Senior Cold

Senior Cold
BAB 42


__ADS_3

Cahaya pagi memasuki kamar suami-istri yang masih terlelap. Marcel membuka matanya lebih dulu. Tetapi saat hendak bangun untuk mandi marcel merasa perutnya ada yang pegangi. Marcel melirik ke arah perutnya dan melihat tangan Renata yang ada disana. Marcel memunculkan senyumnya.


 


Nakal juga ya kamu re batin marcel.


 


Tak lama mata Renata terbuka perlahan. Saat menyadari ada yang memperhatikannya Renata mendongkakkan kepalanya dan dilihatlah wajah marcel. Sexy. Satu kata yang muncul diotak Renata.


 


Marcel memberi kode ke Renata untuk melihat kebawah. Renata mengikuti arah pandangan itu. Mata Renata terbuka lebar. Bagaimana bisa tangannya ada disana? Wajah Renata memerah. Ia sangat malu. Ia yang mengancam marcel untk tidak menyentuhnya mengapa malah dirinya melingkarkan tangan diperut marcel.


 


"gausah malu gitu. Aku tau aku sangat menggoda" ucap marcel lembut.


 


"apaansi!" ucap Renata meninggalkan marcel yang masih tersenyum.


 


Gemes re batin marcel.


 


Marcel berjalan keluar kamar Renata dan akan kekamarnya untk mandi serta berganti seragam sekolah.


 


Setelah hampir 15menit marcel menunggu Renata diruang keluarga. Marcel sudah selesai dari 5menit yang lalu. Tak lama Renata keluar dengan seragamnya. Renata berjalan ke arah dapur berniat untuk sarapan. Tiba-tiba aktivitasnya terhenti karena marcel memanggilnya.


 


"re kita sarapan disekolah aja ya,aku ada rapat osis pagi ini" teriak marcel.


 


"lo duluan aja. Ntr gue suruh raya jemput" teriak renata.


 


"gak! Gausah ngerepotin orang. Cepet"


 


Dengan langkah gontai Renata berjalan lebih dulu keluar rumah dan menunggu marcel disamping mobil. Setelah mengunci pintu rumah marcel berjalan kearah mobil dan masuk ke kursi pengemudi sedangkan renata ke kursi penumpang disamping marcel.


Marcel segera menjalankan mobilnya kearah sekolah.


 


...****...


 


Sesampainya diparkiran sekolah. Renata lebih dulu keluar barulah marcel. Hal itu luput dari penglihatan siswa yang ada diparkiran. Banyak dari mereka yang berbisik.


 


Gila Renata Gc njir


 


Kak marcel kok mau ya sama kak Renata?


 


Mereka cocok yaallah


 


Dasar emang ceweknya murah


 


Begitulah celotehan dari siswa yang ada disana. Renata tak ambil pusing hal itu. Menurutnya sudah biasa. Marcel mengikuti Renata dari belakang. Ternyata arah Renata kekantin. Memang perut Renata sudah demo minta diisi.


 

__ADS_1


Renata duduk dibangku yang kosong. Saat marcel akan ikut duduk tapi Renata mencegahnya.


 


"lo ngapain? Katanya ada rapat?" tanya Renata.


 


"mau nemenin kamu sarapan. Iya" jawab marcel pelan.


 


"gausah! Lo gak liat mereka pada ngeliat kesini"


 


Marcel mengedarkan pandangannya. Ternyata benar! Banyak juga dari mereka yang memfoto hal itu. Karena ini kejadian langka yaitu marcel bersama dengan seorang perempuan selain bella.


 


"yaudah aku duluan" ucap marcel lalu bangkit.


 


Renata ikut bangkit untuk memesan makanan. Tapi saat akan melangkah dirinya baru ingat bahwa ia tidak mempunyai uang sepeserpun. Segera Renata mengejar marcel. Perilaku itu menambahkan kekepoan warga sekolah yang melihat.


 


"cel bagi uang. Gue lupa uang gue udah abis" ucap Renata pelan sangat pelan.


 


"apa?gk kedengeran" ucap marcel datar.


