
Saat ini perlajaran kedua sedang berlangsung. Ternyata benar dikelas renata saat ini tengah diadakan ulangan mendadak mata pelajaran matematika.
Renata dan raya yang tampak santai mengerjakan ulangan tersebut. Banyak bisikan yang memanggil keduanya untuk meminta jawaban. Bukannya mereka pelit tetapi tempat duduk mereka memang tidak bersahabat. Mereka duduk pas didepan meja guru jadi mereka tidak bisa berkutik.
Setengah jam berlalu. Renata mengumpulkan ulangan tersebut terlebih dulu dan diperbolehkan keluar kelas. Tak lama raya keluar kelas. Mereka berjalan ke arah kantin koridor sekolah masih sepi karena masih jam pelajaran.
"lo mau makan apa bi" ucap renata (maksud nya bi itu babi hehe)
"baso sama es jeruk ya" ucap raya.
Renata pergi meninggalkan raya. Dia memesan makanan tetapi hanya sebentar karena keadaan kantin masih sepi jadi tak perlu ngantri.
Renata duduk dihadapan raya. Dan menghela nafas nya sebelum dia cerita tentang masalah tadi. Dia tau jika sahabatnya itu tengah kepo maksimal.
"jadi gini beberapa hari yang lalu waktu gue jalan sama devan dia nembak gue... " cerita Renata lengkap tanpa ada yang terlewat.
Raya mengangguk paham. Dia tahu betul Renata orang seperti apa. Meski Renata playgirl tetapi tidak semua laki-laki yang dekat dengannya akan dijadikan pacar. Yah kebanyakan hanya dibikin baper oleh sahabatnya itu. Sungguh jahat sekali Renata.
Tanpa disadari ada seseorang yang mendengarkan obrolan mereka.
Oh ternyata begitu sifatnya. Batin orang itu.
__ADS_1
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 10menit yang lalu. Raya dan Renata baru saja akan keluar kelas. Yah seperti biasa mereka memilih keluar kelas terakhir daripada harus ngantri saat keluar gerbang.
Mereka berjalan sambil bercanda gurau. Saking asiknya bercanda mereka tidak melihat jika tali sepatu renata terlepas. Alhasil dia kesandung tali sepatunya sendiri dan jatuh kebelakang. Bokong langsung mendarat kelantai.
Seperti biasa namanya sahabat tidak langsung membantu sebelum dia tertawa puas. Seperti raya saat ini.
Dan lagi kejadian waktu itu terulang. Dimana saat raya akan menolong renata tiba-tiba ada orang yang menolong Renata lebih dulu.
Mereka kompak menoleh kebelakang melihat siapa yang mengangkat renata dari belakang.
Degg
"hoby lo emang jatoh kali ya? Aneh!" ucap marcel dingin.
"iket tali sepatu lo sebelum lo gagar otak gara-gara kesandung lagi!" ucap marcel sambil meninggalkan keduanya.
Keduanya langsung mengerjap bingung. Kali kedua ketos nya membantu renata.
"ah gila re jantung gue pengen copot rasanya deket kak marcel kaya tadi" ucap raya sambil memegangi dadanya.
"gausah lebay cabe" ucap Renata sambil berjongkok membenarkan tali sepatunya.
Raya memajukan bibir nya tanda ia kesal dengan renata. Dan berjalan lebih dulu meninggalkan Renata. Renata hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.
__ADS_1
Siang ini renata sedang ada dibutik mami nya. Ia sengaja main kesini karena bosen dirumah. Ingin ke mall tapi ia takut dimarahin lagi oleh Rio.
Saat ini Diana memang sedang ada diluar butik. Katanya sedang ketemu clien di Cafe sebrangĀ butiknya.
Alhasil renata hanya bermain game di laptop Diana yang ada diruang tersebut.
Tak lama bunyi decitan pintu terbuka. Renata menoleh ke arah pintu itu lalu bangkit dari duduknya menghampiri diana yang datang. Eh tetapi dia tidak sendiri diana datang bersama wanita yang bisa di lihat seumuran dengan diana.
Renata menyalimi keduanya. Dan tersenyum manis ke arah wanita paruh baya tersebut.
"kenalin beb ini anak aku Renata" ucap Diana.
"Renata tante" ucap Renata sopan.
"yaampun cantik banget kamu nak. Mirip sekali dengan ibu mu ini" ucap wanita itu sambil mengelus rambut Renata.
Renata hanya tersenyum canggung. Ia malu karena dipuji seperti itu dengan orang yang baru ia kenal.
"iyalah anaknya siapa dulu" ucap Diana bangga.
Mereka berdua tertawa. Renata yang tidak mengerti omongan keduanya memilih untuk keluar dan berpamitan pulang.
__ADS_1
Ternyata sama juga bosennya batin renata.