
Plak
Suara tamparan itu mengisi ruangan mereka saat ini. Semua menyaksikan dengan seksama. Begitu juga Renata dan Raya.
"han!" teriak Marcel dan Riki bersamaan.
Yah Farhan yang menampar Bella tadi. Farhan marah dengan ucapan Bella. Selama ini Farhan tak pernah menemukan sifat Bella yang seperti itu. Malah ketiganya tak pernah mendengar Bella menggunakan kata kasar meski dia pernah tinggal di luar negeri. Bella selalu menampilkan sosok yang santun, lembut dan bahkan cara berpakaiannya pun selalu sopan didepan mereka bertiga.
"kenapa han? Kenapa lo malah bela mereka dari pada gue? Lo mau ninggalin gue juga?" ucap Bella sambil terisak.
Farhan diam.
"lo berdua puas hah? Ngeliat ketiga sahabat gue berpihak sama kalian? Puas? Dasar cewek ******!" teriak Bella kencang.
Plak
Kali ini Riki yang menampar Bella. Bella memegang pipi nya yang panas karena tamparan kedua sahabatnya itu. Bella semakin menangis. Sebenarnya Marcel tak tega melihat Bella seperti itu. Tapi kenapa Bella bisa berubah! Hanya karena cinta Bella seperti ini.
"dan kalian semua harus tau! Bahwa saat ini Renata berstatus sebagai istri dari Marcel Wijaya. Dan kalian boleh bayangin bagaimana bisa mereka menikah? Dan pasti cewek itu yang maksa Marcel menikahi nya!"
"oh ya jangan lupa.pasti bentar lagi juga sahabatnya itu yang sama murahnya akan meminta Riki untuk menikahi dirinya juga. Haha cewek bispak apapun pasti mereka lakukan!" ucap Bella sambil tertawa garing.
Semua yang mendengar menganga lebar. Mereka tak percaya dengan ucapan Bella tadi. Semua sulit dimengerti.
Plak
Kali ini Marcel yang menampar Bella. Astaga tangan Marcel merasa kaku setelah melakukan itu pada Bella. Seumur-umur dirinya tidak pernah kasar pada perempuan.
"maaf" rintih Marcel pelan.
__ADS_1
Bella tak percaya Marcel telah menamparnya. Tangis Bella makin kencang. Tak ada satupun disana yang membantu Bella. Mereka semua hanya membisu.
"cel hiks kamu hiks tega.kalian bertiga tega" ucap Bella ditengah tangisnya.
Renata dan Raya berdiri menghampiri mereka diatas modium. Raya langsung menarik lengan Riki untuk segera turun dari sana. Dan Renata pun bermaksud demikian. Namun sayang sepertinya Riki dan Marcel belum tega membiarkan Bella seperti itu.
Hancur kalian! Haha ucap seseorang.
"han,ki kita perlu ngomong berempat sekarang!" tegas Marcel.
Marcel menarik tangan Bella dari sana. Hingga tangan Renata terlepas begitu saja. Hati Renata seakan ditusuk oleh ratusan jarum. Sakit banget. Serasa Renata tak dianggap disana. Air mata Renata keluar tanpa seizin pemilik mata. Raya yang melihat itupun langsung melepaskan lengan Riki dan segera menghampiri Renata lalu memeluknya. Marcel berbalik bermaksud untuk melihat Riki dan Farhan apakah mereka mengikutinya. Namun sayang yang dilihat Rayq sedang memeluk Renata disana. Bahu Renata bergetar tanda ia sedang nangis. Marcel memegang bahu Renata dari belakang dan segera ditepak oleh Raya.
"gausah sok peduli sama dia! Lo urusin aja cewek manja lo itu brengsek!" bentak Raya.
"ray gu-..." ucap Marcel terpotong.
Marcel, Riki dan Farhan hanya terdiam melihat kepergian mereka. Tak ada satupun yang berniat mencegah mereka. Saat Raya melewati Bella. Raya membisikan sesuatu pada Bella.
"lo akan nyesel karena perlakuan lo tadi! Inget itu!" bisik Raya.
Raya menarik kembali tangan Renata dan membawanya kejalan besar untuk mencari taksi. Yah Raya dan Renata tidak ada yang membawa mobil karena tadi mereka bareng sama Riki dan Marcel.
...****...
Disebuah private room sekarang mereka berempat berada. Marcel sengaja menyewa satu ruangan untuk mereka berempat berbicara. Karena menurut Marcel ini semua harus dibicarakan tak bisa seperti ini terus. Cukup lama mereka terdiam. Barulah Marcel yang angkat bicara lebih dulu.
"jelasin kenapa lo bisa ngomong kaya gitu tadi didepan anak-anak!" tegas Marcel.
Kedua kalinya Marcel bicara lo gue sama Bella. Hal itu membuat tangis Bella makin pecah.
__ADS_1
Bella diam tak menjawab dan hanya menangis.
"Bella jawab pertanyaan gue!" bentak Marcel.
"cel lo sabar. Lo gak akan dapet jawaban dari dia kalo lo emosi. Lo tau sendiri Bella itu gak bisa dibentak!" ucap Riki.
"han lo yang tanya deh" ucap Marcel.
Farhan mengelus rambut Bella. Sebenarnya Farhan menyesali perlakuannya tadi pada Bella dan mungkin keduanya sahabatnya juga sama. Cuma mereka tak menyangka pada Bella dihadapannya sekarang.
"bell jangan karena cinta lo buta kaya gini. Kita itu sahabatan. Dan kita gak pernah nemuin sifat lo yang kaya tadi. Jadi gue minta lo jelasin kenapa lo bisa bicara sekasar itu? Bahkan didepan semua orang?" tanya Farhan.
Bella sedikit tenang.
"ka-re-na gu-e takut han,gue di ancem sama Riana. Dia bilang gue harus menjatuhkan Renata didepan banyak orang kalo engga gue bakal diteror terus atau bahkan bisa berpengaruh pada perusahaan bokap gue,karena perusahaan bokap gue ternyata ngejalanin kerjasama sama perusahaan orangtua dia. Gue gak mau itu terjadi. Dan lo pasti ngerti" jelas Bella.
Brak
Suara gebrakan meja terdengar sangat nyaring,karena Riki dan Marcel lah yang menggebrak meja itu bersamaan. Emosi Marcel naik. Pikiran dia sudah kacau. Dan ternyata Riana tak kapok dengan ancaman Marcel waktu itu.
"lo hubungi Raya sekarang tanya dia dimana! Gue bakal hubungi ayah minta data keluarga Riana dari sekolah" ucap Marcel.
Riki mengeluarkan ponselnya dari saku jas nya. Hal itu juga dilakukan oleh Marcel. Sedangkan Farhan tengah memeluk Bella untuk menenangkan gadis itu.
Riki terus menghubungi Raya namun sayang tak pernah ada jawaban. Setelah Marcel menghubungi Febri untuk meminta tolong lalu Marcel terus menghubungi Renata, namun sayang ponsel Renata dimatikan.
Kamu dimana sayang. Maafin aku batin marcel.
Tak lama ponsel Marcel berdering. Ada email masuk disana. Itu pasti dari Febri. Dan benar itu adalah data Riana yang Febri kirimkan melalui email untuk Marcel. Disana terlihat data Riana lengkap.
__ADS_1
Hancur lo cewek bangsat ucap marcel pelan.