Senior Cold

Senior Cold
BAB 71


__ADS_3

Marcel dan Riki mencari ke cafe atau ke mall yang biasa Raya kunjungi. Karena Riki sedikit tau tempat yang sering Raya kunjungi dan bisa jadi sama Renata juga. Tetapi tetap hasilnya nihil. Sebelumnya mereka sudah kerumah Raya namun kata pembantunya Raya belum pulang dari semalam.


 


"coba lu telfon orangtua Renata deh. Gue juga telfon orangtua Raya. Gue takut terjadi apa-apa sama mereka" perintah Riki.


 


Mereka berdua mengeluarkan ponselnya dan siap menghubungi orangtua dari kedua gadis itu. Namun belum sempat panggilan Marcel diangkat oleh Diana, Riki sudah selesai menghubungi Linda.


 


"kata tante Linda,Raya baru sampe rumah cel. Kita kesana aja minta kasih tau sama dia" ajak Riki.


 


Akhirnya marcel setuju dengan itu. Kalau dirinya nelfon Diana yang ada nanti Diana akan panik kalau tau Renata tak pulang semalaman bersama Raya tanpa Marcel. Mereka berdua melajukan mobilnya ke arah rumah Raya.


Setelah sampai didepan gerbang rumah Raya,satpam rumah Raya membukakan pintu gerbangnya sambil tersenyum ramah.


 


"eh den Riki balik lagi,tau aja kalo si non udah pulang hehe" ucap pak satpam.


 


"haha iya pak tadi udah telfon tante Linda dulu. Katanya Raya udah pulang" jelas Riki.


 


"oh begitu. Yaudah silahkan masuk den"


 


Riki masuk kedalam diikuti Marcel dibelakang. Marcel hanya 2kali kesini jadi masih canggung. Riki mengetuk pintu utama tak lama pintu terbuka dan terlihatlah Linda sambil tersenyum. Riki dan Marcel bergantian mencium punggung tangan Linda.


 


"eh Riki,tuh Raya nya baru sampe sekarang dia dikamar" ucap Linda.


 


"iya tante,dia sendiri apa sama Renata?" tanya Riki.


 


"sendiri tuh. Dia bilang sih abis dari rumah Renata nginep"


 


Raya bohong ternyata. Batin riki sama marcel.


 

__ADS_1


"eh ini suami nya Renata ya? Siapa namanya ya tante lupa deh"


 


"kok tante tau?" tanya Marcel terkejut.


 


"apa si yang tante gak tau tentang Raya sama Renata. Renata itu udah kaya anak tante sendiri jadi dia juga pasti cerita sama tante kalo ada apa-apa"


 


Marcel terkejut dengan ucapan Linda tadi. Pasalnya marcel hanya tau kalau Renata dekat dengan Linda hanya sekedar dekat bukan seperti anak dan ibu seperti ini. Riki juga tak kalah terkejutnya. Ia juga tak menyangka bahwa hubungan renata dan raya itu seerat ini.


 


"yaudah kalian tunggu sini,tante panggilin raya dulu ya, sekalian tante mau buatin minum buat kalian" pamit linda.


 


"iya tan,terimakasih ya" ucap riki.


 


Linda berlalu dari hadapan mereka berdua dan melangkahkan kaki ke lantai dua menuju kamar raya. Linda mengetuk pintu kamar raya namun tak ada jawaban. Lalu linda mencoba buka pintu tersebut untung saja tidak dikunci dan ternyata anak gadisnya sedang tidur.


 


 


Tak ada sahutan dari raya.


 


"rayaa bangun atau mami siram!!! Katanya kamu nginep dirumah Renata tapi kenapa sampe rumah malah tidur lagi"


 


"rayaaaa" teriak linda frustrasi.


 


"mami berisik! Bilang sama mereka Renata udah dirumah. Jangan ganggu aku. Aku ngantuk" ucap raya tetapi matanya masih terpejam.


 


Akhirnya linda pasrah lalu keluar dari kamar raya. Linda menghampiri riki dan marcel ke ruang tamu.


 


"ki raya nya tidur,tante udah bangunin dia gak bangun. Tapi dia bilang kalo Renata udah dirumah gitu doang,sebenarnya ada apa sih tante bingung deh"


 

__ADS_1


Untung aja raya belum cerita ke tante linda, kalo tante linda tau di pecat gue jadi calon mantu nya batin riki.


 


"gak ada apa-apa kok tan. Yaudah kalo gitu kita pamit ya. Maaf ngerepotin tan. Assalamualaikum" ucap riki sambil mencium tangan linda dan diikuti oleh marcel.


 


"waalaikumsalam. Hati-hati yaa" ucap linda.


 


Mereka berdua berlalu dari rumah raya dan melajukan mobilnya ke arah rumah marcel. Setelah bermacet ria akhirnya mereka sampai dirumah marcel dan Renata.


 


"yaudah sono lu masuk deh. Gue balik kerumah sakit ya pake mobil lo,ntr lu kabarin gue" ucap riki.


 


"iya lo juga kabarin gue tentang perkembangannya bella. Lo hati-hati gue masuk dulu" ucap marcel.


 


Riki meninggalkan marcel. Dan marcel mulai melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah. Pintu depan terkunci segera dia mengambil kunci yang ia pegang lalu membukanya.


Di lantai bawah tidak ada tanda-tanda ada Renata disana, lalu marcel melangkah ke lantai dua menuju kamarnya. Ternyata kamarnya di kunci saat marcel masuk ternyata disana ada Renata yang tengah menangis sambil memasukan beberapa baju kedalam koper.


Posisi Renata membelakangi marcel jadi Renata tak menyadari kalau marcel sudah berada disana. Marcel melangkahkan kaki nya lalu memeluk Renata dari belakang. Renata tersentak karena ada tangan melingkar di perut datarnya.


 


Tangis Renata semakin pecah. Dirinya tak ingin melihat wajah marcel saat ini. Hati nya masih sakit ditambah dengan perkataan lara tadi. Astaga Renata benar-benar kacau saat ini.


Marcel berusaha membalikan tubuh Renata agar berhadapan dengannya namun Renata berontak tidak ingin berhadapan dengan suaminya. Tetapi kekuatan marcel lebih besar jadilah sekarang Renata sudah berhadapan oleh marcel.


 


Renata semakin terisak sambil menutup matanya. Ia tak ingin pertahanannya runtuh karena melihat muka marcel. Saat ini Renata hanya butuh ketenangan. Dia akan pergi kerumah orangtuanya atau kerumah raya untuk menenangkan pikirannya.


 


Cup


 


Sesuatu mendarat dibibirnya. Renata diam tanpa membalas perlakuan marcel itu. Renata masih menangis,air matanya seakan tak ingin berhenti.


Tetapi ciuman marcel semakin panas.


 


Dan terjadilah sesuatu yang 'iya-iya' diantara mereka tetapi dengan renata yang enggan mengikuti permainan marcel. Tetapi tak bisa dipungkiri Renata juga menikmati setiap sentuhan marcel.

__ADS_1


__ADS_2