Senior Cold

Senior Cold
BAB 34


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi. Renata dan raya berjalan menuju kantin. Mereka duduk dibangku pojok kantin. Sambil menikmati makanan mereka sambil mengobrol.


 


"re lo tadi berangkat bareng sama kak marcel lagi?" tanya raya.


 


"iya ray,kenapa?" tanya Renata balik.


 


"sebenarnya lo ada hubungan apa sih sama dia? Gue jadi curiga" raya memicingkan matanya.


 


"lo mau tau? Tapi lo jangan bawel ntr pulang sekolah lo ikut gue!" ucap Renata pelan.


 


Yah menurut Renata, kali ini waktu yang pas buat dia ngasih tau pada sahabatnya itu. Dia juga butuh curhat pada masalah yang sedang dia hadapin sekarang. Raya adalah orang yang cocok untuk itu. Karena selama ini raya tidak pernah membuka apapun yang sudah Renata ceritakan.


 


"oke siap" ucap raya semangat.


 


Akhirnya lo jujur sendiri re, padahal tadi gue cuma mancing batin raya.


 


Sedangkan di bangku pojok paling belakang sudah ada marcel cs plus bella. Sejak bella masuk di sekolah ini memang dia selalu bersama dengan marcel. Banyak yang tak suka dengannya banyak juga yang mendukung hubungan mereka. Padahal mereka tidak tau saja kalo marcel sudah punya istri.


 


"cel kok tadi kamu gak belain aku depan cewek alay itu si?" cerocos bella.


 


"bel udah ya, tadi jugakan kamu yang salah,tanya orang gausah pake nunjuk muka kan bisa" jelas marcel panjang lebar.


 


"tuh kan,sekarang kamu gak asik" ucap bella sambil berdiri dan akan pergi.


 


"lo mau kemana bel?" tanya farhan.


 


"yah mau pergilah bloon lo gak liat dia udah berdiri" ucap riki sambil menoyor pala farhan.


 


Farhan mengusap kepalanya.


 


"gue juga tau dongo. Maksud gue mau kemana? Dan kenapa?" ucap farhan membalas toyoran riki.


 


"lo berdua berisik, makin buat tambah kesel tau gak!" ucap bella sambil pergi dari sana.


 


Marcel hanya diam menatap mata Renata dari jauh. Kejadian itu memang mengundang banyak mata dikantin termasuk Renata. Jadi Renata tidak tau jika marcel tengah menatapnya. Banyak desas desus yang terdengar dikantin karena kejadian tadi.


 


Manja banget si bella


 


Geli dah gayanya kaya ratu aja disitu


 


Mereka berantem?


 


Alay banget si bella cuma begitu aja ngambek


 


Marcel menulikan hal itu. Matanya tetap menatap Renata yang sekarang sedang ngobrol kembali dengan raya.


 


"weh cel tumben lo gak kejar bella. Dia lagi ngambek tuh sama lo" ucap riki.


 


"tau lo, gimana si! Eh tapi kayanya si bella suka deh sama lo" timpal farhan.

__ADS_1


 


"nah bener tuh kayanya emang bella suka deh sama lo. Sikap lo ke dia juga beda sama sikap lo ke yang lain" ucap riki lagi.


 


"berisik" ucap marcel singkat.


 


Farhan dan riki mengerutu karena ucapan hanya dibalas dengan satu kata oleh marcel.


Marcel mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu disana.


 


Marcel Wijaya


Nanti pulang bareng


 


Send


 


Marcel menatap gadisnya telah memainkan ponsel. Ia yakin Renata lagi membalas pesan dirinya.


 


Renata Adriana❤️


Gue bareng raya, gue mau ajak dia kerumah


 


Marcel Wijaya


Ngapain? Lo gak takut rahasia kita kebongkar


 


Renata Adriana❤️


Dia udah curiga. Lo gausah takut biar gue yang atur!


 


Marcel Wijaya


Ok.


 


 


Maafin aku lagi bel ucap marcel pelan.


... ...


... ****...


 


Seperti yang disampaikan Renata tadi dikantin pada raya. Sekarang mereka berdua tengah berada didalam mobil raya. Renata yang mengemudikan. Bel pulang sekolah sudah berbunyi 15menit yang lalu.


 


Sepanjang perjalanan mereka hanya menyanyi mengikuti lagu yang sedang diputar diradio didalam mobil. Setelah 15menit mereka sampai di halaman satu rumah sederhana tetapi mewah.