 


"bagi uang. Gimana gue mau beli makan kalo gak ada uangnya"


 


"yang kemarin?"


 


 


Marcel mengeluarkan dompetnya dan memberi Renata lima lembar uang seratus ribuan.   Hal itu makin membuat mereka kepo tingkat akut.


 


"buat satu minggu jangan boros" ucap marcel lalu pergi.


 


Gila! Ngapain marcel ngasih uang ke Renata sebanyak itu?


 


Sebenarnya hubungan mereka apaan si


 


Gak heran si orang Renata nya cabe


 


Kaya suami lagi kasih uang belanja istri ya


 


Renata menatap mereka tajam sambil terus berjalan kekantin untuk membeli sarapan. Peduli setan dengan omongan mereka. Yang penting perutnya terisi.


 


****


Pelajaran kedua sebelum istirahat sedang berlangsung. Tak lama ruang kelas Renata diketuk oleh beberapa siswa yang renata ketahui mereka adalah anggota osis.


 


Kakak osis masuk kedalam kelas dan memberi tahu tujuan mereka kesini pada guru pengajar. Guru itu mengizinkan.

__ADS_1


 


Tak lama marcel masuk kedalam kelas Renata. Dengan pakaian rapi. Nampak sekali kalau marcel itu memang gagah dan tampan. Tapi beda hal nya dengan Riana. Ia Riana menatap Renata dengan pandangan tak suka,Renata bisa merasakan itu. Renata tersenyum licik lalu berbisik dengan Raya.


Sebelum ia memulai pembicaraan marcel berdehem keras membuat kelas menjadi hening.


 


"saya sebagai ketua osis ingin menyampaikan kalau hari ini pendaftaran menjadi anggota osis tahun berikutnya resmi dibuka dan bisa langsung menghubungi anggota osis lainnya jika kalian berminat" ucap marcel datar.


 


"ada yang ingin bertanya?" tanya marcel.


 


Tak ada satupun yang bersuara. Mereka semua hanya fokus pada marcel khususnya siswi yaa.


 


"baik kalo begitu. Sekian pengumuman dari kami. Terimakasih" ucap marcel tegas.


 


Berbarengan dengan itu suara bel istirahat berbunyi. Semua murid sudah berdiri dari bangkunya untk menuju ke kantin. Mereka keluar bersamaan dengan anggota osis yang tadi. Termasuk Renata dan raya. Keduanya memang mempunyai rencana untuk ngerjain si riana so iye itu.


Jadilah sekarang mereka berjalan seperti terburu-buru.


 


Bughh


 


"aw" ringis riana saat punggungnya ditabrak oleh keduanya.


 


Renata dan raya berbalik melihat wajah riana. Rasanya mereka ingin tertawa puas melihat itu. Walau itu gak sebanding dengan apa yang dia lakukan. Yah sudah berapa banyak make up yang dia sita dan sudah berapa banyak rok yang sobek gara-gara dia.


 


"ups sorry kak kita buru-buru mau ke toilet soalnya" ucap raya sok melas.


 


"jalan pake mata! Gak ada sopan ya emang lo berdua!" tegas riana.


 


Marcel yang masih ada disitu hanya menyaksikan tingkah istrinya.


 


"jalan pake kaki kali bu, situ juga gak pernah sopan kok ngajarin orang sopan!" sinis Renata.


 


"maksud lo apa? Hah? Lo berani sama gue?" bentak riana.


 


"ngapain gue takut sama lo? Emang lo siapa? Cuma anggota osis doang!" cibir Renata.


 


"anjing! Dasar cewek murah! Sana sini mau ewh!" cibir riana.


 


"jaga ucapan lo njing. Gak pantes lo jadi osis kalo kelakuan lo kaya gitu najis" ucap raya kesal.


 


"haha sesama murah marah!" riana tertawa hambar.


 


Tangan raya dan Renata mengepal. Detik ketiga keduanya langsung menarik rambut riana membuat si empunya meringis. Marcel yang melihat itu langsung teriak.


 

__ADS_1


Berhenti!!!


__ADS_2