Senior Cold

Senior Cold
BAB 23


__ADS_3

Marcel dan kedua sahabatnya sudah berada kantin. Berbeda dari biasanya mungkin mulai hari ini Bella akan terus bersama mereka.


 


Marcel merasa tidak nyaman sekarang. Bukan karena canggung dengan bella. Atau bukan karena marcel masih cinta dengan bella. Diakui marcel memang masih punya perasaan dengan bella namun tak sebanyak dulu. Marcel tak nyaman sekarang karena status dia. Dia sudah menjadi seorang suami meski tidak ada yang tau akan hal itu disekolah. Tetapi bagaimanapun juga marcel tidak bisa terus begini.


 


"Bell lo kapan datang? Kok gak ngabarin kita si kan kita bisa jemput kebandara" ucap riki.


 


Yah riki dan farhan memang kenal dekat dengan bella. Mereka pernah satu SMP jadi mereka berempat sudah bersahabat sejak dulu.


 


"kemarin sore. Sengaja biar surprise buat kalian" ucap bella lembut.


 


"pesen makan gih biar gue yang traktir" imbuh bella.


 


Riki dan farhan bertos ria. Lalu bangkit dari duduknya menuju stand makanan. Saat berbalik badan mereka melihat raya dan Renata tengah mencari meja yang kosong. Kali ini memang kantin ramai sampai tidak ada bangku yang kosong.


 


"ray nyari meja? Sini aja gabung aja kalau cuma berdua muat kok" ucap riki.


 


Riki melambaikan tangannya ke arah raya. Raya yang menyadari itu langsung melirik ke arah Renata.


 


"re kita disitu aja ya?" tanya raya.


 


Sebelum menjawab Renata melirik ke arah meja. Ia melihat marcel dengan gadis yang tak asing baginya.


 


"gak usah ah Ray,lagian kok dia kenal lo?" bisik Renata.


 


"re lo lupa kita ini primadona disini dan mereka most wanted gak mungkin kalau mereka gak kenal kita begitu juga sebaliknya. Udah ah re gue pegel nih megang makanannya" ucap raya sambil berjalan ke arah riki.


 


Mau tak mau Renata mengekor dibelakang. Jika saja Renata tau tidak ada meja lagi mungkin ia akan menahan rasa laparnya.


 


"ini gpp kak gue gabung?" ucap raya yang sekarang sudah berada dihadapan riki.


 


Marcel yang dari tadi memperhatikan mereka saat riki memanggil 'ray' tidak tahu betul siapa yang riki maksud.


 


"berdua" koreksi Renata.


 


"gue kira lo gak mau ikut re. Iya maksudnya berdua kak?" tanya raya ke riki.


 


"iya gpp santai aja. Yaudah lo duduk gue sama farhan mau beli makanan" ucap riki meninggalkan mereka berempat.


 


Renata melirik kearah marcel. Ternyata marcel juga melirik ke arah istrinya. Mata mereka bertemu. Tetapi Renata lebih dulu memutuskan kontak mata itu. Mengapa dia merasa jengkel aja dengan suaminya.


 


"re duduk cepet ntr keburu bel" ucap raya yang sudah duduk disebelah bella.


 


Renata duduk dihadapan raya. Berarti dia duduk disebelah marcel. Dan disebelah marcel lagi ada bella. Yaampun marcel diapit oleh kedua perempuan yang ia sayang dulu dan sekarang.


 


"hai kenalin gue bella" ucap bella sambil menjulurkan tangannya ke arah Renata terlebih dahulu.


 


"Renata" balas uluran tangan bella.


 


Bella tersenyum. Tangan bella berpindah kehadapan raya dan disambut oleh perempuan itu.


 


"raya" ucap raya sambil tersenyum.


 

__ADS_1


Tak lama riki dan farhan kembali kemeja. Mereka berdua membawa 2nampan berisi pesanan mereka dan gak lupa dengan Marcel dan Bella.


 


"nih cel pesanan lo" ucap riki sambil memberi piring berisi siomay.


 


"kamu masih suka makan siomay cel? Pasti gak pakai kentang dan tanpa kecap?" ucap bella.


 


"iya kamu bener bel" balas marcel lembut.


 


Renata yang tengah sibuk memakan makanannya pun menoleh kesamping. Melihat bella yang sedang memegang lengan marcel. Dan tidak ada penolakan dari si punya lengan.


 


Jijik dah ewh batin renata.


 


Tak lama ponsel Renata berbunyi. Renata merogoh saku rok nya. Renata tersenyum melihat siapa yang menghubungi nya. Tanpa sadar semua yang ada dimeja itu melihatnya.


