
Hari berlalu. Sejak kejadian itu sekarang Marcel lebih dekat dengan Renata. Dan menjaga jarak pada Bella. Riki yang mendukung itu sedangkan Farhan tidak mendukung itu. Karena Farhan belum tau status Marcel sekarang dengan Renata.
Tetapi ada seseorang yang selalu memperhatikan Marcel dan Renata tidak suka.
...****...
Seminggu lalu pergantian osis sudah dilakukan. Sekarang Marcel tidak menjabat lagi sebagai ketos. Tetapi Marcel sedang disibukan untuk Ujian Nasional. Yah karena UN sebentar lagi akan dilaksanakan.
Sedangkan Renata sedang berdiam diri dirumah. Yah kelas 10 dan 11 diliburkan selama 1minggu karena kelas 12 sedang mengadakan tryout dan semacamnya.
Sudah hari ketiga Renata dirumah. Karena bosen Renata mengambil ponselnya diatas meja dan segera menghubungi seseorang diseberang sana.
"halo Ray. Dimana?"
"...."
"yah baru mau gue ajak kebutik mami. Gue bosen banget njir"
"...."
"yah yaudah deh. Salam buat mami linda yaa"
"...."
"iya gapapa ray. Bayy"
Renata memutuskan sambungan telfon tersebut. Lalu Renata meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Renata nampak berfikir gimana cara menghilangkan kebosenan ini.
Kalo gue ke tempat mami pasti sama juga bosennya.
Ah gue ketempat bunda aja deh. Sekalian minta ajarin masak yang lain.
Renata mengambil ponselnya lagi dan mencoba menghubungi lara terlebih dahulu.
"halo bun"
"iya sayang. Ada apa?"
"bunda lagi dirumah gak? Aku mau main kerumah bunda"
"iya bunda dirumah kok sayang. boleh dong. Mau bunda jemput apa gimana?"
"gausah bun. Aku naik taksi aja nanti pulang marcel suruh jemput"
"ok sayang. Kamu hati-hati ya kabarin bunda kalo udah dijalan"
"siap bun. Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Setelah Lara menutup telfon itu Renata bangkit dari duduknya dan menuju kekamar untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah 30menit Renata sudah rapi dengan pakaian santainya dan bersiap memesan taksi untuk ia berangkat kerumah Lara.
Setelah menunggu taksinya datang. Renata keluar dan mengunci rumahnya terlebih dahulu. Dan masuk kedalam taksi.
Diperjalanan Renata mengirimin Marcel chat untuk memberi tahu marcel kalau Renata sedang dijalan menuju rumah orangtuanya saat ini.
To : MyHero❤️
Aku lagi jalan kerumah bunda. Nanti kamu jemput aku disana ya. Aku pergi naik taksi soalnya.
Send
__ADS_1
Yah Renata sudah mulai membuka diri untuk marcel. Sedikit demi sedikit Renata sudah bisa sayang pada marcel.
Tak lama marcel membalas pesan itu. Dan membuat Renata tersenyum saat membacanya.
MyHero❤️
Iya siap tuan putri. Kamu hati-hati.
Renata hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. Setelah 25menit akhirnya Renata sampai dirumah Lara. Renata langsung mengetuk pintu utama sambil mengucap salam.
"waalaikumsalam" balas Lara sambil membuka pintu.
"halo bunda apa kabar?" tanya Renata sambil Salim dan mencium pipi mertuanya itu.
"baik sayang. Kamu bukannya langsung masuk aja. Inikan rumah kamu juga"
"hehe maaf bunda, Renata belum terbiasa soalnya"
"yaudah ayo kita masuk. Kamu mau minum apa re?"
"gausah bun. Nanti aku bisa ambil sendiri hehe"
"yaudah kamu duduk disini ya. Bunda ke dapur dulu lagi masak hehe"
"bun aku ikut bantuin masak ya biar masakan aku tambah enak kaya bunda"
"maksudnya biar marcel gak kabur kali re haha"
Seketika pipi Renata merah. Mertuanya ini selalu saja meledeknya jika bertemu.
"ih bunda apasi. Aku jadi malu"
"hehe abis bunda bahagia si punya mantu kaya kamu"
"hehe cium dulu ah sini" ucap lara sambil mencium pipi sang mantu.
"Renata" ucap lara penuh keseriusan.
"iy-a bun" jawab Renata gugup.
"bunda mau cucu dong hehe" bisik lara sambil tertawa.
"ih bunda mah ngeledekin aku terus" ucap Renata dengan malu.
"ini serius sayang. Bunda sama mami kamu udah pengen gendong cucu tau"
"tapi bun-"
Saat akan menjawab decitan pintu terdengar. Mereka berdua menoleh ke arah pintu. Dan betapa terkejutnya mereka.
