
Hari berlalu begitu saja. Setelah kejadian itu hubungan Renata dan Marcel makin erat. Namun sayang Renata masih belum siap untuk memberikan hak Marcel sebagai suami. Marcel tidak akan memaksa itu karena ia sudah berjanji akan menunggu.
Malam ini adalah malam perpisahan bagi angkatan Marcel. Acara ini dibuka juga untuk kelas 10 dan 11 yang ingin menyaksikan perpisahan kakak kelas mereka. Acara ini diadakan dijakarta disalah satu hotel mewah. Untuk perempuan memakai kebaya sedangkan laki-laki memakai jas.
Marcel sudah rapi dengan jas hitamnya dan menambah dasar ketampanan dirinya. Saat ini Marcel dan Riki tengah berada diaula sambil menunggu acara mulai. Disampingnya sudah ada Raya dan Renata yang sudah cantik menggunakan kebaya modern.
Tangan Marcel tak lepas dari Renata. Marcel tak ingin Renata jauh darinya. Ia sangat posesif sejak kejadian waktu itu.
Tak lama acara dimulai. Setelah acara sambutan dari kepala sekolah,perwakilan guru dan perwakilan dari kelas 12 nya sendiri. Kelas 12 dipersihlakan maju kedepan untuk diberikan piagam oleh guru serta bunga mawar plastik sebagai tanda cinta dari guru kepada murid.
Setelah acara itu selesai maka acara bebas. Semua perwakilan kelas dari kelas 10 sampai 12 banyak yang menyumbang suaranya untk acara bebas ini. Mereka bernyanyi sambil berjoget sama guru. Seru!
Marcel, Renata, Raya dan Riki tengah duduk dimeja yang telah disediakan. Mereka berempat bercanda tertawa. Lalu ada seseorang yang menggebrak meja mereka dan membuat mereka menoleh kearahnya.
Brak
Farhan. Itulah dia yang menggebrak meja mereka. Mereka semua bingung tapi tidak dengan Riki.
"kalo mau gabung caranya yang sopan bisa mas?" tanya Riki santai.
Farhan diam tak menjawab. Lalu dia mengambil sendok yang ada dimeja situ karena memang setiap meja sudah ada piring dan sendok disana. Lalu Farhan menggerakkan sendok itu ke arah kepala Marcel.
Tuk
"itu buat lo yang lupa sama gue"
Tuk
"itu buat lo karena lo gak ngasih tau gue selama ini"
Tuk
__ADS_1
"itu buat lo karena lo gak ngundang gue diacara lo"
Tuk
"itu buat lo karena lo gak ngasih tau yang sebenarnya"
Tuk
"dan terakhir itu buat lo karena lo belom kasih gue sama Riki keponakan"
Tepat pukulan kelima Farhan menaruh kembali sendoknya. Dengan tampang sok cool Farhan masih terus memandang Marcel. Sepertinya Marcel masih kesakitan karena kepalanya dipukul menggunakan sendok. Buktinya ia mengusap-usap kepalanya dibantu dengan Renata.
Tak lama Marcel bangun dari duduknya dan sekarang berhadapan dengan Farhan. Lalu dengan cepat Marcel balas dendam dengan menggatak menggunakan tangan.
"aww" ringis Farhan.
Riki hanya tertawa melihat kedua sahabatnya itu.
"udah mending duduk deh, Farhan katanya mau ngomong tuh" ucap Riki.
Akhirnya keduanya duduk.
"jadi lo tau semua ini dari siapa? Bella?" tanya Marcel.
"bukan bos. Gue tau semua ini dari dugong satu itu" ucap Farhan menunjuk Riki.
"anjir gue dikata dugong" ucap Riki tak terima.
__ADS_1
"kenapa lo gak ngasih tau gue selama ini cel? Lo gak percaya sama gue?" tanya Farhan.
"biar gue yang jelasin cel" sahut Riki.
"Marcel sengaja gak ngasih tau lo, karena dia mau lo jagain Bella. Marcel udah sama Renata, gue udah sama Raya kan lo masih jomblo jadi lo masih bisa jagain Bella. Kalo kita berduakan udah punya monyet!" lanjut Riki.
Renata dan Raya menatap Riki sangar. Tetapi Riki hanya menyengir lebar sambil tangannya berbentuk 'peace'.
"tapi gue gak nyangka deh sama si Bella. Kenapa dia bisa memutar balikan fakta gitu ya terus juga kenapa dia bisa kerjasama gitu sama Riana" ucap Farhan.
"kan lo tau sendiri han sifat Bella kaya apa. Bella itu gak mau lo ninggalin dia juga setelah Marcel dan gue ninggalin dia, dia bukan kerjasama sih tepatnya dia dijadiin boneka sama Riana" jelas Riki.
"udah gausah bahas mereka deh" sahut Renata.
"nah bener tuh, gue eneg denger nama mereka berdua" ucap Raya kali ini.
Setelah itu mereka bercanda. Suasana menjadi hangat kembali. Persahabatannya kembali meski sekarang kurang Bella diantara mereka.
Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba ada suara instruksi untuk berhenti sejenak.
Mereka menoleh ke atas podium. Dan dilihatlah Bella disana.
"ekhm maaf semuanya menganggu waktunya sebentar. Gue cuma mau kasih tau pengumuman buat kalian semua. Mungkin kalian semua juga bakal kaget" suara Bella di microfon.
Untungnya guru-guru sudah meninggalkan gedung itu. Cuma ada guru BK yang mengawasi mereka semua sampai acara selesai.
"gue tau kalian pasti kenalkan sama Renata Adriana si cewek modis yang mungkin mantan pacarnya disekolah udah banyak. Begitu juga sama sahabatnya Raya Cantika. Kalian tau fakta tentang mereka?"
Mereka semua terdiam menunggu apa yang akan dikatakan Bella lagi. Renata dan Raya menahan emosi mereka. Dan siap meledak kapan saja.
"mereka itu cewek murah dan bahkan bisa juga jadi cewek matre. Gue mau tau disini siapa yang pernah jadi korban mereka? Pasti banyak kan? Dan kalian tau?sekarang mereka lagi manfaatin kedua sahabat gue!"
__ADS_1
Ternyata Riki dan Marcel yang emosi nya sudah meledak lebih dulu. Marcel dan Riki berjalan ke arah modium untuk menemui Bella. Farhan hanya mengekor dibelakang mereka berdua. Sedangkan Raya dan Renata masih setia duduk dibangku meski emosi mereka juga sudah diubun-ubun.