 


Raya tampak kebingungan. Pasalnya ia tau betul ini bukan rumah renata. Rumah renata lebih besar dari pada ini. Raya mengikuti Renata dari belakang. Saat sudah sampai di ruang tamu Renata menyuruh raya duduk terlebih dahulu sedangkan renata beranjak ke dapur untuk membuatkan minum. Renata kembali dengan 2gelas Orange jus ditangannya.


 


"lo mau minum dulu apa langsung gue ceritain?" tanya Renata mencairkan suasana.


 


"cerita deh abis itu minum kalo udah seret ngomong" jawab raya sekenanya.


 


Renata mulai cerita dari awal perjodohannya dengan marcel sampai sekarang dia menikah. Dan dia meminta solusi bagaimana dengan devan?


Jika di lihat dari wajahnya sepertinya raya menahan emosi. Mungkin karena Renata tidak memberi tahu nya dari awal.


 


"kok lo gak cerita sama gue dari awal?" ucap raya.


 


"gue udah buat kesepakatan sama keluarga gue dan marcel. Kita gak mau ada orang yang tau sampe kita lulus ray"


 

__ADS_1


"gue sahabat lo re, masa hal sebesar ini lo rahasiain dari gue sih!" ucap raya meninggi.


 


Awalnya raya tidak terlalu shock dengan kedekatan marcel dan Renata secara tiba-tiba. Karena raya sudah beberapa kali mempergoki ponsel Renata atau melihat renata turun dari mobil marcel. Tetapi kenyataannya? Malah lebih dalam dari kata pacaran. Mereka sudah menikah!  Itu yang menyebabkan raya ngerasa dirinya tidak dianggap oleh renata. Ah memang lebay.


 


"ray plis gue mohon lo ngerti keadaan gue saat itu. Sekarang gue udah ingkar janji sama keluarga gue, keluarga marcel karena udah ngasih tau lo" ucap Renata terisak.


 


"gue mutusin buat ngasih tau lo karena menurut gue lo berhak tau,dan lo orang yang tepat untuk gue minta solusi sama lo" lanjut Renata.


 


"devan?" tanya raya.


 


"iya devan masih pacaran sama gue,gue belum bisa mutusin dia gue gak tega dia udah banyak berjuang buat gue"


 


"re mending lo cepet putusin devan,makin lama,lo makin buat dia sakit"


 


Renata mengangguk lalu memeluk raya. Raya mengusap punggung sahabatnya. Raya tau betul perasaan Renata saat ini. Makanya dia lebih memilih meredam emosi nya. Toh sekarang Renata juga udah jujur sama dirinya.


 


"Ray gue mohon lo jangan kasih tau sama siapapun masalah ini" ucap Renata.


 


"sejak kapan gue jadi sahabat ember? Hah?" ucap raya sinis.


 


Renata nyengir kuda meski dimatanya masih ada air mata.


 


"mending kita shopping yu,dari pada galau" ajak raya lagi.


 


"boleh tuh, ganti baju dulu yu" ajak Renata ke kamarnya.


 


Saat mereka ingin menaiki tangga tiba-tiba Renata berbalik kearah raya.


 


"kenapa?" tanya raya.


 


"gak ada duit banyak bu,uang jajan gue dibatasi sama marcel sekarang"


 


Seketika tawa raya pecah. Raya meninggalkan renata terlebih dahulu kesatu kamar yang ia kira kamar Renata. Saat raya masuk matanya membuat melihat isi kamar tersebut.


 


"reee ini kamar siapa? Astaga gue salah alamat pasti" ucap raya memekik.


 


Renata tertawa melihat wajah raya "itu kamar marcel bloon kamar gue disono" ucap Renata sambil menunjuk satu kamar lagi.


 


"jangan bilang lo pisah ranjang? Dan lo belom di apa-apain sama batu es itu?"


 


"pisah ranjang anjir wkwk,belom lah gue masih pw nic"


 


"ah lo gila,ngapain nikah kalo lo belom diperawain tolol"


 


"jangan bacot Ray, tutup tuh pintu ntr orangnya dateng ngamuk lagi"


 


Renata berjalan ke arah kamarnya terlebih dahulu diikuti raya dibelakangnya. Mereka akan prepare untuk hangout hari ini. Masalah uang Renata akan telfon marcel. Sekali-kali kan gapapa shopping.


BERSAMBUNG......


**JANGAN LUPA BACA CERITA KU YANG LAIN YA...

__ADS_1


MY HUSBAND BADBOY**


__ADS_2