 


Dapet telfon dari siapa tuh? Kok dia senyum-senyum gitu. Batin marcel.


 


...****...


Renata menggeser tombol hijau untuk menjawab telfon tersebut. Renata sengaja tidak pindah dari sana. Entah kenapa dia tidak ingin pindah.


 


"assalamualaikum bunda" ucap Renata.


 


"...."


 


"oh gitu bun, iya nanti aku langsung pulang kerumah kok"


 


"...."


 


 


"...."


 


"waalaikumsalam bun"


 


Renata mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke sakunya. Renata masih sadar kalau mereka semua memperhatikannya.


 


"gue cabut duluan ya ray, mau belajar buat ulangan nanti" ucap Renata sambil berdiri meninggalkan mereka semua.


 


"setau gue Renata manggil nyokapnya mami deh kenapa jadi bunda" ucap raya yang didengar seisi meja.


 


Seisi meja menatap raya penuh tanya. Tetapi tidak dengan marcel. Karena dia sudah tau siapa yang barusan telfon Renata.


 


Bunda ngapain ya? Batin marcel.


 


"gue cabut juga deh nyusul Renata, makasih ya kak udah ngasih tempat. Misi" pamit raya.


 


Marcel terus mengamati raya sampai keluar kantin. Bella yang melihat itu bingung.


 


"cel kamu kenapa?" tanya bella.


 


"hm gapapa kok bel" jawab marcel.


 


"cel nanti pulang kerumah kamu ya, aku mau ketemu bunda udah lama banget aku gak ketemu dia"


 

__ADS_1


"eh tapi bell"


 


"gak ada tapi2an kamu harus anterin aku" ucap bella.


 


Bersamaan dengan ucapan bella tadi bel masuk pun berbunyi. Merek berempat bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kelas.


 


...****...


 


Sekarang sedang pelajaran terakhir. Sejak kejadian tadi dikantin membuat marcel tidak fokus dalam belajar. Ia terus memikirkan Renata dan bundanya.


 


Marcel mengetik sesuatu dilayar ponselnya. Ia mengirim pesan ke Renata tanpa sepengetahuan Bella. Kalau Bella tau bisa makin kacau. Marcel belum bisa ngasih tau pada siapapun tentang dia sudah menikah.


 


Renata Adriana❤️


Bunda bilang apa tadi?


 


Send


 


Setelah terkirim. Marcel memasukan kembali ponselnya ke saku celana. Dia pura-pura fokus dalam belajar padahal mah tidak sama sekali.


 


"cel nanti kita kerumah kamu ya jangan lupa" ucap bella disamping marcel.


 


Marcel tidak menjawab. Dia hanya merespon dengan senyum manisnya. Dan mungkin hanya dia perlihatkan pada keluarganya dan bella. Dia belum kasih lihat senyuman mautnya pada Renata.


 


Tak lama dari itu. Bel pulang berbunyi. Siswa sudah banyak yang berhamburan keluar kelas. Marcel mengecek ponselnya ternyata belum ada balasan dari Renata.


 


"ayo cel aku udh kangen banget sama bunda" ucap bella menyadarkan marcel.


 


"iya ayo" ucap marcel sambil berdiri.


 


Mereka berdua keluar kelas. Jangan tanya riki dan farhan mereka sudah keluar kelas lebih dulu.


 


Saat mereka berdua melewati kelas Renata. Marcel melirik sebentar kedalem kelas itu. Ternyata istrinya masih disana bersama Raya. Mereka masih asik ngobrol berdua.


 


Tiba-tiba lengannya ditarik oleh Bella. Mau tak mau marcel mempercepat jalannya.


 


Saat di parkiran sekolah mereka berjalan menuju mobil marcel. Padahal sebelum bella datang marcel selalu pulang sekolah bersama Renata. Meski mereka harus ketemuan dibelokan sekolah.


 


Marcel melajukan mobilnya keluar sekolah. Mereka menuju rumah marcel. Marcel sudah menolak tetapi bella terus saja merengek.


 


Ponsel marcel bergetar. Segera ia membuka pesan masuk itu. Sebelumnya ia melirik bella. Sepertinya bella sedang fokus dengan pemandangan diluar jendela.


 


Renata Adriana❤️


Lo dmn? Gue dibelokan


 


Astaga mampus gue Batin marcel.


 


Marcel membalas pesan tersebut dengan cepat.


 


Marcel Wijaya


Lo balik naik taksi dulu. Gue ada urusan


 


Dosa gak sih marcel begini sama istri sendiri? Istri sendiri ditinggal sedangkan dia jalan dengan cewek dari masa lalu nya. Hm

__ADS_1


 


__ADS_2