"MAMI"
"DIANA"
Teriak renata dan lara bersamaan. Diana berjalan ke arah mereka berdua. Betapa terkejutnya mereka saat Diana datang. Tumben sekali Diana datang kerumah Lara. Padahal lebih sering Lara yang kebutik Diana. Maklum wanita karir jadi sibuk beda dengan lara yang hanya ibu rumah tangga. Walau sesekali membantu suaminya dikantor.
"mami kok bisa disini?" tanya Renata bingung.
"emangnya mami gak boleh main kerumah mertua kamu de?" goda Diana.
"eh bukan gitu mi. Tumben aja biasanya kan bunda yang ke butik mami"
__ADS_1
"tau kamu din. Tumben. Ada apa nih?" tanya lara.
"aku tadi abis meeting didekat sini. Jadi sekalian mampir deh ketempat kamu" jelas diana.
Renata dan lara hanya ber'oh' ria. Renata bangun dan menuju dapur untuk mengambil air minum buat kedua wanita yang ia sayangi.
Tak lama Renata balik dari dapur dan meletakkan gelas berisi Orange juice untuk bunda dan maminya.
"diminum bun,mi" suruh Renata.
Jadi kaya tuan rumahnya gue wkwk
"re tumben kamu ditempat bunda. Marcel kemana? Kok mami gak liat dia dari tadi" tanya Diana.
"marcel sekolah mi. Kan aku libur. Trus aku bosen jadi aku main kesini biar diajarin masak lagi sama bunda" jelas Renata.
"oh begitu. Ceritanya biar Marcel gak berpaling gitu ya de" gada Diana.
"apasi mi ih. Mami sama bunda sama deh godain aku terus tau gak" dumel Renata.
Diana dan Lara tertawa melihat Renata seperti itu. Menggemaskan sekali.
"Bunda jadi lupa kalo tadi bunda lagi masak, bunda lanjutin dulu ya. Kamu disini aja sama mami"
"engga ah bun. Aku ikut bantuin masak. Biar Marcel makin sayang sama aku"
"cieeeee"
Teriak Lara dan Diana bersamaan. Membuat pipi Renata memerah.
Akhirnya mereka bertiga melanjutkan masakan Lara yang sempat tertunda tadi. Saking fokusnya mereka tak sadar jika seseorang mengucapkan salam.
"oh ternyata disini" ucap Marcel membuat mereka kaget.
"yaallah cel. Salam dulu kek apa dulu kek. Ngagetin orang tau gak. Untung aja tangan aku gak kena minyak" semprot Renata yang sedang memasukkan tempe kedalam wajan panas.
"aku udah salam. Tapi gak ada yang nyaut. Mana pintu depan gak di kunci" dumel Marcel.
Marcel segera berjalan ke arah Lara dan Diana untuk menyalimin tangan mereka dan berhenti didepan Renata sambil tangannya diangkat didepan wajah Renata.
Dengan malu Renata mengambil tangan marcel dan menciumnya. Hal itu membuat kedua wanita paruh baya itu menggoda mereka berdua. Mereka berdua jadi salah tingkah.
"yaudah aku mandi dulu" ucap Marcel meninggalkan mereka.
Setelah berperang didapur akhirnya masakan itu dihidangkan diatas meja. Lara memanggil Marcel dari bawah dan tak lama Marcel turun dengan rambut yang masih setengah basah dan sudah berganti pakaian.
Marcel duduk disamping Renata. Dimeja makan sudah ada Lara, Diana, dan Naura. Mereka makan dengan hikmat.
Setelah selesai makan mereka semua ngobrol diruang keluarga. Ternyata hari susah sore dan akan menuju malam. Diana melihat jam yang ada ditangannya pun akhirnya pamit.
"ra aku pamit duluan ya, udah mau malem" pamit Diana.
"mau aku anterin gak mi?" tanya Marcel.
"gausah cel.mami naik taksi aja" tolak Diana.
"dianterin marcel aja dulu di. Udah sore juga. Renata tunggu disini dulu gapapa kan?" tanya Lara.
"yah gapapa dong bun. Yaudah mami pulang sama Marcel aja. Biar aman. Biar papi gak cemburu" goda Renata.
Mereka semua tertawa. Akhirnya Diana diantar oleh Marcel. Renata dan Lara mengantar mereka sampai didepan pintu. Setelah mobil Marcel hilang barulah mereka kembali kedalam.
Renata duduk disofa ruang keluarga bersama Naura. Sedangkan Lara pamit untuk kekamar sebentar.
__ADS_1