleh dokter sekolah dibantu petugas pmr disana. Marcel. Yah orang itu marcel.
Marcel berdiri tak jauh dari brankar. Wajahnya terlihat panik.
Dokter selesai memeriksa Renata dan membiarkan marcel lebih dekat ke brankar. Tangan marcel terulur mengusap rambut Renata. Membuat seisi uks berteriak histeris.
Mereka ada hubungan?
Yaallah kak marcel sweet banget si
Kak marcel aku juga mau dong dielus
Gak kaget si emang dasar Renata murah jadi begitu
Marcel hanya diam tak menjawab cibiran itu. Tak lama Renata sadar dari pingsannya. Mata Renata mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk. Orang pertama yang renata liat adalah marcel. Tapi bedanya marcel memasang wajah datar kembali dan tangan dimasukkan kekantong.
__ADS_1
"marcel" ucap Renata pelan.
"hmm" jawab marcel dengan deheman.
"lo ngapain disini? Raya mana?" tanya Renata pelan. Saat Renata ingin bangun dari tidurnya tiba-tiba ditahan oleh marcel.
"istirahat gak usah bangun" ucap marcel datar.
"gue mau ke kelas cel" rengek Renata.
"istirahat disini atau pulang!" ucap marcel tinggi.
Pasang mata yang ada diuks menatap mereka berdua. Renata yang menyadari itu pun langsung diam menunduk.
"kamu tunggu sini" ucap marcel pelan.
"lo mau kemana?"
"beli makanan"
Marcel segera meninggalkan uks untuk ke kantin tak memperdulikan tatapan dari orang disekitar. Sudah biasa bagi marcel akan hal itu.
Saat didepan pintu uks marcel tak sengaja menabrak raya. Raya meringis karena dahi nya menyentuh dada bidang marcel. Semua orang makin histeris. Astaga.
Raya tak memperdulikan marcel dan tatapan yang lain. Ia langsung masuk ke uks untuk melihat kondisi sahabatnya. Saat sampai dibrankar Renata, raya langsung memeluk sahabatnya tanpa slow.
"re lo gpp kan? Apa yang sakit? Mau ke dokter?" tanya beruntun raya.
"jangan lebay Ray, gue cuma gak sarapan tadi" ucap Renata pelan.
"yaudah gue beli makan dulu buat lo. Lo tunggu sini"
"gak usah baby,marcel lagi beli buat gue" ucap Renata menarik tangan raya.
Raya hanya ber 'oh' ria. Lalu mengecek suhu badan Renata yang sedikit lebih hangat.
Sedangkan saat marcel lagi berjalan menuju uks kembali setelah membelikan makanan untuk raya tangannya ditahan oleh seseorang.
"kamu ngapain nolongin cewek gak sopan itu?" tanya bella to the point.
Marcel menghela nafas pelan.
"Renata bel namanya" jawab marcel.
"gak penting, aku tanya kamu ngapain nolongin dia?" tanya bella lagi.
"emang ada yang salah bel? Aku ini kan ketua osis, jadi wajar kan?"
"ini gak wajar cel,sejak kapan kamu peduli sama yang lain selain sama aku dan keluarga kamu?"
"udah ya bel aku males bahas ini,aku mau ke uks lagi nganter Renata makanan" ucap marcel meninggalkan bella.
Bella menahan emosinya. Sudah berapa kali marcel mengabaikannya. Dan itu membuat hati bella sakit.
Kenapa kamu berubah Cel? Batin bella.
__ADS_1